Seorang raja tidak pernah membuat keputusan hanya untuk dirinya sendiri. Ketika ia berada di posisi tertinggi, pilihan yang dibuatnya bisa menentukan arah kehidupan ribuan bahkan jutaan orang.
Hal ini terlihat jelas dalam sejarah Israel dan Yehuda. Alkitab mencatat sejumlah raja yang awalnya memiliki kekuasaan besar, tetapi karena ketidaktaatan, penyembahan berhala, kesombongan, atau keputusan politik yang keliru, bangsanya ikut menanggung akibatnya.
Ada yang membuat kerajaan terpecah. Ada yang menyeret rakyat kepada penyembahan berhala. Ada pula yang pemerintahannya berakhir dengan kota dihancurkan dan rakyat dibawa sebagai tawanan. Siapa saja mereka?
1. Raja Saul (1 Samuel 15:1–28)
Saul adalah raja pertama Israel. Namun pemerintahannya perlahan runtuh karena ketidaktaatannya kepada Tuhan.
Salah satu titik penting terjadi ketika Saul diperintahkan menghadapi bangsa Amalek. Ia tidak menjalankan perintah Tuhan sepenuhnya dan membiarkan Raja Agag serta ternak terbaik tetap hidup. Ketika ditegur Samuel, Saul bahkan mengakui bahwa ia takut kepada rakyat dan mengikuti keinginan mereka.
Akibatnya, Tuhan menolak Saul sebagai raja dan kerajaannya tidak diteruskan kepada keturunannya.
BACA JUGA: Matius 6:33 Ternyata Bukan Hanya Soal Berkat, Tapi Tentang Misi
2. Raja Salomo (1 Raja-raja 11:1–13)
Salomo dikenal sebagai salah satu raja paling bijaksana dalam Alkitab. Di bawah pemerintahannya, Israel mengalami kemakmuran dan Bait Allah berdiri di Yerusalem.
Namun masa tuanya justru menjadi awal kehancuran kerajaan yang ia bangun.
Istri-istri asing Salomo membuat hatinya berpaling kepada allah-allah lain. Ia bahkan membangun tempat penyembahan bagi dewa-dewa bangsa lain. Karena itu, Tuhan menyatakan bahwa kerajaan akan dikoyakkan dari keluarganya.
Hukuman tersebut tidak terjadi sepenuhnya selama Salomo hidup karena Tuhan mengingat Daud, tetapi setelah kematiannya Israel akhirnya terpecah.
3. Raja Rehabeam (1 Raja-raja 12:1–20)
Setelah Salomo meninggal, anaknya Rehabeam naik takhta.
BACA JUGA: Bukan Hanya Debora, Ini 13 Perempuan Pemimpin dalam Alkitab
Rakyat meminta agar beban berat yang diberikan Salomo diringankan. Para tua-tua menasihati Rehabeam agar mendengarkan rakyat, tetapi ia justru memilih mengikuti nasihat orang-orang muda yang tumbuh bersamanya.
Rehabeam bahkan mengancam akan membuat beban rakyat lebih berat.
Keputusan tersebut memicu pemberontakan besar hingga akhirnya sepuluh suku Israel meninggalkan keluarga Daud dan kerajaan yang sebelumnya bersatu akhirnya terpecah menjadi Kerajaan Israel di utara dan Kerajaan Yehuda di selatan.
4. Raja Yerobeam (1 Raja-raja 12:25–33; 1 Raja-raja 14:7–16)
Setelah kerajaan terpecah, Yerobeam menjadi raja pertama Kerajaan Israel di utara.
Namun ia takut rakyatnya kembali kepada Rehabeam jika terus beribadah ke Yerusalem. Karena itu, Yerobeam membuat dua patung anak lembu emas dan menempatkannya di Betel dan Dan.
Tindakan ini bukan hanya dosa pribadi seorang raja. Yerobeam menciptakan sistem penyembahan yang kemudian menyeret bangsa Israel jauh dari Tuhan.
Bahkan dalam kisah raja-raja Israel berikutnya, muncul berulang kali ungkapan bahwa mereka mengikuti “dosa Yerobeam bin Nebat yang mengakibatkan orang Israel berdosa.”
Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!