Awalnya Listhio hanya ingin membuktikan apakah kekristenan benar-benar salah. Ia datang bukan sebagai orang yang ingin percaya, tetapi sebagai seseorang yang membawa banyak pertanyaan, logika, dan keberatan dalam pikirannya.
Sejak kecil, Listhio tumbuh dengan didikan agama yang kuat. Ia terbiasa mencari tahu, berdiskusi, dan tidak mudah menerima sesuatu tanpa alasan yang jelas. Karena itu, ketika mendengar orang Kristen menyembah Yesus, ia merasa hal itu tidak masuk akal.
“Aku gak bisa menerima, aku harus nyembah Yesus, kan itu cuma Nabi,” ungkapnya.
Baginya saat itu, Yesus hanyalah nabi. Maka ketika orang Kristen menyebut Yesus sebagai Tuhan, Listhio merasa ada sesuatu yang tidak bisa diterima oleh logikanya. Apalagi ketika ia mulai mendengar tentang doktrin Trinitas.
BACA JUGA: Benci Kristen Sampai Hina Yesus, Andra Justru Dijamah Tuhan. Begini Kisahnya..
“Yang paling gak masuk akal di kepalaku waktu itu soal doktrin Trinitas,” katanya.
Namun di tengah keyakinannya bahwa Kristen salah, Listhio justru mengalami masa hidup yang membuatnya mulai merindukan Tuhan. Bisnisnya sempat turun, hidupnya terasa kosong, dan ibadah yang ia lakukan tidak lagi membuatnya merasa dekat dengan Tuhan.
Suatu hari, saat sedang menyetir, Spotify miliknya tiba-tiba memutar lagu O Holy Night. Listhio tidak tahu bahwa itu adalah lagu Kristen. Tetapi anehnya, lagu itu membuatnya merasakan damai yang berbeda.
“Aku ngerasa kayak waktu tuh berhenti, itu tuh tenang, damai,” kenangnya.
Sejak saat itu, media sosialnya mulai dipenuhi konten-konten rohani Kristen. Awalnya ia hanya menonton karena merasa relate. Namun lama-kelamaan, ia mulai penasaran. Di satu sisi, hatinya merasa tenang. Di sisi lain, pikirannya tetap menolak.
BACA JUGA: Cara Bersaksi Tentang Yesus Tanpa Membuat Orang Tidak Nyaman – Melinda Chia
Akhirnya, Listhio memutuskan untuk mencari tahu langsung dari sumbernya. Ia tidak mau hanya menerima satu versi informasi. Ia ingin punya data pembanding sebelum menarik kesimpulan.
“Cuma belajar aja ini mah, aku biar tahu, biar ngeyakinin hati aku Kristen itu bener atau enggak,” ujarnya.
Saat pertama kali datang ke gereja, Listhio masih membawa niat untuk bertanya dan berdebat. Namun yang ia temukan justru bukan paksaan, melainkan orang-orang yang mempersilakannya belajar pelan-pelan.
Dari niat awal untuk membuktikan Kristen salah, Listhio justru merasakan damai yang membuatnya semakin ingin mengenal Yesus lebih dalam.
Penasaran sama cerita lengkapnya? Nonton Podcast Listhio di Youtube Superyouth:
Sumber : YouTube SuperyouthIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!