Influenza A Lagi Ramai, Apa Bedanya dengan Flu Biasa dan Kapan Harus ke Dokter?

Health / 18 September 2026

Influenza A Lagi Ramai, Apa Bedanya dengan Flu Biasa dan Kapan Harus ke Dokter?
Sumber: Canva Teams | KlingSup
Claudia Jessica Official Writer
1463

Belakangan ini, Influenza A ramai diperbincangkan di media sosial. Ada yang mengeluhkan demam, badan sakit, batuk, hingga kondisi tubuh yang terasa jauh lebih lemas dibandingkan saat terkena flu biasa. Lalu, apakah kasus Influenza A memang sedang meningkat di Indonesia?

Data terbaru Kementerian Kesehatan RI menunjukkan adanya peningkatan proporsi influenza. Hingga 12 September 2026, proporsi influenza pada minggu ke-35 tercatat mencapai 38 persen, naik dari 22 persen pada minggu sebelumnya.

Dari 175 spesimen yang diperiksa, ditemukan 66 kasus positif influenza. Sebanyak 63 di antaranya merupakan Influenza A(H1N1)pdm09, dua kasus A(H3N2), dan satu Influenza B Victoria. Data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring pembaruan surveilans.

Namun, meningkatnya pembicaraan tentang Influenza A bukan berarti ada virus baru yang tiba-tiba muncul. Influenza A memang merupakan salah satu jenis virus influenza yang sudah lama bersirkulasi pada manusia.

Influenza A Itu Apa?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, influenza musiman paling sering disebabkan oleh virus Influenza A dan B. Untuk Influenza A, subtipe yang saat ini umum bersirkulasi pada manusia adalah A(H1N1)pdm09 dan A(H3N2).

 

BACA JUGA: Gampang Sakit Bikin Harimu Berantakan? Mungkin Ini Pemicunya. Hati-hati Loh!

 

Di Indonesia sendiri, data Kemenkes menunjukkan A(H1N1)pdm09 menjadi subtipe yang paling banyak ditemukan dalam surveilans terbaru. Jadi, menemukan kasus Influenza A bukanlah sesuatu yang sama sekali baru.

Indonesia yang beriklim tropis juga memungkinkan virus influenza beredar sepanjang tahun, meskipun pada waktu tertentu jumlah kasus dapat mengalami peningkatan.

Apa Bedanya Influenza dengan “Flu Biasa”?

Pilek, hidung tersumbat, atau bersin sering disebut sebagai “flu”. Padahal, secara medis, influenza berbeda dengan common cold atau selesma.

Common cold biasanya muncul secara bertahap dan lebih dominan menyebabkan hidung tersumbat, pilek, bersin, serta sakit tenggorokan.

Sementara influenza cenderung menyerang lebih tiba-tiba. Gejalanya dapat berupa demam, batuk, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, sakit tenggorokan, pilek, serta rasa lelah yang cukup berat. Lembaga kesehatan di Amerika Serikat CDC juga mencatat bahwa demam, nyeri tubuh, menggigil, sakit kepala, dan kelelahan umumnya lebih menonjol pada influenza dibandingkan common cold.

Meski begitu, gejala saja tidak selalu bisa memastikan apakah seseorang terkena Influenza A, Influenza B, COVID-19, atau infeksi saluran pernapasan lainnya. Pemeriksaan tenaga medis dan bila diperlukan tes laboratorium dapat membantu memastikan penyebabnya.

 

BACA JUGA: Batuk Berminggu-minggu, Masih Belum Sembuh? Ini Sebab dan Cara Atasinya

 

Apakah Influenza A Berbahaya?

Sebagian besar penderita influenza dapat pulih tanpa perawatan khusus dalam waktu sekitar satu minggu. Namun, influenza tetap dapat menyebabkan komplikasi serius pada kelompok tertentu.

Kelompok yang lebih berisiko mengalami penyakit berat antara lain anak kecil, terutama di bawah usia 5 tahun, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis seperti asma, diabetes, penyakit jantung, atau kondisi yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Data terbaru Kemenkes juga perlu mendapat perhatian karena 33 persen influenza yang terdeteksi pada minggu ke-35 terjadi pada anak usia 0 sampai 4 tahun.

Kapan Harus ke Dokter?

Jangan hanya menunggu flu sembuh sendiri apabila kondisi justru semakin berat.

CDC menyarankan mencari pertolongan medis segera jika muncul tanda bahaya seperti kesulitan bernapas atau napas pendek, nyeri dada, dehidrasi, kesadaran menurun, atau kondisi yang sempat membaik tetapi kemudian kembali memburuk.

Pada anak, napas cepat, bibir atau wajah kebiruan, tidak buang air kecil selama beberapa jam, serta anak yang sangat lemas juga perlu mendapat perhatian medis segera.

Orang yang termasuk kelompok berisiko tinggi juga sebaiknya lebih cepat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan saat mengalami gejala influenza.

 

BACA JUGA: Superflu Menyebar Cepat, Tapi Ga Perlu Panik! Ini Fakta Penting yang Perlu Diketahui

 

Lalu, Bagaimana Cara Mencegahnya?

WHO menyebut vaksin influenza tahunan sebagai cara terbaik untuk mengurangi risiko terkena influenza dan mencegah penyakit berat. Selain itu, kebiasaan sederhana tetap penting, seperti mencuci tangan, menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, menghindari kontak dekat saat sedang sakit, dan menggunakan masker ketika mengalami gejala pernapasan atau berada dalam situasi yang berisiko menularkan penyakit.

Jadi, ramainya Influenza A bukan alasan untuk panik. Tetapi meningkatnya kasus bisa menjadi pengingat agar kita tidak lagi menganggap semua batuk, demam, dan pilek sebagai “flu biasa”. Kenali gejalanya, perhatikan kondisi tubuh, dan jangan menunda mencari pertolongan medis ketika muncul tanda bahaya.

Maraknya Influenza A, mengingatkan kita bahwa tubuh punya batas dan tidak selalu bisa dipaksa terus berjalan. Ada waktunya kita berhenti, beristirahat, dan belajar lebih peka terhadap kondisi diri sendiri maupun orang di sekitar kita.

Kepedulian seperti ini merupakan bagian dari kasih, sebab menjaga diri bukan hanya soal kesehatan pribadi, tetapi juga tentang tidak menjadi sumber risiko bagi sesama. Jadi, tidak perlu panik, tetapi jangan pula abai. Jalani dengan hikmat.

 

Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?