Kalau Mau Kaya, Jangan Cuma Kejar Uang! Albertus Axel Ungkap Alasannya

Finance / 11 August 2026

Kalau Mau Kaya, Jangan Cuma Kejar Uang! Albertus Axel Ungkap Alasannya
Sumber: IG @albertusaxel
Aprita L Ekanaru Official Writer
1341

Banyak orang ingin memiliki kondisi finansial yang lebih baik. Karena itu, tidak sedikit yang akhirnya fokus mengejar penghasilan sebesar mungkin dengan harapan bisa cepat kaya.

Namun, Content Creator sekaligus Qualified Wealth Planner dan Certified Financial Educator, Albertus Axel, justru memiliki pandangan berbeda. Menurut pengalamannya, kalau mau kaya dan membangun kondisi finansial yang lebih sehat, fokusnya tidak seharusnya hanya pada uang.

Sekitar tiga tahun lalu, Axel pernah berada di salah satu titik terendah dalam hidupnya. Saat itu, tabungannya tersisa sekitar Rp20 juta dan ia juga sedang menghadapi masalah dalam pekerjaan. Kondisi tersebut bahkan membuatnya menangis dalam perjalanan pulang.

Dari pengalaman itulah, ia perlahan mengubah cara berpikir dan menemukan empat prinsip yang kemudian ia terapkan dalam hidupnya.

 

BACA JUGA: Jangan Cuma Minta Uang ke Tuhan! Minta 7 Hal Ini Bikin Finansialmu Berubah

 

1. Mau Kaya? Mulai dengan Bertanggung Jawab Atas Hidup Sendiri

Prinsip pertama yang dibagikan Albertus Axel adalah memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri. Menurutnya, perubahan hidup tidak bisa terus menunggu orang lain. Seseorang perlu memiliki accountability dan responsibility terhadap keputusan maupun masa depannya sendiri.

Dalam hal finansial, prinsip ini berarti berani melihat kondisi keuangan dengan jujur. Apakah pengeluaran sudah terkendali? Apakah ada keterampilan yang perlu dikembangkan? Apakah selama ini kita hanya berharap penghasilan naik tanpa meningkatkan kapasitas diri?

Amsal 21:5 berkata, “Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan.”

Keuangan yang sehat tidak hanya dibangun melalui keinginan untuk kaya, tetapi melalui perencanaan, kerja keras, dan tanggung jawab.

 

2. Jangan Mudah Menyerah Saat Proses Belum Menghasilkan

Axel mengaku pernah memiliki kebiasaan meninggalkan sesuatu ketika menemukan hambatan. Ia kemudian memulai hal lain dan akhirnya harus kembali dari nol. Dari situ ia belajar bahwa kesuksesan membutuhkan komitmen untuk menyelesaikan apa yang sudah dimulai.

Hal yang sama berlaku dalam mengelola keuangan. Menabung, membangun bisnis, meningkatkan kemampuan, atau menata kembali kondisi finansial biasanya tidak memberikan hasil secara instan.

Konsistensi justru menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju kondisi finansial yang lebih baik.

 

3. Jangan Takut Mengambil Peluang

Prinsip ketiga adalah berani mengatakan “ya” pada kesempatan yang sejalan dengan tujuan. Axel mengatakan bahwa seseorang tidak harus selalu tahu seluruh caranya sejak awal. Kemampuan bisa dipelajari selama proses berjalan. Yang penting, kesempatan tersebut membawa kita semakin dekat pada tujuan yang ingin dicapai.

Meski demikian, keberanian tetap perlu disertai hikmat. Amsal 19:2 mengingatkan bahwa semangat tanpa pengetahuan tidaklah baik. Dalam keputusan finansial, jangan sampai keinginan cepat kaya membuat kita mengambil peluang tanpa memahami risiko.

 

4. Kalau Mau Kaya, Jangan Cuma Kejar Uang

Inilah salah satu prinsip yang paling ditekankan Axel, yaitu jangan hanya mengejar uang, tetapi kejarlah value dalam diri.

Menurutnya, tidak semua kesempatan yang pernah ia ambil langsung menghasilkan uang. Ada hal-hal yang ia lakukan tanpa bayaran maupun penghargaan. Namun, dari pengalaman tersebut ia memperoleh kemampuan, pengetahuan, koneksi, serta peluang baru.

 

BACA JUGA: Cara Cerdas Mengatur Keuangan Tanpa Tekanan Sosial Tongkrongan

 

Pengkhotbah 9:10 berkata, “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga.”

Uang memang penting, tetapi kekayaan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Kemampuan, karakter, pengetahuan, dan nilai yang kita berikan kepada orang lain juga merupakan aset yang dapat terus bertumbuh.

Karena itu, kalau mau kaya, pertanyaannya bukan hanya, “Bagaimana saya bisa menghasilkan lebih banyak uang?”

Mungkin kita juga perlu bertanya, “Value apa yang sedang saya bangun, dan seberapa baik saya mengelola apa yang sudah Tuhan percayakan kepada saya?”

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?