Kita telah melewati setengah tahun dan memasuki paruh kedua tahun. Apa yang kamu rasakan? Sebagian orang mungkin mengevaluasi kembali perjalanan hidupnya.
Ada yang merasa bersyukur karena berhasil melewati setengah tahun pertama dengan baik, tetapi ada juga yang masuk bulan baru dengan beban, penyesalan, kekhawatiran, atau rasa lelah yang belum selesai.
Namun bagi orang percaya, bulan baru bukan sekadar pergantian tanggal di kalender. Kita bisa menjadikan ini sebagai kesempatan untuk datang kembali kepada Tuhan, menyerahkan hari-hari ke depan, dan memulai langkah baru bersama-Nya.
Bulan Baru, Kesempatan untuk Memulai Lagi
Tuhan adalah Allah yang memberi kesempatan baru. Setiap pagi, setiap minggu, bahkan setiap bulan, kita diingatkan bahwa hidup tidak berhenti pada kegagalan kemarin. Selama Tuhan masih memberi waktu, selalu ada ruang untuk dipulihkan, diperbarui, dan diarahkan kembali.
Dalam 2 Korintus 5:17 tertulis, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”
Kebenaran ini bukan hanya berlaku saat seseorang pertama kali menerima Kristus, tetapi juga menjadi pengingat bahwa Tuhan sanggup memperbarui hati kita setiap kali kita datang kepada-Nya dengan kerendahan hati.
Memulai Juli dengan doa berarti mengakui bahwa kita tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan hikmat Tuhan untuk mengambil keputusan, kasih-Nya untuk menghadapi sesama, dan damai sejahtera-Nya untuk melewati hal-hal yang belum pasti.
Doa Membawa Hati Kembali Bersih
Salah satu hal penting saat memasuki bulan baru adalah meminta Tuhan menyelidiki hati kita. Mungkin ada sikap yang perlu diperbaiki, perkataan yang melukai, keputusan yang kurang bijak, atau kekhawatiran yang terlalu lama kita pegang sendiri.
Seperti doa Daud dalam Mazmur 139:23-24, kita juga dapat berkata, “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku.”
Doa semacam ini menolong kita tidak hanya meminta berkat, tetapi juga meminta hati yang bersih dan hidup yang lebih berkenan kepada Tuhan.
Bulan baru menjadi momen untuk melepaskan pola lama. Bukan hanya berhenti dari kebiasaan buruk, tetapi juga mulai membangun kebiasaan rohani yang lebih sehat seperti berdoa lebih sungguh, membaca Firman, mengampuni, menjaga perkataan, dan hidup lebih peka terhadap pimpinan Tuhan.
Melangkah dengan Iman, Bukan Kekhawatiran
Juli mungkin datang dengan banyak pertanyaan. Ada target yang belum tercapai, kebutuhan yang belum terjawab, atau pergumulan yang belum selesai. Tetapi doa menolong kita mengingat bahwa damai sejahtera tidak bergantung pada keadaan yang sempurna, melainkan pada kehadiran Tuhan yang menyertai.
Saat kita menyerahkan bulan ini kepada Tuhan, kita belajar percaya bahwa Dia memegang masa depan. Tuhan tidak selalu langsung mengubah situasi, tetapi Dia sanggup menguatkan hati, memberi hikmat, dan membuka jalan sesuai waktu-Nya.
Menjadi Berkat di Bulan yang Baru
Memulai bulan baru juga bukan hanya tentang diri sendiri. Tuhan memanggil kita untuk menjadi terang bagi orang lain. Dalam Yohanes 13:34-35, Yesus mengingatkan bahwa kasih adalah tanda seorang murid Kristus.
“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”
Yuk, jalani bulan Juli ini dengan harapan baru, juga dengan hati yang mau mengasihi. Jadikan bulan ini kesempatan untuk lebih sabar, lebih murah hati, lebih rendah hati, dan lebih peka terhadap orang-orang di sekitar kita.
Welcome July. Kiranya bulan ini menjadi awal yang baru, bukan karena semua keadaan langsung berubah, tetapi karena hati kita kembali diarahkan kepada Tuhan yang memulihkan, menuntun, dan menyertai setiap langkah.
Mungkin bagi sebagian orang, memasuki bulan baru terasa biasa saja. Tetapi bagi kamu yang sedang membawa banyak hal di dalam hati, kamu bisa mendapatkan dukungan doa dari Layanan Doa CBN. Klik Live Chat di pojok kanan bawah atau WhatsApp 0822-1500-2424.
Sumber : Jawaban.com
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!