Pacaran yang sehat bukan berarti dua orang harus selalu bersama, selalu tahu semua aktivitas pasangan, atau bebas melakukan apa saja atas nama cinta. Justru, ada kalanya sebuah hubungan membutuhkan batas yang jelas.
Boundaries bukan tanda posesif, melainkan kesepakatan untuk menjaga diri, pasangan, dan arah hubungan agar tidak berjalan terlalu jauh dari nilai yang dipercaya.
Prinsip ini pernah dibagikan oleh influencer TikTok Kevin dan Charlene. Dalam hubungan mereka, keduanya menyepakati beberapa batas yang dianggap penting untuk menjaga hubungan sekaligus iman.
Mereka juga menegaskan bahwa pilihan tersebut bukan untuk menghakimi pasangan lain, melainkan karena mereka memahami batas dan kelemahan diri sendiri.
Mau jaga boundaries untuk menyelamatkan hubungan dan iman kamu? Ikuti 3 atruan ini:
1. Membatasi Kedekatan Fisik Sebelum Menikah
Salah satu boundaries yang mereka sepakati adalah tidak berciuman bibir sebelum menikah. Bagi mereka, kedekatan fisik tertentu bisa menjadi pemicu untuk melangkah lebih jauh dari yang sebenarnya mereka inginkan.
BACA JUGA: Katanya Give and Take Bikin Hubungan Sehat dan Langgeng, Benarkah?
Karena itu, mereka memilih membuat batas sejak awal. Ini bukan sekadar aturan tentang boleh atau tidak boleh, tetapi soal mengenali diri sendiri. Anak muda juga bisa belajar dari prinsip ini. Jangan menunggu sampai berada dalam situasi yang sulit dikendalikan baru memikirkan batas.
2. Menghindari Situasi yang Membuat Batas Mudah Dilanggar
Saat masih menjalani hubungan jarak jauh, Kevin dan Charlene memilih tidak menginap di tempat yang sama ketika bertemu. Mereka bahkan rela mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa tempat terpisah. Ketika bepergian, mereka lebih memilih pergi bersama keluarga dan menghindari hanya berduaan di satu ruangan.
Pilihan ini menunjukkan bahwa boundaries bukan hanya soal mengatakan, “Aku percaya sama kamu.”
Tentu saja kepercayaan tetap penting, tetapi menjaga situasi juga sama pentingnya. Mereka pun mempertimbangkan dampak pilihan mereka terhadap keluarga, bukan hanya kenyamanan berdua.
3. Membawa Hubungan Kembali kepada Tuhan
Menariknya, batas yang mereka buat tidak berhenti pada hal fisik. Setiap kali hubungan memasuki tahap yang lebih serius, mulai dari PDKT, pertunangan, hingga menjelang pernikahan, mereka memilih berpuasa dan meminta tuntunan Tuhan.
BACA JUGA: Pilih Mana, Mapan Sebelum Menikah atau Percaya Pemeliharaan Tuhan?
Bagi mereka, puasa menjadi pengingat bahwa hubungan tersebut bukan hanya tentang perasaan dua orang. Ada Tuhan yang tetap ingin mereka tempatkan sebagai pusat dan arah hubungan.
Tentu, setiap pasangan bisa memiliki boundaries yang berbeda. Namun, prinsipnya tetap sama. Batas yang sehat seharusnya bukan digunakan untuk mengontrol pasangan, tetapi untuk saling menjaga.
Ketika dua orang berani membicarakan kelemahan, menyepakati batas, dan terus membawa hubungan kepada Tuhan, boundaries bukan lagi terasa seperti larangan. Justru, batas itulah yang bisa menolong hubungan tetap sehat dan iman tidak perlahan dikorbankan.
Kalau kamu saat ini sudah terlanjur melewati boundaries yang kamu tetapkan dan sekarang dibayangi rasa bersalah atau merasa berdosa, jangan biarkan perasaan itu membuatmu semakin menjauh dari Tuhan. Ingatlah bahwa Dia datang untuk orang berdosa.
BACA JUGA: Ini Yang Kamu Perlukan Saat Hendak Membuat Keputusan Besar Dalam Hidup
Jangan ragu untuk konseling dengan tim Layanan Doa Online Sahabat24 yang siap mendengarkan, mendoakan, dan menemanimu melihat langkah selanjutnya dengan lebih jernih. Hubungi Sahabat24 melalui Live Chat atau WhatsApp di 0822-1500-2424 untuk mendapatkan dukungan doa dan konseling secara pribadi.
Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!