“Saya Sudah Capek” — Perjalanan Ibu Sintike Saat Rumah Tangganya Hampir Hancur

Impact Story / 23 September 2026

“Saya Sudah Capek” — Perjalanan Ibu Sintike Saat Rumah Tangganya Hampir Hancur
Sumber: Jawaban.com
Aprita L Ekanaru Official Writer
2050

“Tuhan, saya ini lelah. Saya capek juga dengan situasi yang sementara ini saya alami.”

Kalimat itu keluar dari hati Ibu Sintike ketika rumah tangganya berada di salah satu titik terberat.

Suaminya telah meninggalkan rumah. Hampir dua bulan ia tidak bertemu anak-anak. Komunikasi dengan keluarga terputus, bahkan Ibu Sintike dan kedua anaknya diblokir. Sementara itu, kebutuhan kedua anak laki-lakinya yang berusia 15 dan 13 tahun harus ia tanggung sendiri.

 

BACA JUGA: Dua Kali Di-PHK dalam Setahun, Pak Ferry Tidak Menyangka Tuhan Menyiapkan Ini

 

Yang semakin membuat hatinya hancur adalah melihat kekecewaan anak-anak terhadap ayah mereka. Anak sulungnya bahkan pernah berkata bahwa jika kedua orang tuanya benar-benar berpisah, ia memilih pergi dari rumah dan mencari pekerjaan sendiri.

Semua itu bermula dari sebuah kecurigaan.

Suatu hari, Ibu Sintike melihat foto profil suaminya bersama seorang perempuan. Ketika ia bertanya, jawaban suaminya berubah-ubah. Perasaan bahwa ada sesuatu yang tidak beres pun semakin kuat.

Ibu Sintike mencoba mencari tahu melalui media sosial. Namun ia sadar bahwa dirinya belum memiliki bukti yang cukup dan tidak ingin sembarangan menuduh. Karena itu, di tengah segala pertanyaan yang belum terjawab, ia memilih membawa pergumulannya kepada Tuhan.

“Saya ada dalam pergumulan terus berdoa. Akhirnya Tuhan kasih jawaban itu.”

Dalam beberapa kesempatan ketika membaca Alkitab, Ibu Sintike merasa dikuatkan untuk tetap percaya pada pemulihan dan menyerahkan perjuangannya kepada Tuhan.

Hingga suatu malam setelah berdoa, ia kembali menemukan petunjuk melalui media sosial yang semakin memperjelas apa yang selama ini dicurigainya.

Fakta yang ditemukan memang menyakitkan. Namun bagi Ibu Sintike, ada sisi lain dari kejadian itu. Ia merasa Tuhan sedang menjawab doanya dan menunjukkan kebenaran yang selama ini ia minta.

“Kalau memang Tuhan mau pulihkan kami, saya percaya Tuhan akan tunjukkan bukti-bukti semua itu.”

Di tengah masa tersebut, Ibu Sintike menonton tayangan SOLUSI. Salah satu kesaksian yang ia saksikan bercerita tentang seorang istri yang ditinggalkan suaminya demi perempuan lain, tetapi kemudian mengalami pemulihan rumah tangga.

Kisah itu seperti berbicara langsung kepadanya.

“Kalau Tuhan tolong ibu itu, berarti Tuhan juga akan tolong saya.”

Harapan tersebut kemudian mendorong Ibu Sintike menghubungi Layanan Doa Sahabat24. Ia ingin memiliki tempat untuk menceritakan pergumulannya dan mendapatkan dukungan doa.

“Saya ingin mengalami pemulihan yang sama. Saya ingin bercerita dan ingin didoakan.”

Setelah berbagi cerita dan didoakan, Ibu Sintike mengaku merasa lebih tenang. Masalahnya memang belum langsung selesai, tetapi ia merasa memiliki kekuatan untuk terus melewati proses tersebut.

Perlahan, keadaan mulai berubah.

Suaminya mulai kembali ke rumah. Pada awalnya, komunikasi di antara mereka masih terbatas. Hingga kemudian Ibu Sintike kembali menemukan bukti komunikasi antara suaminya dan perempuan tersebut.

Kali ini, sebuah percakapan serius terjadi. Suaminya meminta maaf dan mengatakan tidak akan lagi melanjutkan hubungan tersebut. Ia juga mengajak Ibu Sintike untuk meninggalkan luka masa lalu, saling memaafkan, dan membangun kembali kepercayaan.

“Dia bilang, mari kita dua sama-sama memaafkan diri kita sendiri dan juga memaafkan orang lain yang menyakiti kita.”

Mereka pun sepakat untuk lebih terbuka dan tidak lagi menyembunyikan sesuatu satu sama lain.

Bagi Ibu Sintike, perubahan terbesar bukan hanya ketika suaminya kembali ke rumah. Ia melihat suaminya mulai kembali mendekat kepada Tuhan dan terlibat dalam pelayanan gereja.

“Perubahan yang paling saya lihat itu, dia sekarang lebih dekat dengan Tuhan.”

Dari perjalanan panjang tersebut, Ibu Sintike menyadari bahwa berbagai usaha manusia tidak selalu mampu menyelesaikan semuanya.

“Saya sudah mencoba banyak cara secara manusia, tapi saya merasa semua sia-sia. Ketika saya datang sungguh-sungguh kepada Tuhan, Tuhan buka jalan yang tidak pernah saya pikirkan.”

Hari ini, Ibu Sintike memandang masa ketika ia pernah berkata, “Saya sudah capek,” dengan cara yang berbeda. Bukan karena perjalanan itu mudah, tetapi karena di tengah titik ketika ia merasa tidak lagi memiliki banyak kekuatan, ia melihat bahwa harapan ternyata belum berakhir.

 

BACA JUGA: Saat Rumah Tangganya Hancur, Satu Percakapan Mengubah Hidup Yohan

 

Kalau kamu juga sedang melewati masa yang berat dalam rumah tangga dan merasa sudah lelah menghadapi semuanya, kamu tidak perlu menyimpan pergumulan itu sendirian. Layanan Doa Sahabat24 hadir sebagai tempat untuk bercerita, mendapatkan penguatan, dan didampingi dalam doa selama proses yang sedang kamu jalani.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?