Memiliki Iman yang Tidak Membatasi Kuasa Tuhan

Memiliki Iman yang Tidak Membatasi Kuasa Tuhan

Aprita L Ekanaru Official Writer
7262

Iman seringkali kita pahami sebagai keyakinan kita akan sesuatu. Namun, apakah iman kita justru kadang membatasi cara Tuhan bekerja? Kita sering datang kepada Tuhan dengan doa dan harapan, tetapi di dalam hati, kita sudah menggambar batasan tentang bagaimana seharusnya Tuhan menjawabnya. Kita berkata, “Aku percaya Tuhan sanggup menyembuhkan, asalkan melalui obat dari dokter ini,” atau, “Aku yakin Tuhan akan membuka jalan, asalkan melalui kesempatan kerja yang sedang kutunggu.”

Tanpa disadari, iman seperti ini justru memasung kuasa Tuhan yang tidak terbatas ke dalam kotak pemikiran kita yang sangat terbatas. Kita merencanakan jalan kita, tetapi Tuhanlah yang menentukan langkah kita (Amsal 16:9). Iman yang sejati bukanlah tentang memaksa Tuhan untuk mengikuti skenario kita, melainkan tentang mempercayai bahwa rencana-Nya yang seringkali di luar akal dan logika kitaadalah yang terbaik.

Alkitab penuh dengan contoh orang-orang yang imannya tidak membatasi Tuhan. Pikirkan tentang Abraham. Tuhan berjanji akan memberikannya keturunan yang sangat banyak, seperti bintang di langit, padahal usianya sudah sangat tua dan istrinya, Sara, mandul. Secara manusia, mustahil. Tetapi Abraham “percaya kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran” (Roma 4:3). Ia tidak membatasi Tuhan dengan keterbatasan logika dan kondisi fisiknya. Ia percaya pada janji Tuhan, sekalipun itu tampak mustahil.

Lalu, ada Musa yang berdiri di tepi Laut Merah dengan tentara Mesir di belakangnya. Secara manusia, hanya ada tiga pilihan: tenggelam, ditikam, atau menyerah. Tetapi iman Musa tidak membatasi Tuhan pada ketiga opsi tersebut. Tuhan justru membuka jalan yang sama sekali tidak terpikirkan: membelah laut! (Keluaran 14). Iman Musa mempercayai bahwa Tuhan memiliki jalan yang tidak terlihat oleh mata manusia.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA>>

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami