Berhala yang Tak Terlihat

Berhala yang Tak Terlihat

Aprita L Ekanaru Official Writer
153

“Orang-orang ini menjunjung berhala-berhala dalam hatinya dan meletakkan batu sandungan kejahatan di hadapannya; masakan Aku akan membiarkan diri-Ku dimintai petunjuk oleh mereka?”

Yehezkiel 14:3

 

Tuhan tidak hanya memperhatikan apa yang tampak dari luar, tetapi juga apa yang tersembunyi di dalam hati kita. Dalam Yehezkiel 14:3, Tuhan menegur umat-Nya karena mereka membiarkan berhala bertakhta di dalam hati mereka. Berhala ini bukan hanya patung atau benda fisik, tetapi sesuatu yang mengambil posisi Tuhan dalam hidup seseorang.

Di zaman modern, berhala sering kali terselubung dalam bentuk yang tampak “baik” atau “netral”, salah satunya adalah hobi. Hobi pada dasarnya tidak salah. Sepak bola, musik, pekerjaan, pelayanan, atau tokoh inspiratif bisa menjadi sarana sukacita dan pertumbuhan. Namun, masalah muncul ketika hobi tersebut diagungkan secara berlebihan hingga menguasai hati.

Sebagai contoh, ada orang yang begitu mengidolakan klub sepak bola atau seorang pesepakbola sampai emosinya, waktunya, bahkan imannya bergantung pada hasil pertandingan. Kemenangan klub membawa sukacita berlebihan, dan kekalahan bisa membuat marah, kecewa, bahkan menjauh dari Tuhan. Tanpa sadar, hobi itu telah naik pangkat menjadi “tuhan” kecil dalam hidupnya.

Hal yang sama juga bisa terjadi di dunia bisnis dan pemerintahan, ketika uang, jabatan, atau kekuasaan menjadi pusat hidup. Bahkan di dalam gereja, seseorang bisa terjebak mengagungkan seorang pendeta, pemimpin rohani, atau pelayanan tertentu lebih daripada Tuhan sendiri. Ketika figur manusia lebih dipercaya, lebih ditaati, dan lebih dicari daripada Tuhan, di situlah berhala bertakhta di hati.

Saudaraku, Tuhan cemburu atas hati kita, karena Dia begitu mengasihi kita umat-Nya. Sehingga Dia tidak mau kita binasa oleh karena keinginan kita sendiri. Hari ini Dia mengingatkan kita dengan lembut untuk melihat kembali kepada apa yang kita taruh sebagai pusat atas hidup kita - Tuhan atau berhala lain? Ini waktu yang tepat untuk kita mengambil waktu melihat kembali ke kedalaman hidup kita dengan sungguh-sungguh.

 

Doa

Tuhan, selidikilah hatiku. Jika ada sesuatu yang tanpa kusadari telah mengambil posisi-Mu dalam hidupku, aku rindu menyerahkannya kembali kepada-Mu. Ajarku untuk menempatkan Engkau sebagai pusat hidupku, di atas segala hal yang aku sukai, banggakan, dan kejar. Kuduskan hatiku, ya Tuhan. Amin.

Sumber : Jawaban.com

Live Chat

Email

Phone / SMS
0811 9914 240
0817 0300 5566

Whatsapp
0822 1500 2424

Ikuti Kami