Yakobus 1:5
“Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, —yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit—, maka hal itu akan diberikan kepadanya.”
Ada kalanya hidup membawa kita pada pilihan yang tidak mudah. Sebuah tawaran pekerjaan menjanjikan penghasilan lebih baik, tetapi mengharuskan kita jauh dari keluarga. Sebuah hubungan mulai mengarah pada pernikahan, tetapi masih ada hal penting yang perlu dipertimbangkan. Atau, kita harus menentukan arah karier ketika masa depan terasa begitu samar.
Saudaraku, banyaknya pilihan yang harus dihadapi membuat kita mulai menghitung untung rugi, mencari informasi, dan meminta pendapat banyak orang. Semua itu berguna. Namun, semakin banyak pertimbangan, terkadang semakin ramai pula pikiran kita.
Di tengah kebingungan itu, Yakobus 1:5 disampaikan dalam konteks nasihat kepada orang percaya, di mana terjadi penganiayaan besar terhadap jemaat Kristen Yahudi di Yerusalem. Jemaat yang tersebar ini mengalami penderitaan, intimidasi, dan kemiskinan karena iman mereka kepada Kristus. Di tengah keadaan yang sulit tersebut, mereka membutuhkan hikmat untuk menjalani hidup dengan setia. Undangan yang sama juga menolong kita ketika harus mengambil keputusan penting bagi hidup kita.
Meminta hikmat juga berarti bersedia diarahkan. Bawalah pilihanmu dalam doa, ujilah kesesuaiannya dengan Firman Tuhan, dan dengarkan nasihat orang yang dewasa dalam iman. Rasa tenang pun perlu diuji dengan kebenaran Firman. Terkadang, langkah yang benar tetap terasa menakutkan karena menuntut keberanian dan ketaatan.
Hari ini, apa keputusan yang sedang membebani pikiranmu? Ambillah waktu untuk berdoa sebelum menentukan langkah. Mintalah hikmat untuk memahami apa yang benar dan keberanian untuk melakukannya. Mulailah dengan mengerti dasar hikmat Tuhan di Amsal 9:10, yaitu takut akan Tuhan. Berdoalah dengan tulus, renungkan dan kerjakanlah Firman-Nya, serta mintalah bimbingan dari Roh Kudus agar dapat diberi ketajaman dalam menilai situasi dan membuat keputusan yang benar.
Kita mungkin belum melihat seluruh jalan di depan, tetapi kita dapat mempercayai Allah yang memimpin langkah kita.
Doa:
Tuhan, aku mengakui keterbatasanku dalam melihat masa depan. Berikanlah hikmat-Mu untuk setiap keputusan yang akan aku ambil. Ajar aku mendengarkan Firman-Mu dan menerima nasihat yang bijak. Tenangkan hatiku dan tuntun aku untuk taat kepada-Mu. Dalam nama Yesus, amin.
Live Chat
Phone / SMS
0811 9914 240
0817 0300 5566
Whatsapp
0822 1500 2424