Penelitian tentang Formasi Durupinar, lokasi berbentuk perahu di dekat Gunung Ararat, Türkiye, kembali menarik perhatian. Pada 2026, proyek penelitian geologi dan arkeologi di tempat yang selama ini sering dikaitkan dengan Bahtera Nuh akhirnya memasuki tahap baru. Pengeboran inti mulai dilakukan untuk melihat apa yang sebenarnya tersembunyi di bawah permukaannya.

Lokasi ini berada di Distrik Doğubayazıt, Provinsi Ağrı, Türkiye. Bentuknya yang menyerupai kapal sudah lama membuat banyak orang penasaran, terlebih karena panjangnya mencapai sekitar 515 kaki atau 157 meter. Ukuran tersebut dinilai menarik karena dianggap mendekati gambaran Bahtera Nuh yang dicatat dalam Kejadian 6.
Meski begitu, sampai saat ini belum ada kesimpulan ilmiah yang memastikan bahwa Formasi Durupinar benar-benar merupakan sisa Bahtera Nuh.
Penelitian Resmi Mulai Dilakukan
Proyek ini dipimpin oleh Prof. Dr. Cenker Atila dari Departemen Arkeologi Sivas Cumhuriyet University dan dijalankan bersama Noah's Ark Scans.

Setelah bertahun-tahun hanya diteliti dengan metode non-invasif, proyek ini kini telah mendapat persetujuan resmi dari pemerintah Türkiye untuk melakukan penelitian geologi dan arkeologi lebih lanjut.
Tim peneliti menggunakan berbagai teknologi, mulai dari Ground Penetrating Radar (GPR), Electrical Resistivity Tomography (ERT), LiDAR, hingga pengeboran inti. Melalui proses ini, para peneliti berharap bisa mendapatkan sampel langsung dari bawah permukaan dan mengetahui material apa yang sebenarnya membentuk struktur tersebut.
Ada Struktur Aneh di Bawah Tanah?

Rasa penasaran terhadap Durupinar bukan hanya karena bentuknya yang menyerupai bahtera nabi Nuh. Penelitian sebelumnya juga menemukan sejumlah pola bawah tanah yang dianggap tidak biasa.
Noah's Ark Scans melaporkan adanya struktur linear, sudut siku-siku, koridor, hingga bagian yang menyerupai ruangan di dalam formasi tersebut. Temuan inilah yang kemudian mendorong dilakukannya penelitian lebih lanjut.
Formasi Durupinar sendiri pertama kali diketahui pada 1959, setelah Kapten İlhan Durupınar melihat bentuk unik tersebut dari foto pengintaian udara di wilayah timur Türkiye.
Terlepas dari apakah Formasi Durupınar nantinya terbukti memiliki hubungan dengan Bahtera Nuh atau tidak, penelitian ini tetap menarik untuk diikuti. Terlabih bagi orang percaya, kisah Nuh bukan sekadar cerita tentang sebuah kapal besar, tetapi bagian dari sejarah iman yang berbicara tentang ketaatan, penghakiman, keselamatan, dan janji Tuhan kepada manusia.
Penelitian seperti ini membuka kesempatan untuk melihat lebih dekat jejak sejarah dan kondisi dunia kuno, sekaligus membantu kita memahami konteks di balik kisah Bahtera Nuh yang telah dikenal selama ribuan tahun.
Sumber : noahsarkscans.com
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!