Dalam pernikahan, suami dan istri saling memberi pengaruh yang besar. Sikap, perkataan, keputusan, dan cara merespons pasangan dapat membawa dampak yang panjang dalam kehidupan rumah tangga.
Alkitab juga mencatat banyak kisah tentang istri dalam Alkitab yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan suaminya. Ada istri yang menjadi rekan seperjalanan, pemberi hikmat, pembawa ketenangan, hingga penolong ketika suaminya mengambil keputusan yang keliru. Namun ada juga contoh yang memperlihatkan bagaimana perkataan dan sikap yang salah justru dapat memperburuk keadaan.
Berikut tujuh istri dalam Alkitab yang berpengaruh besar pada kehidupan suaminya dan pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah mereka.
BACA JUGA: Bukan Hanya Debora, Ini 13 Perempuan Pemimpin dalam Alkitab
1. Sara Membentuk Perjalanan Iman Abraham
Ketika Tuhan memanggil Abraham untuk meninggalkan negerinya dan pergi ke tempat yang belum diketahuinya, Sara ikut meninggalkan kehidupan yang selama ini mereka kenal (Kejadian 12:1–5).
Perjalanan mereka tidak selalu mudah. Ada masa menunggu janji Tuhan yang sangat panjang, perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, serta berbagai pergumulan dalam keluarga. Sara sendiri bukan pribadi yang sempurna dan beberapa kali mengambil keputusan yang keliru.
Namun ia tetap berjalan bersama Abraham sampai mereka melihat janji Tuhan digenapi melalui kelahiran Ishak.
Pengaruh Sara bagi Abraham: Sara menjadi teman seperjalanan dalam panggilan Tuhan. Abraham tidak menjalani perjalanan iman itu sendirian. Bahkan penggenapan janji Tuhan kepada Abraham juga melibatkan Sara sebagai ibu dari Ishak.
2. Priskila Menjadi Rekan Pelayanan Akwila
Priskila dan Akwila adalah salah satu pasangan dalam Alkitab yang sering disebut bersama. Mereka bekerja sebagai pembuat kemah, melayani bersama Paulus, membuka rumah bagi jemaat, dan bersama-sama membimbing Apolos agar memahami jalan Allah dengan lebih teliti (Kisah Para Rasul 18:2–3, 24–26).
Priskila tidak digambarkan hanya sebagai istri yang berada di belakang suaminya. Ia terlibat aktif bersama Akwila dalam pekerjaan dan pelayanan.
Pengaruh Priskila bagi Akwila: Priskila menjadi rekan yang berjalan searah dengan suaminya. Kebersamaan mereka membuat pekerjaan dan pelayanan mereka berdampak bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi pertumbuhan jemaat mula-mula.
3. Abigail Menyelamatkan Nabal dari Akibat Keputusannya
Nabal dikenal sebagai orang yang kasar dan jahat kelakuannya. Ketika Daud meminta bantuan setelah orang-orangnya menjaga para gembala Nabal, Nabal justru merespons dengan hinaan.
Sikap itu membuat Daud marah dan berniat membinasakan kaum laki-laki dalam rumah Nabal. Ketika Abigail mengetahui apa yang terjadi, ia segera bertindak. Ia membawa makanan, menemui Daud, merendahkan diri, dan berbicara dengan penuh hikmat (1 Samuel 25:14–35).
Daud akhirnya mengurungkan niatnya.
Pengaruh Abigail bagi Nabal: Hikmat Abigail menyelamatkan suaminya dan keluarganya dari akibat yang lebih besar. Kisah ini menunjukkan bahwa sikap istri yang bijaksana dapat menjadi perlindungan ketika suami mengambil keputusan yang salah.
4. Istri Manoah Membawa Ketenangan bagi Suaminya
Setelah Manoah dan istrinya mengalami perjumpaan dengan Malaikat TUHAN, Manoah menjadi takut. Ia berkata kepada istrinya, “Kita pasti mati, sebab kita telah melihat Allah” (Hakim-hakim 13:22).
Namun istrinya merespons dengan tenang. Ia mengingatkan bahwa jika Tuhan benar-benar hendak membunuh mereka, Tuhan tidak akan menerima korban persembahan mereka atau menyampaikan janji mengenai kelahiran anak mereka.
Pengaruh istri Manoah bagi suaminya: Ketika Manoah dikuasai ketakutan, istrinya menolongnya melihat keadaan dengan lebih jernih. Perkataannya membawa ketenangan dan mengarahkan kembali perhatian suaminya kepada janji Tuhan.
BACA JUGA: Jangan Sampai Proses Ini Membuatmu Pahit, Ini Cara Menjaga Hati Tetap Benar
5. Elisabet Meneguhkan Zakharia untuk Tetap Taat
Ketika anak Elisabet dan Zakharia lahir, keluarga mereka ingin memberi bayi itu nama Zakharia sesuai nama ayahnya. Namun Elisabet berkata tegas bahwa anak itu harus dinamai Yohanes (Lukas 1:60).
Nama tersebut sesuai dengan pesan yang sebelumnya disampaikan malaikat kepada Zakharia. Ketika Zakharia kemudian menulis, “Namanya adalah Yohanes,” mulutnya terbuka dan ia kembali dapat berbicara (Lukas 1:63–64).
Pengaruh Elisabet bagi Zakharia: Elisabet berdiri sejalan dengan firman Tuhan yang telah diterima suaminya. Ia tidak mengikuti tekanan keluarga, tetapi tetap memegang apa yang Tuhan kehendaki bagi anak mereka.
6. Mikhal Membuat Hubungannya dengan Daud Semakin Jauh
Tidak semua kisah istri dalam Alkitab memberikan contoh positif. Mikhal, istri Daud, menjadi salah satunya.
Ketika Daud menari dengan penuh sukacita di hadapan Tuhan saat tabut Tuhan dibawa ke Yerusalem, Mikhal melihatnya dari jendela dan memandang rendah Daud dalam hatinya. Ketika Daud pulang untuk memberkati keluarganya, Mikhal justru menyambutnya dengan perkataan yang merendahkan (2 Samuel 6:16, 20).
Daud kemudian membela tindakannya di hadapan Tuhan.
Pengaruh Mikhal bagi Daud: Alih-alih menjadi tempat penerimaan bagi suaminya, Mikhal justru merespons sukacita Daud dengan penghinaan. Percakapan tersebut memperlihatkan bagaimana sikap merendahkan dapat menciptakan jarak dalam hubungan suami istri.
7. Istri Ayub Menambah Tekanan Saat Suaminya Terpuruk
Ayub mengalami kehilangan yang sangat berat. Hartanya lenyap, anak-anaknya meninggal, dan tubuhnya dipenuhi penyakit.
Di tengah keadaan tersebut, istrinya berkata, “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!” (Ayub 2:9).
Ayub tidak mengikuti perkataan itu. Ia memilih tetap mempertahankan imannya kepada Tuhan.
Pengaruh istri Ayub bagi suaminya: Saat Ayub berada di titik terendah, perkataan istrinya bukan menjadi penguatan, tetapi justru menambah tekanan. Kisah ini memperlihatkan betapa besar pengaruh perkataan pasangan ketika seseorang sedang berada dalam masa yang sulit.
BACA JUGA: Jangan Bunuh Diri, Ada Pribadi yang Mau Mendengar Kamu Tanpa Menghakimi
Istri dalam Alkitab Menunjukkan Besarnya Pengaruh dalam Pernikahan
Dari tujuh kisah ini, kita dapat melihat bahwa istri dalam Alkitab memiliki pengaruh yang besar terhadap kehidupan suaminya. Sara berjalan bersama Abraham dalam panggilannya, Priskila menjadi rekan Akwila, Abigail bertindak dengan hikmat, sementara istri Manoah membawa ketenangan di tengah ketakutan.
Sebaliknya, kisah Mikhal dan istri Ayub menunjukkan bahwa perkataan yang merendahkan atau melemahkan juga dapat memberi dampak besar dalam pernikahan.
Sebagai istri, kita memiliki kesempatan untuk menjadi penolong yang membawa pengaruh positif dalam kehidupan suami melalui doa, perkataan yang membangun, hikmat, dan kesediaan untuk bertumbuh bersama. Ketika perjalanan pernikahan terasa berat dan Anda membutuhkan kekuatan untuk tetap menjadi pasangan yang membangun, Layanan Doa Sahabat24 siap mendengarkan dan berdoa bersama Anda. Hubungi kami melalui WhatsApp di 0822 1500 2424.
Sumber : Jawaban.comIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!