Tidak Mempan Direhab, Tania Baru Keluar Jerat Narkoba Saat Bertemu Yesus

Media Program / 9 September 2026

Tidak Mempan Direhab, Tania Baru Keluar Jerat Narkoba Saat Bertemu Yesus
Sumber: Solusi TV
Aprita L Ekanaru Official Writer
1816

Bagi sebagian orang, rehabilitasi menjadi langkah penting untuk lepas dari kecanduan narkoba. Namun bagi Tania Maisara, perjalanan menuju kebebasan ternyata tidak sesederhana itu. Setelah bertahun-tahun terjebak dalam narkoba, berbagai upaya dilakukan untuk pulih. Sayangnya, semua itu belum benar-benar menghilangkan belenggu yang mengikat hidupnya.

Hari ini, Tania dapat tersenyum dan menceritakan kisahnya. Namun di balik senyum tersebut, ada masa lalu yang penuh luka, pemberontakan, dan keputusasaan.

 

BACA JUGA: 13 Kali Bayi Tabung Gagal, Divonis Kanker, Dikhianati Suami dan Teman

 

Tania tumbuh dalam keluarga broken home. Sejak kecil ia terbiasa melihat pertengkaran, kekerasan, dan ketidakharmonisan di rumah. Ayahnya sering tidak pulang, bermain perempuan, bahkan tidak memberikan perhatian yang cukup kepada keluarga. Situasi itu membuat Tania kehilangan rasa aman yang seharusnya dimiliki seorang anak.

Memasuki usia 15 tahun, ia mulai mencari pelarian di luar rumah. Awalnya hanya merokok karena pengaruh pergaulan. Namun perlahan ia mencoba ganja, ekstasi, sabu, dan berbagai jenis narkoba lainnya.

Menurut Tania, tidak ada seorang pun yang memaksanya. Ia sadar bahwa keputusan itu adalah pilihannya sendiri. Namun luka hati dan lingkungan yang salah membuatnya semakin mudah terjatuh ke dalam gaya hidup yang destruktif.

Bertahun-tahun berlalu, kecanduan narkoba semakin menguasai hidupnya. Bahkan setelah menikah dengan Vino, seorang pria yang mengenal Tuhan, pergumulan itu masih terus berlanjut. Emosi yang tidak stabil, amarah, depresi, hingga konflik rumah tangga menjadi bagian dari keseharian mereka.

Vino melihat sendiri bagaimana kecanduan narkoba mengubah hidup istrinya. Berbagai usaha dilakukan, termasuk rehabilitasi dan pengobatan. Namun hasilnya tidak seperti yang mereka harapkan.

Obat penenang yang diberikan justru membuat kondisi Tania semakin terpuruk. Alih-alih mengalami pemulihan, ia semakin kehilangan harapan dan beberapa kali memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup.

Di titik itulah Tania mulai menyadari bahwa ia tidak mampu melepaskan dirinya sendiri. Suatu malam, saat hanya tersisa satu linting ganja terakhir, ia mengangkat doa yang sangat sederhana.

"Tuhan, kalau Engkau benar ada dan Yesus benar-benar Tuhan, biarkan setelah ini aku tidak lagi mencari narkoba."

Bagi Tania, doa itu bukan doa yang lahir dari iman yang besar. Justru sebaliknya. Doa itu lahir dari kelelahan karena bertahun-tahun hidup dalam keterikatan. Namun keesokan harinya sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan terjadi.

Ia bangun tanpa rasa ingin mencari narkoba. Tidak ada kegelisahan. Tidak ada dorongan untuk memakai lagi. Tidak ada rasa ketergantungan yang selama ini selalu mengikutinya.

Hari itu menjadi titik balik dalam hidupnya. Tania percaya Tuhan Yesus menjawab doanya dan membebaskannya dari kecanduan yang selama bertahun-tahun tidak mampu ditaklukkannya sendiri.

Perubahan yang terjadi bukan hanya soal berhenti memakai narkoba. Karakternya mulai berubah. Hubungannya dengan keluarga dipulihkan. Rumah tangganya menjadi lebih tenang. Bahkan orang-orang di sekitarnya mulai melihat perbedaan yang nyata dalam hidupnya.

Namun perjalanan bersama Tuhan tidak berarti hidup tanpa ujian. Setelah mengalami pemulihan dari narkoba, Tania sempat terserang stroke dan kemudian mengalami gangguan tiroid yang memengaruhi kondisi matanya. Sekali lagi ia harus belajar percaya kepada Tuhan di tengah situasi yang tidak mudah.

 

BACA JUGA: Dulu Disebut Anak Sial, Kini Jadi Kesaksian Pemulihan Rumah Tangga

 

Melalui berbagai pergumulan itu, Tania menyadari satu hal penting: rehabilitasi, obat-obatan, dan usaha manusia memiliki batas, tetapi Tuhan sanggup menjangkau titik terdalam kehidupan seseorang.

Hari ini ia percaya bahwa tidak ada keterikatan yang terlalu kuat bagi Tuhan untuk dipatahkan. Tidak ada masa lalu yang terlalu kelam untuk dipulihkan. Dan tidak ada hidup yang terlalu rusak untuk diubahkan oleh kasih-Nya.

Bagaimana kisah lengkap Tania terjerat narkoba sejak usia 15 tahun? Apa yang terjadi pada malam ketika ia berdoa meminta kebebasan? Dan bagaimana Tuhan memulihkan hidup, kesehatan, serta keluarganya?

Tonton video selengkapnya di bawah ini dan temukan kisah nyata tentang kuasa Tuhan yang sanggup membebaskan seseorang dari kecanduan narkoba dan mengubah hidupnya secara total.

Bagi kamu yang saat ini sedang merasa di posisi seperti Tania, ingatlah bahwa masih ada Tuhan Yesus yang mau menerimamu apa adanya dan rela menukar nyawa-Nya untuk kamu. Kamu berharga dimata-Nya! Jika kamu ingin mengenal Pribadinya lebih dekat lagi, kamu bisa menghubungi WhatsApp dengan klik di bawah ini:

Sumber : Solusi TV
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?