Belakangan ini, saya mulai menyadari satu kebiasaan yang ternyata cukup mengganggu. Mau makan, tangan refleks mengambil HP. Mau tidur, niatnya cuma cek sebentar, tapi tahu-tahu sudah scrolling cukup lama. Bahkan beberapa hal ikut tertunda karena perhatian malah terseret ke konten yang sebenarnya tidak penting dan tidak mendesak.
Awalnya saya pikir, “Ah, mungkin cuma kebiasaan biasa.” Tapi semakin diperhatikan, kok rasanya makin susah untuk meletakkan HP dan benar-benar fokus pada apa yang sedang dikerjakan.
Apakah Anda juga pernah, atau bahkan sedang mengalami hal yang sama?
Kalau iya, kebiasaan seperti ini belakangan sering dikaitkan dengan fenomena yang disebut smartphone brain.
BACA JUGA: Stop main HP Saat Buang Air di Toilet Kalau Gak Mau Kena Penyakit Ini!
Apa Itu Smartphone Brain dan Kenapa Kita Jadi Sulit Fokus?
Melansir Detik Health, Dokter Spesialis Bedah Saraf Dr Gaurav Batra menjelaskan bahwa penggunaan layar yang tidak terkontrol dapat berkaitan dengan gangguan konsentrasi, pola tidur, sampai kebiasaan sehari-hari.
Salah satu yang disorot adalah task switching, yaitu kebiasaan berpindah-pindah aktivitas dalam waktu singkat. Kita sedang bekerja, lalu ada notifikasi masuk. Setelah membukanya, lanjut melihat media sosial. Beberapa menit kemudian baru kembali ke pekerjaan awal.
Kalau terus terjadi, perhatian kita jadi mudah terpecah. Apalagi dengan video pendek, notifikasi, dan konten baru yang seolah tidak ada habisnya. Tanpa sadar, kita jadi terbiasa mencari stimulasi berikutnya dan semakin sulit bertahan pada satu aktivitas.
Bukan Cuma Fokus, Tidur dan Tubuh Juga Bisa Ikut Terganggu
Pernah berniat tidur lebih cepat, tapi akhirnya malah scrolling sampai larut? Lagi-lagi, banyak dari kita mungkin relate.
Mengutip Detik Health, Dr Batra menjelaskan bahwa persoalannya bukan hanya cahaya dari layar. Konten yang terus kita lihat membuat otak tetap aktif, sehingga kita terdorong untuk terus membuka HP dan menunda waktu tidur.
BACA JUGA: Mau Berhenti Konsumsi Gula? Keputusan Baik, Ini yang Akan Terjadi Pada Tubuh Anda
Terlalu lama menatap layar juga bisa membuat mata lelah, sementara posisi menunduk dalam waktu lama membuat leher dan bahu tegang. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat ikut memicu sakit kepala.
Kalau gangguan tidur, sulit fokus, atau sakit kepala terus terjadi dan semakin mengganggu aktivitas, jangan ragu mencari bantuan medis.
Jangan-jangan, Ini Juga Soal Penguasaan Diri?
Bagi orang percaya, fenomena ini rasanya juga layak dilihat dari sisi spiritual seperti penguasaan diri.
Galatia 5:22-23 menyebut penguasaan diri sebagai bagian dari buah Roh. Dalam 1 Korintus 6:12, Paulus juga mengatakan, “...aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.”
Tentu smartphone bukan sesuatu yang buruk. Kita membutuhkannya untuk bekerja, berkomunikasi, mencari informasi, bahkan untuk hal-hal yang membantu pertumbuhan rohani.
Namun, mungkin kita perlu melakukan refleksi. Apakah kita masih memakai HP sesuai kebutuhan, atau justru sudah sulit berhenti meskipun tahu ada hal lain yang seharusnya dilakukan?
Yuk Kita Perbaiki Kebiasaan Ini
Tidak harus langsung melakukan perubahan besar. Kita bisa mulai dengan meletakkan HP saat makan, mematikan notifikasi yang tidak penting, berhenti scrolling satu jam sebelum tidur, atau menyediakan beberapa waktu dalam sehari tanpa layar.
Termasuk ketika berdoa dan membaca Firman. Mungkin sesekali kita perlu sengaja menjauhkan HP agar perhatian kita benar-benar hadir di hadapan Tuhan.
BACA JUGA: Fenomena Cluttering dan Decluttering yang Pengaruhi Kesehatan Mental, Kamu Perlu Tahu
Perlu dipahami bahwa penguasaan diri bukan berarti menolak teknologi. Kita hanya sedang belajar menempatkannya kembali pada posisi yang tepat, yaitu sebagai alat yang kita gunakan, bukan sesuatu yang perlahan menguasai waktu dan perhatian kita.
Kalau kamu merasa mulai terikat dengan kebiasaan scrolling, sudah mencoba mengurangi waktu main HP tetapi tetap kembali ke pola yang sama, mungkin ini saatnya berhenti berjuang sendirian dan mulai membawa pergumulan itu kepada Tuhan.
Jika kamu mau lepas dari keterikatan ini dan butuh teman untuk membawa pergumulan tersebut dalam doa, kamu bisa menghubungi Layanan Doa Sahabat24 melalui WhatsApp di 0822-1500-2424 atau Live Chat di pojok kanan bawah halaman ini.
Tidak harus menunggu sampai kebiasaan ini terasa semakin menguasai hidup. Mungkin langkah pertamamu hari ini dengan sederhana mengakui, “Saya ingin berubah, tapi saya butuh pertolongan.”
Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!