Dari Anak Penakut Jadi Pembawa Perubahan, Siskia Pulihkan Keluarganya Lewat Doa

Impact Story / 12 August 2026

Dari Anak Penakut Jadi Pembawa Perubahan, Siskia Pulihkan Keluarganya Lewat Doa
Sumber: Jawaban.com
Aprita L Ekanaru Official Writer
1449

Dulu, Siskia dikenal sebagai anak yang penakut, mudah menangis, dan cenderung diam ketika diajak berbicara. Ibunya, Roma Ria Sinaga atau Ibu Ria, melihat ada tekanan yang cukup dalam di dalam diri putrinya. Saat itu, Ibu Ria masih bekerja sehingga Siskia cukup sering dititipkan kepada orang lain. Interaksi bersama orang tua pun menjadi terbatas.

 

BACA JUGA: Belajar dari Daniel, Nicson yang Pemalu Kini Berani Memimpin Doa

 

Di sisi lain, kondisi di rumah juga belum begitu baik. Komunikasi antara Ibu Ria dan suaminya kerap terganggu oleh pertengkaran yang terjadi di depan anak-anak.

“Dia seperti ada rasa trauma. Kami antara suami istri pun kurang komunikasi, jadi kami sering bertengkar,” ungkap Ibu Ria.

Bagi seorang anak kecil seperti Siskia, semua itu bukan sesuatu yang mudah. Ia menjadi semakin tertutup. Hubungannya dengan sang ayah pun ikut terdampak karena Siskia sering melihat ayahnya marah. Bahkan pernah ada masa ketika ia tidak lagi memanggilnya “Bapak”, tetapi langsung dengan namanya.

Ibu Ria menyadari bahwa perubahan sikap anaknya tidak terjadi begitu saja. “Karena kami tidak bisa memberi contoh yang terbaik, anak kami ini jadi seperti ini.”

Namun, perjalanan Siskia perlahan mulai berubah sejak ia mengikuti Sanggar Belajar di GGP Rumah Doa Batam sejak usia TK.

 

Dari Anak Pendiam Menjadi Lebih Terbuka

Di Sanggar Belajar, Siskia mulai belajar firman Tuhan, membaca Alkitab, berdoa, serta mendapatkan pendampingan dari para teacher. Perubahan itu tidak terjadi dalam satu malam. Namun sedikit demi sedikit, Ibu Ria mulai melihat sesuatu yang berbeda.

Siskia yang sebelumnya lebih banyak diam mulai berani berinteraksi. Ia juga semakin rajin membaca Alkitab dan belajar berdoa. Menariknya, kebiasaan baru itu tidak hanya dilakukan Siskia saat berada di Sanggar Belajar.

Ia membawanya pulang ke rumah.

“Mak, harus berdoa lho. Mau tidur harus berdoa lho, Mak. Mak, jangan suka marah lho,” demikian Siskia sering mengingatkan ibunya.

 

Bagi Ibu Ria, perkataan sederhana itu justru menjadi teguran besar. Ia mulai melihat anaknya melakukan sesuatu yang bahkan belum menjadi kebiasaan orang tuanya.

“Dari anakku inilah aku bisa belajar. Kok anakku bisa melakukan hal seperti ini, kok aku tidak? Jadi aku sadar.”

 

Doa Siskia Mulai Mengubah Suasana Rumah

Semakin hari, Siskia semakin terbiasa mengajak keluarganya berdoa. Saat malam tiba, ia bisa mengingatkan ayahnya untuk ikut berdoa bersama. Kebiasaan itu perlahan menjadi bagian dari kehidupan keluarga mereka.

Tidak hanya Siskia. Kedua anak Ibu Ria kini bahkan terbiasa bangun pagi dan berdoa sendiri tanpa perlu disuruh. Perubahan yang awalnya terlihat dari seorang anak kecil mulai menyentuh orang-orang di sekitarnya.

Ibu Ria pun mulai membaca Alkitab bersama anak-anak dan membangun kembali kehidupan rohani di dalam keluarga. Sesuatu yang dulunya hampir tidak pernah dilakukan di rumah, kini mulai menjadi kebiasaan.

 

Belajar Mengampuni Lewat Superbook

Salah satu kisah Superbook yang paling diingat Siskia adalah tentang penyaliban Tuhan Yesus. Dari kisah tersebut, Siskia belajar satu hal sederhana tetapi penting.

“Kita harus mengampuni, Bu!" Ujar Siskia.

Ketika ditanya siapa yang ia ampuni, Siskia menjawab, “Bapak, Bu.”

Sebelumnya, ia merasa kesal karena ayahnya sering marah-marah. Namun melalui pelajaran tentang pengampunan, Siskia belajar melepaskan sakit hatinya. Hubungannya dengan sang ayah pun perlahan membaik. Sekarang, ketika mendengar ayah atau ibunya mulai marah, respons Siskia tidak lagi sama seperti dahulu. Ia memilih berdoa.

“Aku berdoa, Bu. Mendoakan Bapak Mama supaya tidak berantem.”

Anak yang dulu takut ketika melihat pertengkaran kini justru menjadi anak yang membawa pergumulannya kepada Tuhan dalam doa.

 

Perubahan Itu Dimulai dari Siskia

Dampak Sanggar Belajar juga terlihat dalam perkembangan Siskia sehari-hari. Dahulu, ia termasuk anak yang mengalami kesulitan membaca. Ibu Ria pun mengakui dirinya sempat tidak sabar saat mengajarinya.

Namun ketika Siskia mulai dibiasakan membaca Alkitab, kemampuan membacanya perlahan berkembang. “Puji Tuhan, sekarang anak ini sudah lancar membaca karena aku ajarin dia membaca Alkitab,” kata Ibu Ria.

 

BACA JUGA: Fisiknya Diejek, Joshua Belajar Merespon dengan Hikmat Seperti Tokoh Alkitab Kesukaannya

 

Kini Siskia bukan lagi hanya anak penakut yang mudah menangis dan memilih diam. Ia bertumbuh menjadi anak yang berani berdoa, mengingatkan orang tuanya, belajar mengampuni, dan membawa kebiasaan baik ke dalam rumah. Perubahan Siskia pun akhirnya menjadi titik awal perubahan bagi keluarganya.

“Ini dimulai dari Siskia, Bu. Dari kecil dia. Inilah yang membuat saya berubah sampai sekarang,” ungkap Ibu Ria.

Siapa sangka, Tuhan memakai seorang anak yang dahulu begitu penakut untuk menjadi pembawa perubahan di dalam keluarganya?

Melalui Sanggar Belajar dan Superbook, Siskia belajar bahwa doa bukan hanya sesuatu yang dilakukan saat berada di gereja. Doa menjadi bagian dari kehidupannya sehari-hari, bahkan menjadi cara Siskia merespons keadaan yang dahulu membuatnya takut.

Dan dari doa sederhana seorang anak, sebuah keluarga perlahan belajar berubah bersama.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?