Terlilit Utang Rp3,6 Miliar, Ervina Sempat Ingin Menyerah pada Hidup

Media Program / 26 August 2026

Terlilit Utang Rp3,6 Miliar, Ervina Sempat Ingin Menyerah pada Hidup
Sumber: Jawaban.com
Aprita L Ekanaru Official Writer
1074

Membangun usaha sendiri adalah impian banyak orang. Begitu pula dengan Ervina Mei. Setelah 17 tahun berkarier di industri peralatan bengkel otomotif, ia merasa memiliki pengalaman yang cukup untuk memulai bisnisnya sendiri. Dukungan orang tua semakin menguatkan langkahnya untuk keluar dari zona nyaman dan menjadi pengusaha.

Namun siapa sangka, keputusan yang awalnya dipenuhi harapan itu justru membawanya pada badai kehidupan yang hampir menghancurkan segalanya.

Modal usaha yang dimiliki Ervina bukan berasal dari tabungan pribadi. Semua dimulai dari pinjaman bank dengan jaminan rumah orang tua. Saat itu, ia yakin bisnis yang dibangunnya akan berkembang dan mampu memberikan hasil yang baik.

 

BACA JUGA: Ditinggal Ayah, Terjebak Dunia Malam, hingga Menemukan Hidup Baru dalam Kristus

 

Di awal perjalanan, omzet memang terlihat menjanjikan. Namun di balik angka penjualan yang terus bergerak, ada masalah yang perlahan membesar: arus kas yang tidak sehat.

Persaingan bisnis menuntut harga jual lebih murah. Sementara itu, bunga pinjaman bank terus berjalan. Belum lagi pelanggan yang membayar terlambat, stok barang yang menumpuk, dan berbagai biaya operasional yang harus terus dibayar setiap bulan.

Tanpa disadari, masalah demi masalah mulai menggerus kondisi keuangan perusahaan.

Alih-alih berhenti, Ervina memilih bertahan. Ketika modal mulai menipis, ia kembali menambah pinjaman dengan menjaminkan rumah orang tuanya yang lain. Ia berharap tambahan modal tersebut bisa menjadi jalan keluar.

Sayangnya, keadaan justru semakin sulit. Saat pandemi datang, kondisi bisnis yang selama ini berusaha dipertahankan akhirnya terlihat jelas. Penjualan melambat, banyak pelanggan kesulitan membayar, sementara kewajiban kepada bank tetap berjalan tanpa henti.

Di situlah Ervina mulai menyadari kenyataan yang mengerikan. Total utangnya telah mencapai sekitar Rp3,6 miliar. Ia mengaku mengalami tekanan mental yang luar biasa. Tubuhnya bergetar karena kecemasan. Tidur menjadi sulit. Hari-harinya dipenuhi tangisan dan ketakutan.

Yang paling menyakitkan bukan hanya angka utang yang begitu besar, tetapi juga rasa bersalah kepada orang tua yang telah mempercayakan rumah mereka sebagai jaminan usaha.

Dalam keputusasaan, Ervina bahkan sempat berpikir bahwa kematian adalah satu-satunya jalan keluar.

Ia pernah mengatakan kepada adiknya agar kelak menggunakan uang asuransi jiwanya untuk melunasi utang jika sesuatu terjadi padanya. Namun justru di titik tergelap itulah titik balik hidupnya dimulai.

Ketika mencari solusi tentang utang, Ervina menemukan sebuah kesaksian yang membawanya kembali kepada Tuhan. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia mulai menyadari bahwa selama ini ia menjalani hidup dengan kekuatannya sendiri.

Ia mengenal Tuhan secara agama, tetapi tidak menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupannya.

Perlahan, Ervina mulai kembali membangun hubungan pribadi dengan Tuhan. Ia belajar firman Tuhan, mengikuti komunitas pemuridan, dan menemukan ketenangan yang selama ini hilang.

Menariknya, perubahan pertama yang Tuhan kerjakan bukanlah kondisi keuangannya, melainkan hatinya.

 

BACA JUGA: 13 Kali Bayi Tabung Gagal, Divonis Kanker, Dikhianati Suami dan Teman

 

Saat hati mulai dipulihkan, pikirannya menjadi lebih jernih. Ia belajar mengelola keuangan dengan benar, menghadapi utang secara bertanggung jawab, dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menyelesaikan masalahnya.

Mujizat demi mujizat kecil mulai terjadi. Tuhan membuka jalan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Hingga akhirnya, pada tahun 2024, seluruh utang sebesar Rp3,6 miliar berhasil diselesaikan.

Hari ini, Ervina memiliki cara pandang yang sangat berbeda tentang uang. Jika dulu uang adalah segalanya, kini ia menyadari bahwa uang hanyalah alat, sedangkan Tuhan adalah sumber kehidupan yang sesungguhnya.

Bagaimana Ervina bisa terjerat utang hingga Rp3,6 miliar? Apa yang terjadi saat ia berada di titik terendah dan kehilangan harapan? Dan bagaimana Tuhan memulihkan hidup, hati, serta keuangannya?

Tonton video selengkapnya di bawah ini dan temukan pelajaran berharga tentang utang, pemulihan, dan kuasa Tuhan yang sanggup mengubah situasi yang tampak mustahil sekalipun.

Sumber : Solusi TV
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?