Selama 14 tahun, Ibu Sudarti menjalani hidup jauh dari keluarganya. Ia bekerja di Taiwan sebagai tenaga kerja wanita, sementara suaminya merantau ke Jakarta demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Di tengah tekanan utang dan himpitan hidup, merantau jauh seolah menjadi satu-satunya jalan keluar bagi pasangan suami istri ini. Namun, di balik keputusan berat ini, ada hati seorang ibu yang perlahan hancur karena harus meninggalkan anak-anaknya bertumbuh tanpa pelukan dan kehadirannya.
“Sebenarnya ini bukan pilihan yang kami inginkan, yapi mau bagaimana lagi. Kami terpaksa harus pergi,” kata Sudarti kepada tim The Parenting Project.
BACA JUGA: Parenting dari Luka: Perjalanan 24 Tahun Membangun Keluarga Harmonis
Anak-anaknya, Dicki dan Mela, tumbuh diasuh oleh kerabat. Masa kecil yang seharusnya dipenuhi perhatian orang tua, justru dilewati dengan rasa kehilangan. Ketika Ibu Sudarti kembali ke rumah setelah bertahun-tahun bekerja, ia mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang berubah dalam diri anak-anaknya, terutama Mela.
Mela menjadi pribadi yang tertutup, sensitif, dan sulit membuka hati. Komunikasi mereka terasa dingin dan seolah ada jarak yang begitu jauh. Sebagai seorang ibu, Sudarti merasakan bahwa anak perempuannya menyimpan banyak luka yang tak pernah sempat ia lihat saat masih kecil.
“Jarangnya komunikasi. Mela hanya sekadar kontak, tidak mau terbuka.”
Rasa bersalah itu semakin besar ketika ia mengikuti The Parenting Project. Dalam modul tentang Tangki Emosi Anak, ia tersadar bahwa selama ini anak-anaknya bukan hanya kehilangan sosok ibu, tetapi juga kehilangan tempat untuk merasa aman dan dikasihi.
BACA JUGA: Merasa Gagal Sebagai Ibu, Lisna Belajar Berubah Dari Akronim HATI di The Parenting Project
“Yang sangat menegur saya secara pribadi itu adalah investasi waktu.”
Setiap sesi terasa seperti membuka kembali luka lama yang belum sembuh. Sudarti mengaku hampir selalu menangis saat mengikuti pertemuan.
“Saya bisa menangis kalau teringat itu. Karena sama sekali saya tidak ada di situ saat anak saya membutuhkan.”
Ia mulai memahami bahwa perjuangan mencari uang ternyata tidak cukup untuk mengisi hati anak-anaknya.
“Anak-anak bukan hanya butuh uang, tapi mereka juga butuh kasih sayang.”
Dengan niat memulihkan hubungan keluarganya, Sudarti memberanikan diri untuk meminta maaf kepada anak-anaknya. Percakapan dari hati ke hati itu membuahkan hasil yang baik, Mela akhirnya membuka isi hatinya yang selama ini terkubur.
“Mama jangan pergi lagi, jangan pergi lagi,” ucap Sudarti mengulang perkataan Mela.
BACA JUGA: Jadi Minder Karena Suka Diremehkan, Inilah Perjalanan Lauren Bangkit dan Percaya Diri Lagi
Dari percakapan itu, Mela dengan terbuka menceritakan luka masa kecilnya yang merasa kesepian, dibuli, dibanding-bandingkan, dan merasa tidak pernah benar-benar disayang.
Ada pengakuan Mela yang membuat hati Sudarti merasa sangat sakit, katanya, “Bu, kalau ini bukan ciptaan Tuhan, mungkin saya sudah mengakhiri hidup saya.”
Meski pengakuan itu sangat menyakitkan bagi seorang ibu, Sudarti yakin bahwa inilah awal dari harapan baru bagi keluarganya. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, Mela mulai benar-benar terbuka, ia mulai bercerita tentang hidupnya, bahkan tentang calon pasangan yang sedang dekat dengannya.
Kini, hubungan mereka perlahan dipulihkan. Mela yang dulu tertutup, kini sering menghubungi ibunya sebelum tidur. Kebersamaan sederhana menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi keluarga mereka.
Bagi Sudarti, pengalaman ini mengajarkannya bahwa sesulit apapun hidup, anak-anak tetap membutuhkan kehadiran orang tua lebih dari apapun. Karena pada akhirnya, yang paling diingat anak bukanlah seberapa besar pengorbanan orang tuanya mencari uang, melainkan apakah mereka pernah merasa dicintai dan ditemani saat bertumbuh.
BACA JUGA: Kisah Kain dan Habel, Pelajaran yang Mengubah Cindy Jadi Anak yang Lembut dan Pemaaf
Melalui kisah-kisah pemulihan seperti yang dialami Ibu Sudarti, The Parenting Project terus hadir membantu keluarga Indonesia mengalami pemulihan hubungan. Dukungan Anda dapat menjadi bagian dari perubahan ini untuk menolong lebih banyak orang tua belajar memahami anak, memulihkan hubungan keluarga, dan menciptakan generasi yang bertumbuh dengan kasih sayang yang utuh.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang program dan cara mendukung pelayanan ini, kunjungi The Parenting Project atau jadilah Mitra CBN.
Sumber : Jawaban.com
Live Chat
Phone / SMS
0811 9914 240
0817 0300 5566
Whatsapp
0822 1500 2424