Bingung Mau Bisnis Apa, Cellin Berdoa 14 Malam Hingga Dapat Jawaban Lewat Mimpi

Finance / 16 September 2026

Bingung Mau Bisnis Apa, Cellin Berdoa 14 Malam Hingga Dapat Jawaban Lewat Mimpi
Sumber: Threads @bongmarcellin
Aprita L Ekanaru Official Writer
1630

Punya banyak ide ternyata tidak selalu membuat seseorang lebih mudah menentukan bisnis yang tepat. Hal itulah yang dialami Cellin. Perjalanan bisnisnya dibagikan melaui sebuah kesaksian di akun Threads @bongmarcellin.

Ia merasa memiliki banyak kemampuan dan ide, tetapi tidak tahu mana yang benar-benar harus ditekuni. Kebingungan itu bahkan membuatnya terus berpikir sampai akhirnya ia memilih membawa pergumulannya kepada Tuhan.

 

BACA JUGA: Bukan Hoki, Ini Rahasia Yongki Komaladi Bertahan 40 Tahun di Bisnis Sepatu

 

“Aku lagi struggle banget, banget banget, dengan bisnis apa yang harus aku tekunin. Terlalu banyak ide, terlalu banyak ‘kapabilitas’, tapi bukan yang expert. Jadi where do I start?” tulis Cellin dalam kesaksiannya melalui Threads.

Cellin dan suaminya sendiri baru sekitar dua setengah tahun menjalani kehidupan iman Katolik. Ia mengaku masih banyak belajar, termasuk soal doa. Bahkan ketika ingin menyampaikan pergumulannya kepada Tuhan, Cellin sempat mencari tahu melalui Google bagaimana cara berdoa permohonan.

Meski sederhana, ia mulai berdoa setiap malam. Ia meminta Tuhan menunjukkan arah, memberikan hikmat, dan membuka jalan bagi pekerjaan yang memang seharusnya ia lakukan.

“Aku berdoa minta Tuhan pimpin, kasih hikmat. Apa pun yang mau kukerjakan, biar Tuhan kasih jalan. Tuhan yang tahu pergumulanku,” ungkapnya.

Doa tersebut ia lakukan selama 14 malam. Lalu, sebuah mimpi datang.

 

Mimpi Tentang Jastip

Dalam mimpinya, Cellin melihat dirinya menjalankan jasa titip atau jastip ke Malaysia. Pagi setelah mimpi itu, ia langsung menceritakannya kepada sang suami. Mereka kemudian memutuskan untuk mencoba, meskipun belum tahu apakah langkah tersebut benar-benar akan berkembang menjadi bisnis.

Cellin membuat postingan di Threads untuk menawarkan jastip. Respons awalnya sangat sederhana, grup yang dibuatnya hanya diikuti beberapa orang. Bahkan Cellin sempat mengajak adiknya bergabung supaya grup tersebut terlihat lebih ramai.

Namun dari postingan itulah perlahan mulai muncul pertanyaan dari orang-orang yang tertarik. Cellin mengundang mereka masuk ke grup hingga jumlah anggotanya bertumbuh menjadi sekitar 270 orang.

Melihat jumlah itu, Cellin mengaku sempat merasa terlalu percaya diri. Ia kemudian kembali berdoa.

“Tuhan, turunkan rasa sombongku. Baru dapat member 270 orang saja aku sudah sombong, besar kepala. Tuhan, aku mau laku, tapi bantu turunkan rasa sombongku,” tulisnya.

Ia tetap berharap dari ratusan anggota tersebut setidaknya ada cukup banyak pesanan yang masuk. Namun kenyataannya justru sebaliknya.

 

270 Member, Hanya Tujuh Orderan

Dari sekitar 270 anggota, Cellin hanya mendapatkan tujuh orderan. Hasil itu bahkan hampir tidak menutup biaya yang dikeluarkan untuk bensin, tol, parkir, dan kebutuhan lainnya. Ia kecewa.

Cellin mengaku sempat kesal kepada Tuhan karena hasil yang didapat jauh dari harapannya. Namun di tengah rasa kecewa itu, ia kembali teringat pada doanya sendiri. Ia sebelumnya meminta Tuhan menolongnya mengikis kesombongan. 

Pengalaman tersebut akhirnya membuat Cellin melihat bahwa membangun bisnis tidak selalu dimulai dengan hasil besar. Ada proses yang justru terlebih dahulu membentuk sikap dan cara seseorang memandang keberhasilan. Meski sempat gagal memenuhi ekspektasi, Cellin tidak langsung berhenti.

 

Kesempatan Baru Datang dari Bazaar Mothercare

Pada September 2026, kakak ipar Cellin mengirimkan informasi mengenai sale Mothercare di Grand Indonesia. Dengan pengalaman jastip yang masih sangat terbatas, Cellin memutuskan kembali mencoba.

Pada 2 September, ia datang ke bazaar tersebut dan menawarkan barang kepada anggota grupnya. Kali ini hasilnya berbeda, sebanyak 34 barang berhasil terjual. Cellin kemudian kembali membagikan pengalamannya melalui Threads. Dari sana, semakin banyak orang mengetahui jasa titip yang ia jalankan.

Jumlah anggota grupnya bertambah menjadi sekitar 500 orang dan terus meningkat. Cellin kembali datang pada 4, 5, dan 6 September. Berbeda dari percobaan sebelumnya, kali ini pesanan terus berdatangan. Adik-adiknya bahkan ikut membantu karena jumlah barang yang harus ditangani semakin banyak.

Beberapa barang murah dan produk flash sale yang sempat dibeli untuk stok juga habis terjual. Cellin mengatakan salah satu prinsip sederhana yang ia jalankan adalah “jualan jujur”. Ia terbuka mengenai harga asli barang dan menambahkan fee jasa titip secara jelas. Prinsip sederhana itu ternyata ikut membangun kepercayaan di dalam grup. Dari Grup Sepi Menjadi 1.000 Member

Perjalanan jastip tersebut akhirnya menutup event pertamanya dengan sekitar 1.000 anggota grup. Lebih dari 670 barang berhasil terjual. Namun bagi Cellin, pencapaian itu bukan semata-mata soal jumlah barang atau banyaknya member.

Ia melihat semua proses tersebut sebagai jawaban dari pergumulan yang sebelumnya terus ia bawa dalam doa.

“Tanpa kehendak-Mu, tidak akan ada 1.000 member yang baik. Tidak akan ada 670 barang terjual. Biarkan ini menjadi kesaksian nyata yang aku alami sendiri,” ungkapnya dalam doa ucapan syukur.

Kisah Cellin menunjukkan bahwa menemukan arah bisnis tidak selalu dimulai dari perencanaan yang sempurna. Ada kalanya seseorang justru perlu memulai dari langkah kecil, menguji ide, menghadapi kegagalan, lalu belajar dari respons pasar.

 

BACA JUGA: Jastip PRJ Ramai! Jangan Malu, Ini Cara Ubah Peluang Kecil Jadi Berkat

 

Bagi orang percaya, proses itu juga dapat dijalani sambil terus meminta hikmat kepada Tuhan. Doa bukan pengganti strategi bisnis. Kerja keras, kejujuran, perhitungan biaya, pelayanan kepada pelanggan, dan kemampuan membaca peluang tetap dibutuhkan. Namun doa dapat menolong seseorang menjaga arah hati di tengah proses tersebut.

Sebab pada akhirnya, membangun bisnis bukan hanya tentang seberapa banyak yang berhasil dijual, tetapi juga tentang siapa kita sedang dibentuk selama menjalaninya.

Seperti tertulis dalam Amsal 16:3, “Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.”

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?