Ryani Christie tidak pernah menyangka bahwa lagu Natal yang ia nyanyikan saat kecil akan meninggalkan luka yang begitu dalam.
Waktu itu usianya baru 11 tahun. Ia tumbuh dalam keluarga yang taat beribadah dan sangat menjaga keyakinan mereka. Sejak kecil, Ryani dididik untuk menjadi perempuan yang baik, memahami agama, dan tidak keluar dari aturan yang sudah ditanamkan dalam keluarganya.
Namun sebagai anak kecil, Ryani tidak mengerti mengapa ia tidak boleh berteman dengan orang yang berbeda iman. Ia juga tidak paham mengapa menyanyikan lagu “Selamat Natal” bisa dianggap salah.
BACA JUGA: Kreator TikTok Ini Bermimpi Bertemu Yesus Tiga Malam Berturut-turut
“Saya merasa bahwa apa yang saya lakukan tidak ada yang salah. Kenapa saya tidak boleh berteman atau menyanyikan lagu Selamat Natal?” ungkap Ryani.
Pada malam Natal, Ryani menyanyikan lagu itu di rumah. Ayahnya yang sedang beribadah merasa terganggu. Setelah selesai, sang ayah memukul Ryani dan melarangnya menyanyikan lagu tersebut lagi.
Ryani sempat bertanya, “Pak, salah saya apa? Kenapa Bapak pukul saya?”
Namun hukuman itu tidak berhenti malam itu saja. Keesokan paginya, pada 25 Desember, Ryani kembali dihukum. Ia harus berdiri dengan satu kaki dari pukul 6 pagi sampai 6 sore, tanpa makan dan minum.
BACA JUGA: Rumah Tangganya Hampir Berakhir, Namun Keputusan Ini Berhasil Menyelamatkannya – Shirley
Sebagai anak kecil, Ryani hanya bisa menyimpan pertanyaan besar di dalam hati. Ia tidak pernah mencari tahu tentang Yesus, tetapi luka karena kejadian itu terus membekas.
Bertahun-tahun kemudian, saat usianya sekitar 19 tahun, Ryani mengalami mimpi yang tidak pernah ia lupakan. Dalam mimpi itu, seorang laki-laki datang kepadanya dengan tubuh penuh luka. Tangan dan kaki sosok itu berlubang paku.
Ryani belum mengenal siapa Dia. Namun dalam mimpi itu, ia tersungkur dan berkata, “Tuhan Yesus, ampuni saya. Ampuni dosa saya. Ampuni dosa kedua orang tua saya. Dan ampuni orang yang membenci saya.”
BACA JUGA: Justin Bieber Ubah Panggung Piala Dunia Jadi Momen Penyembahan lewat Everything Hallelujah
Sejak saat itu, Ryani mulai mencari tahu siapa sosok yang datang dalam mimpinya. Namun ketika ia menceritakan hal itu kepada keluarganya, penolakan besar justru datang.
“Papa saya berkata, kamu adalah anak durhaka,” kenangnya.
Bagaimana ia bertahan ketika keluarganya menolak pilihan imannya? Saksikan kisah lengkap Ryani Christie hanya di YouTube Solusi TV atau Saksikan melalui video berikut ini:
Sumber : YouTube Solusi TVIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!