Selama ini, banyak orang mengenal patung Kristus Sang Penebus di Rio de Janeiro, Brasil, sebagai salah satu ikon Kristen paling terkenal di dunia. Namun, dalam beberapa waktu ke depan, perhatian dunia bisa saja beralih ke Armenia. Sebuah proyek ambisius tengah dipersiapkan untuk membangun patung Yesus Kristus yang diklaim akan menjadi yang terbesar di dunia.
BACA JUGA: 13 Juli Ditetapkan sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Proyek ini digagas oleh Gagik Tsarukyan, seorang pengusaha kaya sekaligus politisi oposisi Armenia. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di negaranya, sekaligus figur kontroversial karena gaya hidup mewah dan kekayaan besar yang dimilikinya.
Menurut laporan The Guardian, Tsarukyan berencana membangun patung Yesus setinggi 101 meter di puncak Gunung Hatis, Armenia. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 2.500 meter dan terletak sekitar 25 kilometer dari ibu kota Armenia, Yerevan. Jika berdiri sesuai rencana, patung tersebut akan terlihat dari berbagai sudut kota dan menjadi salah satu monumen keagamaan terbesar di dunia.
Tsarukyan menyebut proyek ini sebagai “kartu identitas Armenia”. Baginya, patung Yesus raksasa itu bukan hanya simbol keagamaan, tetapi juga cara untuk memperkenalkan Armenia sebagai negara dengan akar kekristenan yang kuat.
“Kekristenan akan menjadi merek baru Armenia,” ujar Tsarukyan kepada The Guardian.
Pernyataan itu tidak lepas dari sejarah Armenia sendiri. Armenia dikenal sebagai negara pertama di dunia yang mengadopsi kekristenan sebagai agama resmi pada tahun 301 Masehi. Karena itu, Tsarukyan merasa wajar jika negaranya memiliki patung Yesus terbesar di dunia.
“Armenia adalah negara Kristen tertua di dunia. Jadi, wajar jika kita memiliki patung Yesus terbesar,” katanya.
Jika dibandingkan dengan patung Kristus Sang Penebus di Brasil, ukuran patung Yesus di Armenia ini disebut akan jauh lebih besar. Bahkan, tingginya juga diklaim sedikit melampaui Patung Liberty di New York. Hal inilah yang membuat proyek tersebut langsung menarik perhatian internasional.
Namun, pembangunan patung Yesus terbesar di dunia ini tidak berjalan tanpa kritik. Gereja Apostolik Armenia disebut berulang kali menyatakan keberatan terhadap proyek tersebut. Menurut pihak gereja, tradisi kekristenan Armenia selama berabad-abad lebih banyak diekspresikan melalui gereja, biara, dan khachkar, yaitu salib batu berukir yang menjadi salah satu simbol budaya Armenia.
Bagi sebagian kalangan, patung Yesus raksasa dianggap tidak sejalan dengan tradisi iman Kristen Armenia. Kritik juga datang dari kelompok lingkungan yang khawatir pembangunan di Gunung Hatis dapat merusak lanskap alam dan mengganggu kawasan pegunungan tersebut.
Meski menuai penolakan, Tsarukyan tetap membela proyeknya. Ia mengatakan memiliki hubungan baik dengan Gereja Apostolik Armenia dan mengaku telah membantu membiayai pembangunan sejumlah gereja di negaranya.
Tsarukyan juga melihat proyek ini sebagai peluang besar bagi pariwisata Armenia. Ia memperkirakan patung Yesus di Gunung Hatis bisa menarik hingga 10 juta pengunjung setiap tahun. Menurutnya, monumen tersebut akan menjadi tujuan ziarah dan wisata religi yang membawa nama Armenia dikenal lebih luas di dunia.
“Tidak ada yang seperti ini di mana pun di dunia. Dari satu samudra ke samudra lainnya, semua orang akan membicarakannya,” ucapnya.
Menariknya, ambisi Tsarukyan tidak berhenti pada patung Yesus. Ia juga berencana membangun replika Bahtera Nuh raksasa di dekat lokasi tersebut. Bangunan itu disebut akan dilengkapi museum, hotel, dan kafe, sehingga kawasan Gunung Hatis dapat menjadi pusat wisata religi berskala internasional.
BACA JUGA: Uniknya Cross in the Woods, Salib Yesus Terbesar di Dunia Ini
Namun, proyek besar ini tetap memunculkan pertanyaan. Apakah simbol kekristenan perlu ditampilkan melalui monumen raksasa? Atau justru iman Kristen seharusnya lebih kuat terlihat melalui kehidupan yang mencerminkan kasih Kristus?
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, rencana pembangunan patung Yesus terbesar di dunia di Armenia telah menjadi sorotan global. Bukan di Brasil, bukan pula di Amerika, patung Yesus yang disebut-sebut akan menjadi yang terbesar di dunia justru direncanakan berdiri di Armenia, negara kecil dengan sejarah kekristenan yang sangat panjang.
Sumber : Jawaban.comIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!