Dua Kali Di-PHK dalam Setahun, Pak Ferry Tidak Menyangka Tuhan Menyiapkan Ini

Impact Story / 26 August 2026

Dua Kali Di-PHK dalam Setahun, Pak Ferry Tidak Menyangka Tuhan Menyiapkan Ini
Sumber: Jawaban
Lori Official Writer
2131

Ada momen dalam hidup di mana segalanya tampak runtuh sekaligus — dan tidak ada yang bisa kamu lakukan selain berdiri diam di tengah reruntuhan itu.

Itulah yang dialami Ferry pada 31 Mei 2024. Hari itu, ia menerima kabar pemutusan hubungan kerja. Tidak ada tangis yang keluar — hanya kekosongan. Kekosongan yang datang bersama satu pertanyaan besar: sekarang, apa?

Di rumah, istrinya menangis. Bukan karena menyalahkannya — tapi karena ia tahu betapa besar beban yang kini harus ditanggung bersama.

 

Bukan Waktu yang Tepat — Tapi Mereka Tetap Pergi Berlibur

Yang terjadi selanjutnya mungkin terdengar tidak masuk akal. Di tengah kabar PHK itu, keluarga Ferry tetap menjalankan rencana liburan bersama mertua dan anak-anak, sekaligus merayakan hari jadi pernikahan mereka.

Bukan karena tidak peduli. Bukan karena tidak serius menghadapi keadaan. Tapi karena di tengah ketidakpastian, ada hal-hal yang tetap perlu dijaga — kebersamaan keluarga adalah salah satunya.

Sepulang dari liburan, Ferry mulai bergerak. Ia menghubungi relasi satu per satu. Ia berdoa setiap hari meminta Tuhan membuka jalan. Di bulan Juni, ada kesempatan kecil: membantu usaha seorang teman. Tapi hanya bertahan dua minggu.

Ia kembali ke titik nol.

 

Baca Juga: Terlilit Utang 500 Juta, Hampir Cerai, Hingga Tuhan Pulihkan Keluarga Ibu Ini

 

Suami yang Ikut Berjualan Nasi Kuning

Di masa-masa itu, Ferry tidak menunggu diam. Ia turun tangan membantu istrinya berjualan nasi kuning di sekolah anak mereka. Tidak ada gengsi yang ia pertahankan — hanya tanggung jawab yang ia pilih untuk tetap dipikul.

Dan di tengah semua itu, ada satu hal yang menopangnya lebih dari yang lain: sikap istrinya.

Istrinya tidak menuntut. Tidak menyalahkan. Yang ia lakukan setiap hari hanya satu — mendoakan suaminya.

Doa-doa itu bukan sekadar kata-kata. Bagi Ferry, itulah kekuatan yang menahannya dari keputusasaan.

Akhirnya, Agustus 2024, pintu terbuka. Ferry diterima bekerja sebagai Supervisor Accounting di sebuah perusahaan. Gajinya lebih kecil dari sebelumnya. Tapi ia bersyukur — karena Tuhan tidak membiarkannya menunggu terlalu lama.

 

Ketika Nyaman Ternyata Bukan Akhir Cerita

Di tempat kerja yang baru, Ferry tidak langsung nyaman. Ada dinamika lingkungan yang membuat ia beberapa kali bertanya dalam hati: Tuhan, mengapa Engkau tempatkan aku di sini?

Tapi ia tidak berhenti. Ia tetap menjalani pekerjaannya dengan sepenuh hati. Ia aktif mengikuti persekutuan doa setiap minggu, melayani sebagai kolektan, membaca Alkitab dan renungan setiap hari. Di waktu luang, ia mendengarkan kesaksian-kesaksian rohani melalui YouTube dan televisi.

Salah satu yang paling menguatkannya adalah kesaksian dari program Solusi di SCTV — kisah seorang ibu bernama Mama Thessa Kaunang yang dengan setia berdoa selama puluhan tahun demi pertobatan suaminya. Dari kisah itu, Ferry belajar satu hal yang sederhana namun dalam: kesabaran dalam doa bukan kelemahan — itu adalah iman yang paling kuat.

Seiring waktu, keadaan di tempat kerja membaik. Ferry bahkan mulai menjadi berkat bagi lingkungan kerjanya.

Tapi Tuhan belum selesai membentuknya.

 

Baca Juga: Sakit Parah, Di PHK, Ditolak Rumah Sakit, Aku Tinggal Menunggu Ajal!

 

Kontrak Tidak Diperpanjang — dan Ia Memilih Menelepon

Tepat ketika Ferry mulai merasa stabil, kabar itu datang lagi: kontraknya tidak diperpanjang.

Kali ini, bebannya terasa berbeda. Ia tidak lagi muda. Tanggung jawab terhadap masa depan anak-anaknya masih sangat besar. Dan ia tahu, mencari pekerjaan di usianya bukan hal yang mudah.

Di tengah pergumulan itu, ia teringat akan kesaksian-kesaksian yang ia dengar sepanjang 2024–2025 melalui program Solusi. Kesaksian-kesaksian tentang orang-orang yang juga pernah merasa buntu — dan bagaimana Tuhan membuka jalan di saat yang tidak terduga.

Pada 29 Oktober 2025, Ferry mengangkat telepon dan menghubungi tim layanan doa CBN, Sahabat24.

"Saya merasa sulit menghadapi situasi ini sendirian," akunya.

Melalui pelayanan doa itu, ia dikuatkan. Bukan dengan janji bahwa semuanya akan langsung baik — tapi dengan keyakinan untuk tetap percaya dan tidak menyerah.

 

Tuhan yang Memperhatikan Detail Terkecil

Tidak lama berselang, seorang rekan dari perusahaan lama tiba-tiba menghubunginya. Ada tawaran pekerjaan.

Ferry dan istrinya berdoa bersama sebelum menjalani proses interview — menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Dan di sela-sela proses itu, hal-hal kecil yang tampak tidak berarti mulai menunjukkan wajah lain.

Seorang teman masa SD tiba-tiba menawarkan stiker akses jalan Halim. Ferry tidak memahami manfaatnya saat itu. Tapi begitu ia diterima bekerja dan harus menempuh perjalanan dari Jakarta ke kantornya di Bekasi setiap hari — stiker itu menjadi sangat berharga.

Proses medical check-up yang ia jalani pun berjalan lancar dengan hasil yang baik.

"Tuhan tidak hanya menjawab doa besar. Dia juga memperhatikan hal-hal kecil dalam hidup saya," ujar Ferry.

 

Baca Juga: Dulu Hidupnya Dikuasai Judi dan Utang, Rifki Menemukan Harapan Baru dalam Yesus

 

Iman yang Terbentuk Bukan dalam Sehari

Pada 2 April 2026, Ferry kembali menghubungi tim Sahabat24 — kali ini bukan untuk meminta dukungan doa, melainkan untuk mengabarkan perjalanan hidupnya yang ajaib.

Ia mengakui dengan jujur bahwa imannya tidak selalu stabil. Ada masa di mana ia bersikap kritis, bahkan menyalahkan Tuhan. Ada masa di mana ia bertanya-tanya mengapa Tuhan tidak menjawab lebih cepat.

Tapi dari seluruh perjalanan panjang antara 2024 hingga 2026 itu, satu hal menjadi semakin jelas baginya:

"Tuhan selalu bekerja, bahkan ketika saya tidak mengerti. Doa-doa istri dan anak-anak saya menjadi kekuatan terbesar saya di masa-masa sulit itu."

Hari ini, Ferry tidak lagi berusaha mengerti setiap hal yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidupnya. Yang ia pilih adalah percaya — bahwa Tuhan pasti menyediakan yang terbaik, tepat pada waktunya.

Dalam setiap detail hidupnya — bahkan yang terkecil sekalipun — Tuhan telah membuktikan bahwa Dia selalu ada, selalu bekerja, dan tidak pernah terlambat.

Apakah Anda sedang bergumul dan membutuhkan dukungan doa? Tim Sahabat24 CBN Indonesia siap mendampingi Anda.

Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp 0822 1500 2424 atau klik link https://bit.ly/InginDidoakan.

Kami percaya tidak ada perkara yang mustahil bagi Tuhan!

Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?