Virus Nipah Kembali Jadi Perhatian Dunia, WHO Perkuat Kesiapsiagaan Global

Virus Nipah Kembali Jadi Perhatian Dunia, WHO Perkuat Kesiapsiagaan Global

Claudia Jessica Official Writer
3200

Munculnya kembali Virus Nipah menjadi perhatian serius dunia internasional. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan telah mengambil sejumlah langkah antisipatif menyusul laporan merebaknya virus tersebut di India, yang dikhawatirkan berpotensi menyebar ke negara lain, termasuk kawasan Asia Tenggara.

Dalam pernyataan resminya, World Health Organization menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan negara-negara berisiko serta berbagai mitra internasional guna memperkuat kesiapan dan respons terhadap wabah Virus Nipah.

WHO menyampaikan telah memberikan panduan teknis serta dukungan dalam berbagai aspek, mulai dari pengawasan epidemiologis, penanganan klinis, layanan laboratorium, hingga langkah pencegahan dan pengendalian infeksi. Selain itu, dukungan juga mencakup logistik, pelatihan tenaga kesehatan, serta keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan.

Lebih lanjut, WHO menekankan pentingnya pengembangan pengetahuan terkait Virus Nipah, termasuk dalam bidang diagnostik dan terapi. Pertukaran keahlian antarnegara serta kegiatan penelitian bersama dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kapasitas global menghadapi virus tersebut.

 

BACA JUGA: Waspada Virus Nipah, Inilah Fakta Penting yang Harus Diketahui

 

WHO menjelaskan bahwa Virus Nipah merupakan virus zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Kelelawar buah diketahui sebagai inang alami virus ini.

Penularan ke manusia dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi seperti kelelawar, babi, atau kuda, maupun melalui konsumsi buah atau produk buah yang terkontaminasi, termasuk jus kurma mentah.

Selain berdampak pada manusia, virus ini juga dapat menyebabkan penyakit serius pada hewan ternak, khususnya babi, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian kesehatan dan ekonomi.

Dari sisi gejala, sebagian penderita Virus Nipah dapat tidak menunjukkan tanda-tanda khusus. Namun, pada banyak kasus, infeksi ditandai dengan demam, gangguan pernapasan, serta gejala yang melibatkan sistem saraf seperti sakit kepala, kebingungan, hingga penurunan kesadaran. Gejala lain yang kerap muncul meliputi menggigil, kelelahan, pusing, muntah, dan diare.

Di Indonesia, pemerintah meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat pengawasan perjalanan internasional, terutama dari negara-negara yang pernah melaporkan kejadian luar biasa (KLB) Virus Nipah, seperti Malaysia, Singapura, India, Bangladesh, dan Thailand.

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benyamin Paulus Octavianus, menegaskan bahwa hingga saat ini Virus Nipah belum terdeteksi masuk ke Indonesia. Meski demikian, langkah antisipasi terus dilakukan guna memastikan kesiapan nasional dalam menghadapi potensi ancaman penyakit menular lintas negara.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi resmi dari otoritas kesehatan terkait perkembangan Virus Nipah.

Sumber : Berbagai Sumber

Related Articles

Live Chat

Email

Phone / SMS
0811 9914 240
0817 0300 5566

Whatsapp
0822 1500 2424

Ikuti Kami