Apa Itu Kemerdekaan yang Sesungguhnya?

Apa Itu Kemerdekaan yang Sesungguhnya?

Claudia Jessica Official Writer
1498

Setiap bulan Agustus, bangsa Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan dengan penuh semangat. Tapi di balik euforia itu, pernahkah Anda bertanya: “Sudahkah saya benar-benar merdeka?”

Sebab ada jenis kemerdekaan yang jauh lebih dalam dari sekadar terbebas dari penjajahan fisik, yaitu kemerdekaan sejati dalam jiwa.

Dunia ini hanyalah tempat sementara. Cepat atau lambat, setiap orang akan meninggalkannya dan menghadapi pertanyaan terbesar dalam hidup, “Ke mana saya setelah kematian? Surga atau neraka?”

Pertanyaan ini sering diabaikan karena manusia terlalu sibuk mengejar kenyamanan duniawi atau terdistraksi oleh pandangan keliru seperti “hidup hanya sekali,” atau “tidak ada kehidupan setelah mati.”

 

BACA JUGA: Viral! Bendera One Piece Dikibarkan Saat HUT RI, Bagaimana Respon Kita?

 

Padahal, menghindari pertanyaan ini hanya membuat jiwa Anda tetap kosong dan haus.

Perbuatan Baik Tidak Cukup

Banyak orang mencoba mengisi kehampaan batin dengan berbuat baik, rajin beribadah, bahkan menggali berbagai pengetahuan. Namun, sebagaimana dikatakan oleh ilmuwan besar Albert Einstein, “Lebih mudah mengubah sifat plutonium daripada mengubah sifat jahat manusia.”

Dengan kata lain, masalah utama manusia adalah dosa, bukan kurangnya pengetahuan atau perbuatan baik. Dosa memisahkan manusia dari Tuhan dan membuat kita tidak layak masuk surga, sekeras apapun kita berusaha.

Ibaratnya, perbuatan baik itu seperti mencuci pispot dan berharap bisa menggunakannya untuk makan. Tidak peduli sebersih apa pun kita mencucinya, tetap saja tidak layak digunakan. Demikianlah gambaran usaha manusia menutupi dosanya sendiri.

 

BACA JUGA: Sambut Hari Kemerdekaan Indonesia ke-79, Yuk Nyanyikan Lagu Rohani Bertema Kebangsaan

 

Kemerdekaan dalam Kristus Adalah Mujizat Terbesar

Berita baiknya, Anda tidak harus berjuang sendiri. Karena Tuhan tahu Anda tidak akan pernah sanggup, sehingga Ia sendiri turun menjadi manusia dalam pribadi Yesus Kristus, hidup tanpa dosa, dan mati menggantikan hukuman dosa kita.

Inilah yang disebut mujizat keselamatan, kemerdekaan sejati yang tidak Anda dapatkan karena usaha sendiri, tetapi hanya karena kasih karunia Allah.

Ketika Anda percaya dan menerima Yesus sebagai Juruselamat, maka Anda dibebaskan dari hukuman kekal, diampuni, dan mendapatkan kepastian akan hidup kekal di surga. Kekosongan jiwa Anda pun akan terisi oleh hadirat-Nya.

Merdeka untuk Hidup dalam Tujuan Ilahi

Kemerdekaan rohani bukan berarti hidup bebas tanpa batas. Justru sebaliknya, Anda dibebaskan untuk hidup dalam tujuan yang mulia, hidup yang terarah, menjadi terang dan garam dunia.

Itulah kemerdekaan sejati, bukan bebas melakukan apa saja, tapi bebas dari belenggu dosa untuk hidup dalam kasih dan kebenaran Allah.

 

BACA JUGA: Bahan Khotbah dengan tema Hari Kemerdekaan Indonesia

 

Butuh Dukungan untuk Menerima Kemerdekaan Sejati?

Jika Anda rindu mengalami kemerdekaan sejati dalam hidup, Layanan Doa CBN siap membantu Anda. Hubungi kami kapan saja, 24 jam, untuk didoakan, didampingi, dan dikuatkan dalam perjalanan rohani Anda. Anda tidak sendirian. Tuhan mengasihi Anda, dan masih ada harapan hari ini.

WhatsApp Layanan Doa CBN: 0822-1500-2424 atau klik banner di bawah.

Sumber : Berbagai Sumber

Ikuti Kami