Tidak ada orang tua yang ingin kehilangan kedekatan dengan anaknya. Namun realitanya, hal ini seringkali terjadi. Seperti yang dialami oleh Ibu Mei Rita ketika anak sulungnya, Karen mulai memiliki dunia baru bersama teman-temannya.
Sejak Karen memasuki SMP, Ibu Mei mulai melihat perubahan. Karen mulai lebih sering keluar rumah untuk kerja kelompok atau bertemu teman. Di usia itu, dunia pertemanan Karen semakin luas. Sebagai ibu, Ibu Mei ingin tetap tahu ke mana anaknya pergi, dengan siapa ia bergaul, dan apa yang sedang ia alami.
Namun satu peristiwa membuat kepercayaan itu goyah. Karen berbohong dengan berkata bahwa ia pergi untuk kerja kelompok, tetapi ternyata ia bermain bersama teman-temannya. Kebohongan itu membuat kepercayaan Ibu Mei retak dan jadi sering mencurigai Karen.
BACA JUGA: Ibu Sulis Ungkap Dampak Besar Kalau Ubah Pola Asuh Otoriter Jadi Lebih Terbuka Sama Anak
Setiap kali Karen meminta izin keluar untuk kerja kelompok atau bertemu teman, hati Ibu Mei merasa gelisah dan dipenuhi curiga.
“Walaupun dia jujur, tetap saja kami tidak ingin percaya karena sudah pernah dibohongi,” ujar Ibu Mei.
Tanpa disadari, hubungan ibu dan anak jadi renggang dan retak. Karen merasa apapun yang ia katakan akan tetap dicurigai. Sementara, Ibu Mei merasa sulit percaya karena pernah dikecewakan.
Keadaan ini membuat Karen memilih untuk diam daripada bicara atau melawan ibunya. Kadang, ia hanya berkata, “Biar aja, Mama tidak percaya.”
Ibu Mei tersentak dengan perkataan Karen.
“Saya merasa salah, tapi saya enggan untuk bilang 'Mama salah.' Ada rasa gengsi,” cerita Ibu Mei.
Ibu Mei sadar, ada yang salah dengan yang ia lakukan pada Karen.
“Orang yang lebih banyak bicara daripada mendengar itu memang kurang bagus,” ucapnya.
Kesadaran itu semakin kuat ketika Ibu Mei mengikuti modul Membangun Keakraban dari pelatihan The Parenting Project. Ibu Mei belajar bahwa kedekatan dengan anak tidak cukup dibangun dengan membuat aturan dan nasihat saja. Anak juga membutuhkan ruang yang aman untuk bicara, bahkan ketika ceritanya tidak selalu sesuai harapan orang tua.
“Sebenarnya saya dekat, tapi saya sulit untuk percaya,” ungkapnya.
BACA JUGA: Satu Video yang Mengubah Ibu Stery Berhenti Ucapkan Kata Kutuk Kepada Anaknya
Pelan-pelan, Ibu Mei mulai mengubah caranya menjadi lebih ‘hadir’ bagi Karen. Ia belajar mendengar lebih dulu sebelum menjelaskan. Ia menahan diri untuk tidak langsung menghakimi.
Bahkan ketika ia melakukan kesalahan, Ibu Mei tidak lagi gengsi. Dengan berani ia mau mengakui kesalahannya. Pernah suatu kali, ketika ternyata Karen berkata benar, Ibu Mei berkata dengan jujur, “Yaudah, Mama salah.”
“Lalu saya jelaskan, 'Kenapa Mama suka curiga? Karena dulu kamu pernah bohongi Mama. Jadi sekarang Mama susah percaya. Tapi jangan pernah bohong lagi, supaya Mama bisa percaya.' Yaudah, mama minta maaf,” jelas Ibu Mei.
Bagi seorang anak, pengakuan sederhana seperti itu bisa membuka pintu yang tertutup sejak lam. Karen mulai melihat bahwa ibunya bukan hanya ingin mengatur, tetapi juga sedang belajar memahami.
Ibu Mei pun menyampaikan harapannya dengan cara yang lebih hangat ke anak-anaknya. Ia ingin Karen tahu bahwa ibunya bisa menjadi tempat pulang yang aman.
“Anggap aja mama ini temanmu, bukan hanya orang tuamu. Teman curhatmu yang paling bisa dipercaya,” katanya kepada Karen.
BACA JUGA: Saat Ibu Anastasia Sempat Merasa Gagal Menjadi Orangtua
Sejak saat itu, perubahan demi perubahan terjadi. Karen kembali bercerita dan lebih terbuka. Mulai dari cerita soal sekolahnya, gurunya, teman-temannya, juga hal-hal yang dulu mungkin ia simpan sendiri.
Melihat anaknya kembali terbuka, Ibu Mei merasa hubungannya dengan sang anak telah mengalami pemulihan yang sangat berarti.
“Semenjak itu, kita kembali akrab. Anak saya sudah kembali terbuka,” ujarnya.
Kisah Ibu Mei menunjukkan bahwa banyak orang tua rindu membangun kembali kedekatan dengan anak-anak mereka, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana. Melalui The Parenting Project, para orang tua diperlengkapi untuk belajar mendengar, memahami, dan membangun relasi yang lebih sehat di dalam keluarga.
Dukungan Anda dapat menolong lebih banyak keluarga mengalami pemulihan seperti yang dialami Ibu Mei dan Karen. Mari ambil bagian dalam perubahan ini dengan berdonasi untuk The Parenting Project, agar semakin banyak orang tua diperlengkapi dan semakin banyak anak menemukan rumah sebagai tempat yang aman untuk bercerita.
Sumber : Jawaban.com
Live Chat
Phone / SMS
0811 9914 240
0817 0300 5566
Whatsapp
0822 1500 2424