Setelah Melihat Yesus Disalibkan, Aurel Belajar Berubah dan Minta Maaf kepada Mama

Impact Story / 7 July 2026

Setelah Melihat Yesus Disalibkan, Aurel Belajar Berubah dan Minta Maaf kepada Mama
Sumber: Jawaban.com
Aprita L Ekanaru Official Writer
1151

Sebagai anak pertama dari empat bersaudara, Aurel Christine Zendrato sudah terbiasa membantu pekerjaan rumah. Di usianya yang masih 12 tahun, Aurel kerap diminta mamanya untuk menyapu, mengepel teras, menjemur pakaian, dan membantu berbagai pekerjaan sederhana di rumah.

Di mata mamanya, Aurel sebenarnya adalah anak yang rajin. Bukan hanya di rumah, tetapi juga di sekolah. “Dia sebenarnya rajin, Bu, anaknya rajin. Di sekolah juga guru-gurunya mengatakan kalau Aurel itu rajin,” ujar mamanya.

 

BACA JUGA: Anak 9 Tahun Ini Gak Takut Diejek Lagi Setelah Nonton Kisah Musa di Superbook

 

Namun di balik kerajinannya, Aurel juga menyimpan rasa lelah. Sebagai anak sulung, ia merasa sering menjadi orang pertama yang diminta membantu. Sementara itu, adik-adiknya belum mendapat tanggung jawab sebanyak dirinya. Dari sanalah muncul rasa tidak adil di dalam hati Aurel.

Kadang, ketika mama memintanya melakukan sesuatu, Aurel tidak langsung menjawab atau justru terlihat mengabaikan. Bukan karena ia tidak mau membantu sama sekali, tetapi karena ia merasa capek. “Kadang sih males, Teh. Mungkin karena kecapean, jadi males,” ungkap Aurel jujur.

Pergumulan lain yang sering memicu pertengkaran adalah soal handphone. Mama Aurel tidak melarang Aurel memakai HP, tetapi tetap memberi batasan waktu. Ada waktu untuk belajar, membantu pekerjaan rumah, dan ada waktu untuk bermain. Namun saat waktu bermain HP habis, Aurel kadang merasa kesal karena masih ingin lanjut bermain.

Semua itu perlahan berubah ketika Aurel menyaksikan kisah penyaliban Tuhan Yesus melalui Superbook. Cerita yang mungkin sering didengarnya di sekolah minggu itu tiba-tiba terasa sangat dekat dan menyentuh hati.

Aurel membayangkan betapa sakitnya tangan Tuhan Yesus saat dipaku di kayu salib. “Kalau kita kena duri sedikit aja kan sakit. Tapi Tuhan Yesus kok bisa ya kayak gitu,” katanya. Dari kisah itu, Aurel mulai mengerti bahwa Tuhan Yesus disalibkan untuk menanggung dosa manusia. Ia juga belajar bahwa manusia tidak boleh terus hidup dalam kesalahan, melainkan harus saling memaafkan dan mengasihi.

Di momen itulah Aurel merasa Tuhan seperti menegurnya. Ia mulai sadar bahwa selama ini sikapnya kepada mama belum selalu baik. Ketika membagikan hal itu kepada teman-temannya, Aurel menangis. Ia merasa sedih dan menyesal karena pernah melakukan kesalahan kepada kedua orang tuanya.

Dorongan itu tidak berhenti hanya di dalam hati. Aurel akhirnya datang kepada mamanya dan meminta maaf. “Aurel minta maaf, terus siapa tahu Aurel dengan ini nanti bisa berubah,” ucapnya.

Permintaan maaf itu menjadi langkah kecil yang membawa pemulihan. Aurel memang tidak langsung berubah menjadi anak yang sempurna. Ia masih berproses. Kadang ia masih bersungut-sungut ketika diminta membantu. Namun, kini ia mulai lebih sadar dan berusaha memperbaiki sikapnya.

Perubahan itu juga dirasakan dalam hubungannya dengan mama. Aurel merasa mamanya tidak sesering dulu marah-marah. Di sisi lain, Aurel juga belajar untuk lebih patuh dan tidak melawan.

 

BACA JUGA: Bagaimana Perubahan Siona Setelah Pindah Rumah, Membuat Kakek dan Neneknya Terharu

Melalui Superbook, kisah penyaliban Yesus bukan hanya menjadi cerita Alkitab bagi Aurel. Kisah itu menjadi teguran kasih yang menolongnya melihat kembali sikapnya di rumah. Dari salib Kristus, Aurel belajar tentang kasih, pengampunan, pertobatan, dan hormat kepada orang tua.

Kini, Aurel ingin terus belajar menjadi anak yang lebih baik. Baginya, membahagiakan orang tua tidak selalu harus dilakukan dengan hal besar. Sikap yang baik, hati yang mau berubah, dan ketaatan sederhana pun bisa membuat orang tua bangga.

“Kita harus patuh kepada orang tua, gak boleh melawan, dan harus bisa membahagiakan orang tua,” pesan Aurel. “Walaupun kita tidak bisa apa-apa, dengan sifat kita bisa membuat orang tua bangga.”

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?