Bawa Sajam, Warga Bubarkan Ibadah GKPI di Tangerang dan Persoalkan Izin

News / 22 September 2026

Bawa Sajam, Warga Bubarkan Ibadah GKPI di Tangerang dan Persoalkan Izin
Sumber: Instagram (@davidherson_official)
Claudia Jessica Official Writer
1472

Aksi pembubaran ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia atau GKPI terjadi di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu, 20 September 2026.

Sejumlah warga mendatangi rumah yang digunakan jemaat untuk beribadah dan meminta kegiatan dihentikan. Dalam video yang kemudian viral di media sosial, salah seorang warga terlihat membawa sajam (senjata tajam) yang diduga berupa golok.

“Saya gak mau tau, tutup sekarang sampai selamanya. Saya pemuda, yang memimpin pemuda,” ujar salah satu warga.

Polisi Turun Tangan dan Fasilitasi Mediasi

Setelah menerima laporan, Polresta Tangerang mengerahkan personel untuk mengamankan lokasi dan mencegah situasi berkembang menjadi bentrokan.

 

BACA JUGA: FKUB dan Kemenag Sudah Setuju, Tapi Warga Masih Menolak Izin Gereja Toraja

 

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, “Kami hadir untuk mengamankan situasi dan memastikan tidak terjadi hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas.”

Polisi kemudian memfasilitasi musyawarah yang melibatkan pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan GKPI. Selama proses tersebut berlangsung, lokasi ibadah sempat tidak digunakan untuk mencegah potensi gesekan lebih lanjut.

Dipersoalkan Warga, Kemenag Tegaskan Rumah Doa Sah Digunakan

Persoalan izin menjadi salah satu isu utama dalam pembubaran ibadah tersebut. Namun, Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kerukunan, Gugun Gumilar, menjelaskan bahwa tempat tersebut merupakan rumah doa dan telah memiliki Surat Keterangan Lapor dari Kementerian Agama Kabupaten Tangerang.

 

BACA JUGA: Kabar Gembira, Menag Yaqut Akan Coret Hal Ini Untuk Permudah Izin Rumah Ibadah

 

“Ini Surat Keterangan Lapor sudah ada... dan ini sah untuk melakukan ibadah,” tegas Gugun dalam proses mediasi.

Ia menjelaskan bahwa ketentuan rumah doa berbeda dengan pembangunan gereja sebagai rumah ibadah permanen yang membutuhkan proses perizinan lebih panjang. Gugun juga menegaskan bahwa rumah doa tersebut dapat kembali digunakan.

“Negara dan pemerintah hadir untuk semua umat,” ujarnya.

Pelaku yang Membawa Sajam Sampaikan Permintaan Maaf

Proses mediasi kemudian berujung pada kesepakatan damai. Warga berinisial A.C., yang terlihat membawa sajam dalam video, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas tindakannya.

“Dengan kekhilafan saya pribadi dengan kejadian tadi siang, saya menyesalinya dengan sebenar-benarnya,” kata A.C. saat mediasi.

Ia juga meminta maaf jika tindakannya telah menimbulkan keresahan maupun rasa takut bagi jemaat. Pihak kepolisian membenarkan adanya permintaan maaf serta kesepakatan yang dicapai melalui musyawarah.

 

BACA JUGA: Kaleidoskop 2025 Tantangan Kebebasan Beribadah Umat Kristen di Indonesia

 

Kepolisian memastikan situasi di wilayah tersebut telah kembali kondusif dan meminta seluruh pihak mengedepankan dialog serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial.

Sebagai orang percaya yang hidup di tengah bangsa yang majemuk, kita dipanggil untuk membawa damai dan menghormati sesama. Menjadi bagian dari kelompok mayoritas seharusnya bukan alasan untuk menekan, melainkan kesempatan untuk memberi teladan dalam kasih, toleransi, dan penguasaan diri. Perbedaan tidak seharusnya diselesaikan dengan ancaman atau kekerasan, tetapi dengan dialog yang mencerminkan kasih Kristus.

 

Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?