Mendidik anak sesuai kehendak Tuhan bukan berarti orang tua harus selalu sempurna. Alkitab justru menunjukkan banyak tokoh yang pernah gagal, bingung, bahkan mengambil keputusan yang keliru. Namun, dalam kelemahannya, mereka memiliki iman, ketekunan, dan ketaatan yang dapat menjadi teladan bagi orang tua masa kini.
Cara orang tua bersikap, mengambil keputusan, dan menjalani iman akan memberi pengaruh besar bagi kehidupan anak. Karena itu, pendidikan rohani tidak cukup hanya dilakukan lewat nasihat. Anak juga perlu melihat iman yang nyata melalui kehidupan sehari-hari.
Inilah 4 orang tua dalam Alkitab yang dapat menjadi contoh dalam mendidik anak sesuai kehendak Tuhan.
BACA JUGA: Bukan Orang Lain, Si Kecil Baru Bisa Dapat Hal Berharga Ini Kalau Main Sama Ayah
1. Eunike, Ibu Timotius
Eunike memang tidak memiliki kisah panjang tersendiri dalam Alkitab. Namun, pengaruhnya terlihat jelas melalui kehidupan Timotius, seorang pemimpin muda yang dipercaya oleh Rasul Paulus.
Dalam 2 Timotius 1:5, Paulus memuji ibu dan neneknya, Eunike dan Lois, “Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.”
Hal ini menunjukkan bahwa iman dapat diwariskan melalui teladan. Eunike tidak hanya mengajarkan tentang Tuhan, tetapi juga menjalani iman yang dapat dilihat oleh anaknya.
Orang tua masa kini dapat belajar bahwa pemuridan anak dimulai dari rumah. Anak belajar percaya kepada Tuhan lewat cara orang tua berdoa, menghadapi masalah, mengampuni, dan tetap setia dalam iman.
2. Yusuf Suami Maria
Yusuf menghadapi situasi yang sangat sulit ketika mengetahui Maria mengandung sebelum mereka hidup sebagai suami istri. Keadaan tersebut tentu tidak mudah diterima.
Namun, setelah menerima penjelasan dari Tuhan, Yusuf memilih taat. Ia menerima Maria dan membesarkan Yesus seperti anaknya sendiri.
BACA JUGA: Anak Ngaku LGBT Saat Pride Month, Orangtua Dilema Pertahankan Iman atau Bela Anak
Yusuf menunjukkan bahwa mendidik anak sesuai kehendak Tuhan membutuhkan iman, terutama ketika keadaan tidak masuk akal. Orang tua tidak selalu memahami seluruh rencana Tuhan, tetapi tetap dapat memilih bertindak berdasarkan ketaatan, bukan hanya perasaan.
3. Hana Menyerahkan Masa Depan Samuel kepada Tuhan
Hana memantikan seorang anak dalam waktu dan doa yang panjang. Namun, ketika Samuel lahir, ia tidak menganggap anak itu sebagai miliknya sendiri sepenuhnya. Hana menepati janjinya dengan menyerahkan Samuel untuk melayani Tuhan.
Tindakan ini menunjukkan hati yang percaya bahwa rencana Tuhan bagi anak lebih besar daripada keinginan orang tua.
Orang tua memang memiliki harapan bagi masa depan anak. Namun, teladan Hana mengingatkan bahwa tugas orang tua bukan mengendalikan seluruh jalan hidup anak, melainkan membimbing, mendoakan, dan menyerahkannya kepada kehendak Tuhan.
4. Abraham, Ayah Ishak Bertahan Menantikan Janji Tuhan
Abraham pernah melakukan banyak kesalahan. Namun, ia juga terus belajar percaya kepada Tuhan sampai janji kelahiran Ishak digenapi.
Abraham menunjukkan ketekunan begi kita semua. Orang tua mungkin belum langsung melihat perubahan atau pertumbuhan rohani dalam diri anak. Namun, hal itu bukan alasan untuk berhenti berdoa dan berharap.
BACA JUGA: Penantian Anak Terjawab, Kini Menjadi Orangtua Jadi Pelajaran yang Mengubah Pasangan Ini
Mendidik anak sesuai kehendak Tuhan membutuhkan proses panjang. Orang tua dipanggil untuk tetap setia, bahkan ketika hasilnya belum terlihat.
Keempat tokoh ini menunjukkan bahwa mendidik anak bukan hanya soal aturan atau perilaku baik. Orang tua dipanggil untuk menanamkan iman, memberikan teladan, dan menolong anak mengenal kehendak Tuhan bagi hidupnya.
Anak mungkin tidak selalu mengingat setiap nasihat orangtua, tetapi mereka akan mengingat bagaimana orang tuanya menjalani iman di hadapan mereka.
Menjadi orang tua yang dikehendaki Tuhan dimulai dari kesediaan untuk terus belajar, bertumbuh, dan menghidupi firman-Nya dalam keseharian. Melalui The Parenting Project, para orang tua dapat belajar bersama untuk membangun pola asuh yang berpusat pada Kristus, memperkuat iman keluarga, dan menolong anak bertumbuh sesuai kehendak Tuhan.
Kunjungi: https://theparentingproject.id/
Sumber : Jawaban.com
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!