Aku pernah sangat yakin bahwa keyakinanku yang lama adalah satu-satunya jalan yang benar. Bukan sekadar ikut-ikutan keluarga, aku benar-benar mendalaminya, membelanya, bahkan punya banyak alasan untuk menolak dan membenci Yesus.
Saat itu, buatku, menerima Yesus sebagai Tuhan terasa sangat berat. Aku punya banyak pertanyaan, banyak penolakan, dan jujur saja, ada rasa dendam yang dalam karena berbagai hal yang pernah aku dengar dan alami.
Sampai suatu hari, aku ikut pelayanan di Madiun. Sebenarnya aku datang bukan karena ingin mencari Tuhan. Aku ikut hanya untuk bekerja secara profesional. Dalam hati, aku masih keras. Aku masih merasa, “Ini bukan aku. Kok saya bisa ada di sini?”
Waktu itu aku sedang merekam sebuah acara. Ada lagu yang dinyanyikan, dan tiba-tiba sesuatu terjadi. Aku menangis tanpa bisa aku tahan. Hati yang sebelumnya keras, penuh emosi, dan menolak, tiba-tiba seperti runtuh begitu saja.
Tapi setelah itu, aku belum langsung percaya Tuhan Yesus. Aku masih menolak atau denial. Aku masih berpikir mungkin itu hanya emosi, mungkin karena lagunya menyentuh, atau mungkin itu ujian iman. Aku sempat menolak pengalaman itu dan berusaha melupakannya.
Namun beberapa bulan kemudian, aku mengalami sesuatu yang tidak bisa aku abaikan. Aku bermimpi bertemu Tuhan Yesus.
Dalam mimpi itu, aku melihat sosok-Nya begitu jelas. Awalnya aku takut, karena aku sadar selama ini aku pernah menghina dan menolak Dia. Tapi yang terjadi justru berbeda dari yang aku bayangkan. Dia datang mendekat, memeluk aku, dan berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja.
“Aku maafin kamu. Udah gak apa-apa ya,” itu kata Tuhan di dalam mimpi aku.
Tapi karena aku cukup taat sama agamaku yang sebelumnya, dan takut akan penolakan banyak orang, aku menyangkal mimpi itu. Tapi mimpi berikutnya datang lagi. Kali ini Yesus berdiri di depan pintu gereja dan berkata, “Zio, come back home ya. Aku mau kamu pulang.”
Suara itu sangat jelas, dan aku tahu Tuhan Yesus nunggu aku pulang kepada-Nya. Akhirnya aku mulai goyah. Tapi aku punya banyak pertimbangan dan aku tahu risikonya besar. Keluarga bisa kaget, reputasiku bisa hancur, dan orang-orang bisa menghakimi aku.
Tapi semakin aku mencoba melupakan-Nya, semakin aku justru mengingat Yesus.
Cerita lengkap perjalananku mengenal dan menerima Yesus bisa kamu tonton di YouTube Superyouth.
Kalau kamu sedang ada di fase seperti Zeo, mempertanyakan banyak hal, bingung dengan apa yang kamu percaya, takut mengecewakan keluarga, atau merasa kehilangan arah karena pergumulan iman yang kamu alami, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian.
Kamu bisa cerita dengan aman ke Layanan Doa Sahabat24, karena apapun yang kamu bagikan akan didengarkan tanpa menghakimi dan dijaga kerahasiaannya. Hubungi WhatsApp 0822-1500-2424 atau klik tombol Live Chat di pojok kanan bawah kapanpun kamu butuh teman untuk mendengarkan dan mendoakanmu.
Sumber : YouTube SuperyouthIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!