Pernahkah kamu merasa kondisi ekonomi semakin berat, meski kamu masih bekerja dan masih memiliki penghasilan? Tagihan terus berjalan, kebutuhan semakin banyak, dan rasa aman yang dulu terasa ada kini perlahan memudar. Banyak orang merasakan hal yang sama. Yang menarik, Alkitab ternyata sudah mencatat kondisi seperti ini jauh sebelum dunia modern mengenal inflasi, nilai tukar mata uang, atau krisis ekonomi.
BACA JUGA: Yesus Ternyata Paling Banyak Bicara tentang Neraka
Data yang dirilis SMRC pada Juli 2026 menunjukkan bahwa hampir separuh penduduk Indonesia menilai kondisi ekonomi saat ini buruk atau sangat buruk. Angka tersebut menjadi sentimen negatif tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Di saat yang sama, nilai tukar rupiah mencapai level terendah dalam sejarah, sementara gelombang pemutusan hubungan kerja terus terjadi di berbagai sektor.
Yang membuat situasi ini terasa membingungkan adalah fakta bahwa pertumbuhan ekonomi secara resmi masih berada di atas 5 persen. Ekonomi tumbuh, tetapi banyak orang tetap merasakan kesulitan. Para ekonom menyebut kondisi ini sebagai jobless growth, yaitu pertumbuhan ekonomi yang tidak diikuti penciptaan lapangan kerja yang memadai.
Menariknya, sekitar 2.000 tahun lalu, Paulus menulis kepada Timotius tentang kondisi yang akan terjadi pada hari-hari terakhir. Ia menggambarkan masa yang sukar, ketika manusia mencintai dirinya sendiri, mencintai uang, membual, dan sombong. Ia juga menyinggung tentang pengkhianatan dan berbagai persoalan yang membuat kehidupan menjadi semakin berat.
Ketika membaca gambaran tersebut, banyak orang merasa bahwa deskripsi itu terdengar sangat dekat dengan kondisi dunia saat ini. Ketika kesenjangan ekonomi semakin terlihat, ketika kepercayaan terhadap berbagai institusi melemah, dan ketika uang sering menjadi pusat banyak keputusan, perkataan Paulus terasa sangat relevan.
Paulus bukan satu-satunya yang membicarakan hal ini. Dalam Matius 24, para murid bertanya kepada Yesus mengenai tanda-tanda akhir zaman. Yesus menjelaskan bahwa akan ada bangsa melawan bangsa, kesukaran di berbagai tempat, peningkatan kejahatan, dan kasih banyak orang menjadi dingin. Ia menggambarkannya seperti rasa sakit menjelang kelahiran, yang semakin lama semakin kuat dan semakin sering terjadi.
Yang menarik, Yesus tidak mengatakan bahwa hal-hal tersebut hanya terjadi di satu daerah. Ia berbicara tentang kondisi yang muncul di berbagai tempat. Itulah yang banyak orang lihat hari ini. Ketidakstabilan ekonomi, konflik, ketegangan, dan ketidakpastian terjadi di banyak negara secara bersamaan.
Namun Alkitab tidak mencatat tanda-tanda ini untuk membuat manusia hidup dalam ketakutan. Setelah menjelaskan semuanya, Yesus justru berkata agar orang-orang percaya mengangkat muka dan menegakkan kepala, karena penyelamatan sudah dekat.
Dengan kata lain, tanda-tanda ini bukanlah alasan untuk putus asa, melainkan panggilan untuk bersiap. Bukan dengan hidup dalam kepanikan, tetapi dengan memastikan ada sesuatu yang tidak terguncang di tengah dunia yang terus berubah.
Selama ribuan tahun, banyak orang menghadapi perang, kesulitan, kehilangan, dan ketidakpastian. Namun mereka menemukan satu sumber kekuatan yang tetap sama: hubungan dengan Tuhan. Karena ketika segala sesuatu di sekitar berubah, Tuhan tetap tidak berubah.
BACA JUGA: Sosok Berjubah Putih dalam Mimpi, Siapakah Dia?
Mungkin hari ini kamu sedang menghadapi tekanan ekonomi, ketidakpastian pekerjaan, atau beban yang sulit diceritakan kepada orang lain. Atau mungkin secara finansial kamu baik-baik saja, tetapi tetap merasakan kekosongan yang sulit dijelaskan.
Apa pun situasimu, di tengah dunia yang semakin tidak pasti, kepada siapa kamu meletakkan harapanmu? Marilah kita renungkan.
Sumber : Jawaban ChannelIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!