Sering Marah dan Dijauhi Teman, Anak 10 Tahun Ini Berubah Lewat Kisah Ayub

Impact Story / 19 August 2026

Sering Marah dan Dijauhi Teman, Anak 10 Tahun Ini Berubah Lewat Kisah Ayub
Sumber: Jawaban.com
Aprita L Ekanaru Official Writer
1256

Dulu, ketika teman-temannya mengejek atau mengganggunya, Siva pasti tidak berpikir panjang. Ia akan marah, bahkan terkadang membalas dengan pukulan.

“Kalau dulu mereka mukul, Siva balik mukul,” katanya.

Siva masih berusia sekitar 10 tahun. Ia adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Sejak ayahnya meninggal, kehidupan keluarganya berubah. Sang ibu harus menjadi tulang punggung keluarga dan bekerja sebagai asisten rumah tangga di Manado. Karena itu, Siva tinggal bersama opanya di desa, sementara kondisi sang opa sendiri sedang sakit.

Menurut Ibu gembala yang mendampingi Siva, keadaan tersebut turut memengaruhi emosinya. Siva mudah marah ketika diganggu dan terkadang memukul teman-temannya. Akibatnya, teman-temannya mulai menjauh. Siva pun menjadi lebih tertutup dan sering mengurung diri.

Namun, sesuatu mulai berubah ketika Siva mengikuti pembelajaran melalui Superbook. Salah satu kisah yang paling membekas baginya adalah kisah Ayub. Siva melihat bagaimana Ayub tetap sabar dan tetap berbuat baik meskipun mengalami penderitaan. Kisah itu ternyata membuat Siva teringat pada seseorang yang sangat dekat dengannya.

“Walaupun Siva nakal, opa tetap sabar, walaupun opa sakit.”

Dari sana, Siva mulai memahami arti kesabaran dengan cara yang sangat sederhana tetapi nyata. Ia melihat bahwa seperti Ayub, dirinya juga bisa memilih untuk tidak membalas ketika disakiti. Dari kisah Esau dan Yakub, ia juga belajar bahwa orang yang pernah berselisih dapat saling memaafkan.

Pelajaran itu perlahan terlihat dalam kesehariannya. Sekarang, ketika ada teman yang memukul atau mengganggunya, Siva tidak lagi langsung membalas.

“Enggak marah. Cuma sekarang laporkan saja,” ujarnya.

Bahkan Siva berani mendatangi teman-teman yang pernah ia pukul untuk meminta maaf. Ia memilih datang langsung dan berbicara dengan pelan. Respons yang diterimanya pun tidak seperti yang mungkin ia bayangkan. Teman-temannya justru ikut meminta maaf kepadanya.

Perubahan kecil itu membawa dampak besar. Anak yang sebelumnya mudah marah dan dijauhi kini mulai terlihat lebih ceria. Hubungannya dengan teman-temannya pun dipulihkan.

“Sekarang sudah enggak lagi dijauhi. Sudah bermain sama-sama.”

Bagi Siva, kisah Ayub bukan lagi sekadar cerita yang ia tonton. Melalui cerita itu, ia menemukan contoh nyata tentang bagaimana menghadapi rasa sakit tanpa harus membalasnya dengan kemarahan. Kesabaran yang dahulu ia lihat dalam diri opanya, kini perlahan mulai tumbuh dalam dirinya sendiri.

Melalui Superbook, Siva memahami bahwa sebagai anak Tuhan, ia perlu takut akan Tuhan, sabar saat menghadapi cobaan, dan memilih respons yang benar. Dari pengalaman dijauhi teman, Siva justru belajar bertumbuh dalam pengampunan, kesabaran dan kasih Tuhan.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?