Matius 15:8-9
"Orang-orang ini menghormati Aku dengan bibir mereka, tetapi hati mereka jauh dari Aku. Penyembahan mereka adalah sandiwara, karena mereka mengajarkan ide-ide buatan manusia sebagai perintah dari Allah."
Pernahkah Anda membeli sesuatu bukan karena membutuhkannya, melainkan karena semua orang sedang membelinya? Iya, kita menjadi orang yang ikut-ikutan apapun yang saat ini sedang tren - entah itu penampilan, perangkat yang kita gunakan, mobil yang kita punya atau bahkan gaya hidup yang kita jalani semua didikte dengan apa yang sedang ramai. Tanpa kita sadari, dunia sedang memasang tipuan yang secara halus bisa mengubah cara kita memandang diri sendiri dan menggeser nilai yang Tuhan sudah tetapkan atas hidup kita.
Yesus dalam Matius 15:8-9 tidak sedang berbicara kepada orang-orang yang meninggalkan agama. Ia berbicara kepada orang-orang yang rajin beragama namun salah pusat. Orang Farisi bukan orang yang tidak mengenal Allah — mereka hafal Taurat, disiplin beribadah, dan dihormati masyarakat. Namun Yesus membongkar satu akibat dari tipu daya ini bahwa "mulut mereka berbicara tentang Tuhan, tetapi hati mereka telah menjauh."
Hari ini, terjadi dengan cara yang jauh lebih halus. Dunia menawarkan sistem pengukur nilai yang sangat menarik — penampilan, gaya hidup, label, dan eksistensi yang diakui orang banyak. Tanpa sadar, banyak orang Kristen mulai mendefinisikan dirinya bukan dari siapa mereka di hadapan Allah, melainkan dari apa yang mereka tampilkan di hadapan manusia. Harus tampil dengan sesuatu yang memukau, harus ikut arus yang sedang ramai, harus melabeli diri dengan standar yang diukur dari materi. Inilah "ide-ide buatan manusia" yang Yesus maksud — doktrin-doktrin tidak tertulis namun sangat ditaati, yang perlahan menggantikan nilai-nilai Kerajaan Allah dalam hati.
Kata Yunani yang dipakai untuk "jauh" dalam ayat ini adalah "apecho" yang artinya terpisah secara aktif, bukan sekadar terlupakan. Hati yang jauh dari Tuhan bukan hati yang kosong, melainkan hati yang penuh dengan hal lain. Dan ketika hati sudah penuh dengan keinginan untuk membangun diri dengan standar dunia, maka kita tidak lagi menjadi pribadi yang rentan dan apa adanya di hadapan Tuhan. Akibatnya, kita bisa tetap rajin beribadah, tetapi kita menjadi orang-orang Kristen yang tahu Firman Tuhan namun tidak benar-benar menghidupinya.
Saudara, iblis tidak menipu kita dengan terang-terangan. Tetapi dia justru melakukannya lewat bentuk yang terlihat wajar, normal, bahkan terkesan rohani. Jadi, mari terus berjaga-jaga atas iman kita terlebih di masa-masa ini.
Action Praktis:
1. Apa tipuan yang mencoba membuat Anda mulai menjauh dari Tuhan?
2. Bagaimana Anda menangkal tipuan itu?
Live Chat
Phone / SMS
0811 9914 240
0817 0300 5566
Whatsapp
0822 1500 2424