Dugaan Penculikan Anak di Tangsel Viral, Sudahkah Anak Diajarkan 5 Hal Ini?

Parenting / 11 September 2026

Dugaan Penculikan Anak di Tangsel Viral, Sudahkah Anak Diajarkan 5 Hal Ini?
Sumber: chat GPT
Aprita L Ekanaru Official Writer
1486

Cerita mengenai dugaan percobaan penculikan anak di Tangerang Selatan tengah menjadi perhatian setelah viral di media sosial. Peristiwa tersebut disebut dialami seorang anak kelas 3 SD di kawasan Serpong Utara ketika hendak pulang sekolah.

Menurut cerita orang tua yang dibagikan melalui media sosial, seorang perempuan menghampiri anak tersebut di sekitar gerbang sekolah. Ia menanyakan kelas sang anak, kemudian meminta melihat buku pelajaran yang berada di dalam tas dengan alasan ingin mengetahui namanya. Anak tersebut memilih menolak dan berlari kembali masuk ke lingkungan sekolah.

 

BACA JUGA: Anak Itu Berkat, Bukan Beban. Tapi Mengapa Parenting Terasa Begitu Berat?

 

Terlepas dari dugaan tersebut masih perlu dipastikan lebih lanjut oleh pihak berwenang, kejadian ini menjadi pengingat bagi orang tua bahwa menjaga keselamatan anak bukan hanya soal mengawasi mereka. Anak juga perlu dibekali kemampuan menghadapi situasi yang tidak aman.

Lalu, apa saja yang perlu diajarkan orang tua kepada anak?

1. Jangan Mudah Memberikan Informasi Pribadi

Ajarkan anak bahwa nama lengkap, alamat rumah, sekolah, nomor telepon orang tua, hingga informasi yang tertulis di buku pelajaran merupakan informasi pribadi.

Anak tidak perlu memberikan atau memperlihatkan informasi tersebut kepada orang yang tidak dikenal hanya karena diminta. Dalam dugaan kejadian di Tangsel, permintaan melihat buku justru menjadi hal yang membuat situasi tersebut mencurigakan.

2. Anak Berhak Berkata Tidak kepada Orang Dewasa

Sejak kecil, anak biasanya diajarkan menghormati orang yang lebih tua. Namun, mereka juga perlu memahami bahwa bersikap sopan bukan berarti harus mengikuti setiap permintaan orang dewasa.

Jika seseorang meminta melakukan sesuatu yang membuat anak merasa takut atau tidak nyaman, ajarkan mereka berkata, “Tidak,” kemudian segera menjauh.

3. Jangan Pergi dengan Siapa Pun Tanpa Izin Orang Tua

Daripada hanya mengatakan, “Jangan bicara dengan orang asing,” orang tua sebaiknya memberikan aturan yang lebih jelas.

National Center for Missing & Exploited Children atau NCMEC menyarankan agar anak dibiasakan meminta izin orang tua sebelum pergi ke mana pun bersama siapa pun. Hal ini penting karena seseorang yang berpotensi membahayakan anak tidak selalu terlihat menyeramkan atau benar-benar asing.

Bahkan jika seseorang berkata, “Mama yang suruh jemput,” anak tetap perlu melakukan konfirmasi.

4. Ajarkan Anak Mencari Tempat Aman

Anak juga harus tahu apa yang perlu dilakukan ketika merasa sedang diikuti, dipaksa, atau berada dalam situasi mencurigakan.

Ajarkan mereka segera menuju tempat ramai atau orang dewasa yang dapat dipercaya, seperti guru, petugas keamanan, polisi, pegawai toko, atau orang tua lain yang sedang bersama anaknya. NCMEC juga menyarankan anak mencari orang yang mudah dikenali dan dapat memberikan pertolongan ketika berada dalam bahaya.

5. Biasakan Anak Langsung Bercerita

Hal sederhana tetapi sangat penting adalah membangun komunikasi yang aman antara anak dan orang tua.

Biasakan anak menceritakan jika ada orang yang mengajaknya pergi, memberikan hadiah, meminta informasi pribadi, menyentuhnya, atau melakukan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.

Jangan langsung memarahi atau menyalahkan anak ketika mereka bercerita. Dengarkan terlebih dahulu agar anak tahu bahwa orang tua adalah tempat yang aman untuk meminta pertolongan.

 

BACA JUGA: Tak Selalu Bilang “Boleh” atau “Tidak”, Ini 8 Cara Irfan dan Jennifer Bachdim Didik Anak

 

Kasus dugaan penculikan anak di Tangsel ini juga mengingatkan bahwa perlindungan anak tidak cukup hanya dengan mengatakan, “Jangan dekat-dekat orang asing.”

Anak perlu diajarkan mengenali perilaku yang mencurigakan, membuat keputusan saat merasa tidak aman, dan mengetahui kepada siapa mereka harus meminta bantuan.

Orang tua mungkin tidak selalu bisa berada di samping anak. Namun, melalui komunikasi dan latihan sederhana sejak dini, anak bisa memiliki bekal untuk menjaga dirinya ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?