Bisakah Indonesia Benar-Benar Berdaulat, Adil, dan Makmur?

Bisakah Indonesia Benar-Benar Berdaulat, Adil, dan Makmur?

Aprita L Ekanaru Official Writer
167

Memasuki peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, pemerintah menetapkan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema ini bukan sekadar rangkaian tiga kata yang terdengar ideal. Di dalamnya tersimpan harapan besar tentang Indonesia yang mampu berdiri teguh, memperlakukan setiap rakyat dengan adil, dan menghadirkan kesejahteraan yang dapat dirasakan bersama.

Tema tersebut juga sejalan dengan filosofi logo resmi HUT ke-81 RI yang menempatkan rakyat sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Keberagaman budaya, bahasa, serta latar belakang masyarakat Indonesia dipandang sebagai kekuatan yang mempersatukan bangsa.

 

BACA JUGA: Apa yang Membuat Seseorang Benar-Benar Pasti Masuk Surga?

 

Namun, pertanyaannya adalah: apakah cita-cita tersebut hanya merupakan urusan pemerintah dan para pemimpin negara?

Alkitab menunjukkan bahwa keadaan sebuah bangsa bukan hanya ditentukan oleh orang-orang yang menduduki jabatan. Setiap warga negara memiliki peran dalam membangun kehidupan bersama. Orang percaya pun dipanggil bukan hanya untuk menikmati kemerdekaan, tetapi juga memakai kebebasan itu untuk melayani, memperjuangkan keadilan, dan mengusahakan kesejahteraan bangsa.

 

Indonesia Berdaulat: Merdeka Bukan Berarti Bebas Berbuat Sesuka Hati

Ketika mendengar kata “berdaulat”, kita mungkin langsung membayangkan sebuah negara yang tidak berada di bawah kekuasaan bangsa lain. Indonesia memiliki hak untuk menentukan arah pembangunan, mengelola kekayaan alam, menjaga wilayahnya, dan mengambil keputusan demi kepentingan rakyatnya sendiri.

Namun, Alkitab membawa makna kemerdekaan ke tingkat yang lebih dalam.

Galatia 5:13 berkata:

“Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.”

Menurut firman Tuhan, kemerdekaan bukanlah izin untuk melakukan apa pun yang kita inginkan. Kemerdekaan justru memberi kita kesempatan untuk melakukan apa yang benar. Kebebasan seharusnya dipakai untuk melayani, bukan merugikan sesama.

Karena itu, Indonesia yang benar-benar berdaulat bukan hanya Indonesia yang bebas dari penjajahan secara fisik. Bangsa ini juga perlu bebas dari berbagai bentuk “penjajahan” yang masih merusak kehidupan masyarakat, seperti korupsi, kebencian, diskriminasi, ketidakjujuran, kekerasan, keserakahan, dan penyalahgunaan kekuasaan.

Seseorang mungkin hidup di negara merdeka, tetapi masih diperbudak oleh kepentingan pribadi. Kita dapat menyanyikan lagu kemerdekaan setiap tahun, tetapi tetap terikat oleh kebiasaan menyuap, berbohong, merendahkan orang lain, atau mengambil hak yang bukan milik kita.

Kedaulatan bangsa harus dimulai dari manusia yang mampu menguasai dirinya. Orang yang merdeka di dalam Kristus tidak lagi hidup hanya untuk kepentingannya sendiri. Ia belajar memakai kebebasannya untuk menghadirkan kasih dan kebaikan bagi orang lain.

 

Indonesia Adil: Keadilan Tidak Boleh Berhenti sebagai Slogan

Keadilan merupakan salah satu tema penting di dalam Alkitab. Tuhan bukan hanya meminta umat-Nya melakukan kegiatan keagamaan, tetapi juga memperhatikan bagaimana mereka memperlakukan sesama.

Dalam Amos 5:24, Tuhan berfirman:

“Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.”

Gambaran air yang terus mengalir menunjukkan bahwa keadilan tidak boleh hadir sesekali. Keadilan tidak boleh hanya muncul ketika sebuah kasus menjadi viral atau ketika masyarakat sedang mengawasi. Keadilan seharusnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Indonesia yang adil adalah Indonesia di mana hukum berlaku bagi semua orang, bukan hanya bagi mereka yang tidak memiliki kuasa. Keadilan berarti rakyat kecil tidak kehilangan hak hanya karena mereka tidak mempunyai uang atau koneksi. Keadilan berarti anak-anak di berbagai daerah memperoleh kesempatan belajar yang layak. Keadilan juga berarti setiap orang dapat beribadah dengan aman dan hidup tanpa takut dibenci karena latar belakangnya.

 

BACA JUGA: Mengupas 2 Korintus 3:17 Tentang Kemerdekaan yang Ditulis Alkitab dan yang Dimaksud Tuhan

 

Firman Tuhan dalam Mikha 6:8 mengatakan:

“Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhan dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?”

Ayat ini menegaskan bahwa keadilan bukan hanya tugas hakim, polisi, anggota parlemen, atau pejabat pemerintahan. Berlaku adil merupakan panggilan bagi setiap orang.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA>>

Sumber : Jawaban.com

Related Articles

Live Chat

Email

Phone / SMS
0811 9914 240
0817 0300 5566

Whatsapp
0822 1500 2424

Ikuti Kami