Michael Jakarimilena pernah berada di titik ketika imannya terasa benar-benar diuji.
Setelah lima tahun menanti, Michael dan istrinya akhirnya mendapat kabar yang sangat mereka rindukan. Sang istri kembali mengandung. Bagi Michael, kehamilan itu terasa seperti jawaban doa yang begitu indah.
“Wah kita senang sekali, ini sesuatu yang kita nantikan,” ungkap Michael.
Pemeriksaan awal menunjukkan semuanya baik. Janin berkembang, detak jantung terdengar, dan dokter mengatakan kondisi istrinya normal. Namun memasuki usia kehamilan tiga bulan, keadaan berubah. Istrinya tiba-tiba mengalami pendarahan.
Michael panik. Ia segera menghubungi ibunya yang bekerja sebagai bidan, lalu membawa istrinya ke UGD. Di rumah sakit, dokter menyampaikan kabar yang membuatnya lemas. Bayi yang mereka nantikan ternyata sudah tidak berkembang.
“Saya udah lemas. Saya mau kasih tahu apa,” kenangnya.
Kehilangan anak kedua sudah cukup menghancurkan hati Michael. Namun setelah proses kuret, masalah baru muncul. Istrinya mengalami rasa sakit hebat yang tidak kunjung diketahui penyebabnya. Berkali-kali masuk rumah sakit, menjalani pemeriksaan, hingga ditangani beberapa dokter spesialis, hasilnya tetap belum memberi jawaban.
Di tengah kondisi itu, Michael mulai lelah secara fisik, mental, dan keuangan. Ia tetap harus mengurus anak pertama, mencari biaya rumah sakit, sekaligus melihat istrinya terus kesakitan.
“Tuhan ini kenapa sih? Saya udah bikin dosa apa?” ujar Michael.
Dalam tekanan itu, Michael mengaku sempat marah kepada Tuhan. Ia juga sempat menyalahkan istrinya, meski jauh di dalam hati ia tahu tempat pelariannya hanya Tuhan.
“Saya marah sama Tuhan, saya menyalahkan istri saya. Saya mempertanyakan Tuhan,” katanya.
Ketika keadaan terasa semakin berat, Tuhan justru menolong Michael melalui cara yang tidak ia duga. Namun perjalanan mereka belum selesai. Setelah keluar dari rumah sakit, sang istri masih harus menghadapi pergumulan lain yang tidak kalah berat.
Bagaimana Michael dan keluarganya melewati kehilangan, sakit, tekanan ekonomi, dan pergumulan rohani yang begitu berat? Saksikan kisah lengkap Michael Jakarimilena hanya di YouTube Solusi TV.
Sumber : YouTube Solusi TV
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!