“Untuk apa Tuhan menciptakan dosa kalau pada akhirnya Tuhan juga yang harus turun untuk menebus manusia?”
Pertanyaan ini terdengar sederhana, tapi diam-diam mengganggu banyak orang. Mungkin kamu juga pernah memikirkannya, tapi tidak tahu harus bertanya ke siapa. Atau justru pernah mendengar argumen seperti ini, lalu mulai ragu dengan apa yang selama ini kamu percaya.
Ada begitu banyak konten yang mempertanyakan iman Kristen. Banyak juga orang yang membicarakan iman kekristenan meskipun bukan pengikut Kristus.
BACA JUGA: Kenapa Yesus Harus Mati Padahal Dia Tuhan? Ini Alasan Sebenarnya
Maraknya pola seperti ini, membuat kita harus lebih selektif dalam mengelola informasi, termasuk untuk tidak bisa hanya mendengar dari sembarang sumber. Kita perlu belajar dari orang yang benar-benar mengerti, yang tidak hanya tahu secara teori tapi juga hidup di dalamnya.
Salah satunya adalah Evangelis Atma Simanungkalit, yang dikenal aktif menjawab berbagai pertanyaan seputar iman Kristen. Bersama beliau, topik ini dibahas lebih dalam dalam Podcast Cahaya Bagi Negeri.
Pertanyaan pertama yang banyak diajukan adalah: Apakah ada bukti bahwa Yesus adalah Tuhan, bukan sekadar nabi?
Banyak orang terjebak pada satu prinsip. Mereka menunggu Yesus berkata secara langsung, “Aku Tuhan, sembahlah Aku.”
Padahal menurut Atma, cara berpikir seperti ini justru membuat kita melewatkan hal yang jauh lebih penting.
Yesus memang tidak datang dengan kalimat seperti itu. Tapi kalau kita perhatikan, apa yang Dia katakan dan lakukan justru menunjukkan siapa diri-Nya.
BACA JUGA: 12 Ayat Alkitab yang Menyatakan Yesus adalah Tuhan
Saat Yesus berkata bahwa Ia adalah jalan, kebenaran, dan hidup, itu bukan sekadar kata-kata biasa. Saat Ia mengklaim punya kuasa atas hidup, itu juga bukan pernyataan yang bisa diucapkan sembarang orang.
“Itu klaim yang hanya bisa diucapkan oleh Tuhan,” jelas Atma.
Di titik ini, pertanyaannya jadi bergeser. Bukan lagi apakah Yesus pernah mengaku sebagai Tuhan, tapi apakah kita cukup jeli untuk melihat apa yang sebenarnya Dia nyatakan?
Lalu muncul pertanyaan lain yang tidak kalah sering diperdebatkan. Yesus dan Isa, sebenarnya sama atau berbeda?
Banyak orang menginginkan jawaban sederhana dengan “Ya” dan “Tidak”, tetapi kenyataannya tidak sesederhana itu.
“Isa sebagai karakter, sebagai tokoh, diniatkan memang untuk merujuk kepada Yesus yang orang Kristen percaya. Tapi ketika melihat kisah hidupnya, ternyata berbeda,” ungkap Atma.
Perbedaannya bahkan cukup mencolok. Dalam beberapa cerita, Isa bisa berbicara sejak bayi dan tidak mengalami penyaliban. Sementara dalam iman Kristen, Yesus mengalami penyaliban yang menjadi inti dari keselamatan.
Artinya, Yesus dan Nabi Isa bukan cuma beda cerita, tetapi berbicara lebih dalam tentang iman.
BACA JUGA: Kalau Yesus Tuhan, Kenapa Dia Membasuh Kaki Para Murid?
Menariknya, ada perubahan istilah hari besar di Indonesia dari Kenaikan Isa Almasih menjadi Kenaikan Yesus Kristus.
“Menurut saya, hal itu menunjukkan bahwa orang Kristen mulai diakui secara spesifik. Itu langkah yang luar biasa dalam konteks toleransi.”
Lalu muncul pertanyaan lain yang tidak kalah penting.
Apakah Yesus benar-benar membawa sesuatu yang baru?
“Yesus tidak mengubah sesuatu yang baru… tapi Dia berkata, ‘Inilah darah-Ku, perjanjian yang baru yang ditumpahkan untuk menanggung dosamu.’”
Ada kesinambungan. Ada penggenapan. Tapi juga ada makna yang jauh lebih dalam dari yang sering kita pahami selama ini.
BACA JUGA: Benarkah Kekristenan Diciptakan Paulus Ini Jawaban Alkitab yang Sering Terlupakan
Dan semakin dibahas, semakin terasa bahwa banyak hal yang selama ini kita anggap benar, ternyata belum kita pahami sepenuhnya.
Kalau pertanyaan di awal tadi saja belum benar-benar terjawab, mungkin kita memang perlu melihat gambaran yang lebih utuh.
Tonton pembahasan lengkapnya di YouTube Jawaban melalui Podcast Cahaya Bagi Negeri.
Jika Anda rindu mengenal Yesus lebih dalam, tim Layanan Doa CBN akan membantu dan membimbing Anda secara pribadi. Hubungi Layanan Doa CBN via WhatsApp: 0822-1500-2424
Sumber : YouTube Cahaya Bagi Negeri
Live Chat
Phone / SMS
0811 9914 240
0817 0300 5566
Whatsapp
0822 1500 2424