Saat Rumah Tangganya Hancur, Satu Percakapan Mengubah Hidup Yohan

Impact Story / 31 July 2026

Saat Rumah Tangganya Hancur, Satu Percakapan Mengubah Hidup Yohan
Sumber: Canva.com
Aprita L Ekanaru Official Writer
790

Bertahun-tahun, Yohan merasa sudah menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Ia bekerja keras dari pagi hingga malam demi memenuhi kebutuhan keluarga. Baginya, selama kebutuhan rumah tersedia, ia telah melakukan bagian yang seharusnya.

 

BACA JUGA: Dulu Hidupnya Dikuasai Judi dan Utang, Rifki Menemukan Harapan Baru dalam Yesus

 

Namun, tanpa disadari, kesibukan membuat kehidupan rohaninya semakin kering. Ia tidak lagi memiliki waktu untuk berdoa dan beribadah seperti dahulu.

“Salah saya, saya tidak pernah berdoa dan tidak pernah lagi beribadah. Saya hanya memikirkan bagaimana caranya bekerja, bekerja, dan bekerja,” ungkapnya.

Jarak yang muncul perlahan membuat rumah tangga Yohan semakin rapuh. Pertengkaran mulai sering terjadi. Ia memilih menghindari konflik dengan lebih banyak berada di luar rumah. Sampai akhirnya, sebuah kenyataan menyakitkan terbongkar. Yohan mengetahui bahwa ada pengkhianatan di dalam pernikahannya.

Hatinya hancur. Kekecewaan itu bukan hanya ditujukan kepada pasangannya, tetapi juga kepada Tuhan.

“Saya bertanya, apakah Tuhan itu hidup, apakah Tuhan benar-benar ada, dan apakah Tuhan itu adil?”

Dalam kondisi penuh kepahitan, Yohan mulai menyimpan keinginan untuk membalas dendam. Ia bahkan hampir melakukan tindakan yang dapat menghancurkan masa depannya sendiri. Di saat yang sama, keluarganya terpisah. Ia kehilangan kedekatan dengan pasangan dan anak-anaknya.

Yohan kemudian melarikan diri kepada rokok dan minuman keras. Setiap malam, ia merasa hanya bisa tidur setelah mabuk. Hidupnya seperti berada dalam ruangan gelap tanpa jalan keluar.

Sampai suatu hari, ketika menggulir Facebook, Yohan melihat tayangan Solusi. Pada akhir tayangan tersebut, terdapat informasi mengenai Layanan Doa CBN. Entah mengapa, ia memutuskan untuk menghubunginya.

Percakapan melalui telepon berlangsung hampir dua jam. Untuk pertama kalinya, Yohan mengeluarkan seluruh kemarahan, luka, dan pertanyaan yang selama ini dipendam. Ia tidak dihakimi. Ia didengarkan, dikuatkan, dan didoakan.

Dari percakapan itu, Yohan menyadari sesuatu yang selama ini tidak dilihatnya.

“Ternyata Tuhan ingin saya kembali. Saya tidak menemukan cahaya karena saya sendiri yang keluar dan lari jauh dari Tuhan.”

Melalui Layanan Doa CBN, Yohan belajar bahwa jalan keluar bukanlah balas dendam, melainkan kembali kepada Tuhan dan melepaskan pengampunan. Ia pun mulai membatalkan rencana buruknya dan membangun kembali kebiasaan berdoa.

Setiap malam, Yohan berlutut. Selama berbulan-bulan, ia belum melihat perubahan apa pun. Namun, ia terus berdoa.

“Saya tidak punya tindakan apa-apa. Saya hanya berdoa dan berlutut setiap malam.”

Perlahan, jalan pemulihan mulai terbuka. Pasangannya kembali ke rumah. Anak-anak yang sempat menjauh pun akhirnya berkumpul kembali bersamanya. Meski kepercayaan tidak pulih dalam satu malam, Yohan belajar untuk tidak terus mengungkit masa lalu.

Kini, rumah mereka tidak lagi dipenuhi pertengkaran, tetapi juga menjadi tempat doa dan persekutuan. Yohan bahkan kembali melayani dan mendampingi orang-orang yang sedang bergumul.

 

BACA JUGA: Didikan Keras Sejak Kecil Terbawa hingga ke Keluarganya, Pak Yudo Berubah Setelah Ini

 

Baginya, Layanan Doa CBN bukan sekadar tempat menceritakan masalah. Melalui percakapan sederhana itu, Tuhan mengingatkannya untuk berhenti berlari dan kembali pulang.

“Kalau ada badai sebesar apa pun, jangan meninggalkan Tuhan. Jam-jam doa harus tetap dijaga.”

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?