Kebakaran hutan dan lahan kembali menjadi perhatian di berbagai wilayah Indonesia sepanjang Agustus 2026. BNPB melaporkan karhutla terjadi dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Bahkan pada 21 Agustus, kebakaran di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung, dilaporkan telah berdampak pada sekitar 673 hektare lahan. Di beberapa daerah, kebakaran dipengaruhi kondisi kering dan angin, sementara sejumlah kejadian lain dipicu aktivitas manusia seperti pembakaran sampah atau pembakaran lahan yang kemudian tidak terkendali.
BACA JUGA: Kenapa Banyak Orang Turun Demo 27 Agustus? Alkitab Banyak Bicara Tentang Ketidakadilan
Kejadian tersebut kembali mengingatkan bahwa kerusakan alam bukan persoalan yang jauh dari kehidupan kita. Ketika hutan terbakar, dampaknya bukan hanya pada pepohonan. Hewan kehilangan habitat, kualitas udara menurun, tanah rusak, dan kehidupan masyarakat di sekitarnya ikut terdampak.
Lalu, bagaimana seharusnya orang percaya memandang alam? Apakah Alkitab berbicara tentang tanggung jawab manusia terhadap lingkungan?
Meski Alkitab tidak menggunakan istilah modern seperti konservasi atau krisis lingkungan, sejak awal manusia telah diberi tanggung jawab untuk mengelola ciptaan Tuhan. Berikut delapan ayat Alkitab yang menunjukkan bahwa menjaga alam juga merupakan bagian dari tanggung jawab manusia di hadapan Tuhan.
1. Kejadian 2:15, Manusia Dipanggil untuk Mengusahakan dan Memelihara
“TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.”
Sejak manusia pertama ditempatkan di Taman Eden, Tuhan memberikan dua tugas, yaitu mengusahakan dan memelihara. Artinya, manusia memang diperbolehkan menggunakan sumber daya alam untuk kehidupannya, tetapi tidak tanpa batas. Ada tanggung jawab untuk menjaga agar apa yang Tuhan percayakan tidak rusak karena keserakahan atau kelalaian.
2. Mazmur 24:1, Bumi Adalah Milik Tuhan
“TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.”
Ayat ini mengubah cara kita melihat alam. Bumi bukan sepenuhnya milik manusia untuk diperlakukan sesuka hati. Segala yang ada di dalamnya adalah milik Tuhan. Manusia hanyalah pengelola. Karena itu, memperlakukan alam dengan bertanggung jawab juga berarti menghargai kepunyaan Sang Pencipta.
3. Kejadian 1:28, Berkuasa Bukan Berarti Merusak
Tuhan memerintahkan manusia untuk memenuhi bumi dan berkuasa atas makhluk hidup di dalamnya. Namun, kata “berkuasa” tidak seharusnya menjadi pembenaran untuk mengeksploitasi alam.
Manusia diciptakan menurut gambar Allah. Maka kuasa yang diberikan kepada manusia seharusnya mencerminkan karakter Tuhan yang memelihara, menjaga, dan memberi kehidupan. Kekuasaan atas ciptaan selalu berjalan bersama tanggung jawab terhadap ciptaan tersebut.
4. Imamat 25:4, Tanah Juga Diberi Waktu untuk Beristirahat
“Tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi TUHAN.”
Tuhan bahkan menetapkan masa istirahat bagi tanah Israel. Selama satu tahun, tanah tidak boleh terus-menerus ditanami dan dipaksa menghasilkan.
Prinsip ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak menghendaki manusia mengambil hasil alam tanpa memikirkan keberlanjutannya. Ada batas yang perlu dihormati agar tanah tetap dapat menjalankan fungsi yang Tuhan berikan.
BACA JUGA: Kenapa Saat Marah Kita Sering Mengucapkan Hal yang Akhirnya Disesali?
5. Ulangan 20:19, Jangan Merusak Pohon Sembarangan
Dalam Ulangan 20:19, Tuhan melarang bangsa Israel menebang pohon buah-buahan ketika mengepung suatu kota dalam peperangan.
Menariknya, perintah menjaga pohon ini diberikan bahkan dalam keadaan perang. Pohon yang masih menghasilkan makanan tidak boleh dihancurkan tanpa alasan. Pesannya jelas, kebutuhan manusia tidak otomatis memberikan hak untuk merusak segala sesuatu yang ada di sekitarnya.
Sumber : Jawaban.com
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!