Bangkit Lagi Meski Gagal

Bangkit Lagi Meski Gagal

Lori Official Writer

Amsal 24:16

"Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana."

 

Selain Ayub, Yusuf adalah tokoh di dalam Alkitab yang kalua boleh jujur punya seribu alasan untuk menyerah. Dia dibuang oleh saudaranya sendiri, jadi budak yang diperlakukan rendah hingga difitnah sampai masuk penjara padahal ia tidak bersalah (Kejadian 37-39). Sekalipun begitu, Alkitab berulang kali mencatat kalau "Tuhan menyertai Yusuf". Dia bahkan tidak sampai pada titik putus asa - walaupun hal ini tidak dicatat di Alkitab. 

Hari ini, hidup kita mungkin ada di titik yang sangat hancur. Ditipu sampai kita kehilangan segalanya. Dituduh dan disalahkan sampai nama baik kita rusak. Atau bahkan tidak dianggap karena apa yang kita lakukan terasa sangat rendah atau tidak ada gunanya. 

Saudara, seperti Yusuf, dia sudah melalui semua hal dalam hidupnya - bayangkan dia dibuang sejak dia masih berusia remaja dan hidup di negeri orang asing sampai dia beranjak dewasa. Bertahun-tahun bahkan puluhan tahun, proses sulit selalu menghampiri hidupnya. Tetapi di sana dikatakan - ia tetap menjadi pribadi yang setia bukan hanya kepada pekerjaannya tetapi terlebih kepada Tuhan.    

Inilah yang ditegaskan di dalam Amsal 24:16. Ayat ini tidak berkata orang benar tidak akan jatuh. Ia justru berkata orang benar boleh jatuh, bahkan tujuh kali. Dalam Alkitab, angka tujuh sering berarti “berkali-kali”. Jadi sekalipun kita hidup  setia dan melakukan kehendak Tuhan, bukan berarti kita akan terlepas dari kehidupan kegagalan. Tetapi yang menarik dari kegagalan ini adalah "ia bangkit kembali". Artinya dia tidak mudah menyerah dan putus asa dengan keadaan.

Dan kita tidak bangkit sendirian. Mazmur 37:24 berkata, “Apabila ia jatuh, tidaklah ia sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.” Tuhan tidak berdiri jauh sambil menggeleng saat kita gagal. Ia ada di samping kita, memegang tangan kita, dan menuntun kita berdiri kembali.

Yusuf akhirnya membuktikannya. Setelah bertahun-tahun, ia dipanggil keluar dari penjara dan dipercaya mengurus seluruh Mesir. Ia sendiri berkata kepada saudara-saudaranya, “Kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan” (Kejadian 50:20). Setiap kejatuhan yang dulu terasa seperti akhir ternyata adalah bagian dari jalan yang Tuhan siapkan.

Saudara, apapun bentuk kegagalan yang sedang Anda hadapi hari ini, kegagalan itu bukan kata terakhir atas hidup Anda. Kisah Anda belum selesai. Tuhan yang menyertai Yusuf adalah Tuhan yang sama yang menyertai Anda sekarang. Maka bangkitlah, bukan karena Anda sudah kuat, tetapi karena tangan Tuhan sudah terulur untuk menolong Anda berdiri. Firman-Nya berkata: jangan menyerah!

 

Pertanyaan Refleksi:

1. Kegagalan apa yang saat ini masih membuat Anda ragu untuk melangkah lagi? Sudahkah Anda membawanya kepada Tuhan dengan jujur?

2. Satu langkah kecil apa yang bisa Anda ambil hari ini sebagai tanda bahwa Anda memilih bangkit, dan percaya bahwa Tuhan sedang menopang tangan Anda?

Ikuti Kami