Ketika Firman Tuhan Tidak Lagi Hanya Didengar, tetapi Juga Dialami Anak-anak

Impact Story / 6 August 2026

Ketika Firman Tuhan Tidak Lagi Hanya Didengar, tetapi Juga Dialami Anak-anak
Sumber: Jawaban.com
Aprita L Ekanaru Official Writer
3173

Bagi Sarah Mevi, mengajar anak-anak di Sekolah Minggu bukan sekadar menyampaikan cerita Alkitab. Sebagai koordinator Sekolah Minggu di Gereja Bethel Indonesia ROK Cianjur, wilayah Cipanas, ia memiliki kerinduan agar setiap anak benar-benar memahami tokoh, peristiwa, dan pesan firman Tuhan yang mereka dengar.

 

BACA JUGA: Bukan Hanya Anak-Anak yang Berubah, Guru Sekolah Minggu Ini Pun Merasakannya Sendiri

 

Namun, kerinduan itu tidak selalu mudah diwujudkan. Ada bagian-bagian Alkitab yang sulit diterjemahkan ke dalam bahasa sederhana. Latar sejarah, kebiasaan pada zaman dahulu, hingga peristiwa supranatural sering kali tidak mudah dibayangkan oleh anak-anak hanya melalui penjelasan verbal.

“Kadang ada bahasa-bahasa tertentu yang kami tidak bisa terjemahkan kepada anak-anak,” ungkap Sarah.

Tantangan tersebut semakin terasa karena pelayanan dilakukan di kota yang tidak sebesar Jakarta atau Bandung. Akses terhadap pelatihan, kostum, boneka tangan, alat peraga, dan bahan kreatif masih terbatas. Ketika ide mulai habis, guru Sekolah Minggu akhirnya hanya mengandalkan aktivitas sederhana seperti mewarnai.

 

Visual yang Menjadi Jembatan

Perubahan mulai dirasakan ketika Sarah menggunakan materi CBN Disciple dan Superbook dalam pelayanan Sekolah Minggu.

Melalui tayangan visual, anak-anak tidak lagi hanya mendengar sebuah peristiwa Alkitab diceritakan. Mereka dapat melihat gambaran suasana, karakter tokoh, dan kejadian yang sebelumnya sulit dibayangkan.

Salah satu bagian yang membekas bagi Sarah adalah kisah pencurahan Roh Kudus dan menara Babel. Visual api yang turun serta perubahan bahasa menolong anak-anak memahami peristiwa tersebut dengan lebih nyata.

“Melalui visual, anak-anak dapat melihat gambaran peristiwa Alkitab. Mereka lebih mudah memahami apa yang terjadi, bukan hanya mendengar ceritanya,” kata Sarah.

Bahkan ketika menyaksikan kisah penderitaan Tuhan Yesus, Sarah melihat bahwa bentuk animasi tidak mengurangi kekuatan pesannya. Guru dan anak-anak tetap dapat merasakan besarnya pengorbanan Kristus.

 

Tidak Berhenti pada Menonton

Bagi Sarah, materi visual bukanlah pengganti guru. Materi tersebut justru menjadi jembatan yang menolong guru mengembangkan pembelajaran dengan lebih kreatif.

Ketika mengajarkan kisah tembok Yerikho, Sarah mengumpulkan kardus dan mengajak anak-anak membangun sebuah benteng. Selama beberapa minggu, mereka menempelkan pola batu, membuat dua pengintai, serta menggambarkan posisi Rahab di tembok kota.

Pada minggu terakhir, anak-anak bersama-sama merobohkan benteng tersebut sebagai gambaran kemenangan bangsa Israel karena pertolongan Tuhan.

“Visualnya dapat, sensoriknya juga. Kami membangunnya bersama anak-anak,” tutur Sarah.

Kegiatan itu membuat anak-anak tidak hanya menonton atau mendengar. Mereka melihat, menyentuh, membangun, lalu mengalami sendiri gambaran dari cerita yang sedang dipelajari.

 

Firman Tuhan Menjadi Lebih Dekat

Sejak menggunakan CBN Disciple dan Superbook, Sarah melihat anak-anak lebih mudah memahami, mengingat, dan menceritakan kembali kisah Alkitab. Mereka tidak hanya mengenal nama tokohnya, tetapi mulai memahami alasan di balik sebuah peristiwa dan kaitannya dengan kehidupan mereka.

Materi Alkitab juga membuka ruang bagi guru untuk memahami pergumulan anak. Kisah Daud yang diremehkan oleh kakak-kakaknya, misalnya, dapat menjadi pintu masuk untuk menjangkau anak yang merasa tidak dianggap atau sedang menghadapi konflik dalam keluarga.

Sarah menyadari bahwa guru Sekolah Minggu saat ini sedang berlomba dengan dunia digital yang menawarkan visual menarik setiap hari. Karena itu, guru perlu terus belajar, menggali firman Tuhan, dan mengembangkan kreativitas agar pesan Alkitab dapat hidup di hati anak-anak.

 

BACA JUGA: Berawal dari 47 Anak, Pelayanan Ibu Ruth Bertumbuh Jadi Berkat bagi Desa Kecil Ini

 

CBN Disciple dan Superbook telah membantu Sarah menemukan cara baru dalam mengajar. Firman Tuhan tidak lagi hanya didengar sebagai cerita, tetapi dapat dilihat, dipahami, dan dialami oleh anak-anak melalui proses belajar yang menyenangkan.

“Inilah tantangannya dan inilah yang menjadi doa dan tangisan kita,” kata Sarah.

Di tengah keterbatasan, perubahan dalam pelayanan itu terus bertumbuh. Bukan karena teknologi menggantikan peran guru, tetapi karena teknologi, kreativitas, dan kasih seorang guru berjalan bersama untuk membawa anak-anak semakin dekat kepada firman Tuhan.

 

CBN Disciple dan Superbook hadir untuk menjangkau anak-anak dan memperlengkapi Guru-guru Sekolah Minggu. Dengan dukungan Anda, kami bisa hadir di sana dan membawa gelombang transformasi kasih Tuhan bagi anak-anak dan Guru-guru Sekolah Minggu.

Satu donasi Anda bisa menjadi awal dari kisah transformasi berikutnya.

DONASI SEKARANG

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?