Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Loh Batu di Gunung Sinai?

Fakta Alkitab / 29 June 2026

Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Loh Batu di Gunung Sinai?
Sumber: Jawaban Channel Youtube
Aprita L Ekanaru Official Writer
2731

Bayangkan dua lempengan batu yang ditulis langsung oleh jari Tuhan, lalu dipecahkan oleh manusia, dan kemudian ditulis ulang oleh Tuhan yang sama. Kisah ini bukan hanya tentang hukum, tetapi tentang sesuatu yang jauh lebih dalam. Dan sampai hari ini, satu pertanyaan masih tersisa, apa yang sebenarnya terjadi dengan loh batu itu?

 

BACA JUGA: Alkitab Sudah Membahas Masalah Uang Sejak 2000 Tahun Lalu

 

Kisah ini dicatat dalam kitab Keluaran, sekitar abad ke-13 sampai ke-15 sebelum Masehi, di Gunung Sinai. Di tempat inilah untuk pertama kalinya dalam sejarah, hukum moral tidak ditulis oleh raja, hakim, atau manusia mana pun, tetapi langsung oleh Tuhan sendiri.

Alkitab tidak menyebutkan secara jelas jenis batu yang digunakan. Namun menurut tradisi Yahudi kuno, loh batu itu kemungkinan terbuat dari batu safir atau lapis lazuli, batu berwarna biru yang diasosiasikan dengan langit dan kehadiran ilahi. Dalam Keluaran 24 ayat 10, digambarkan sesuatu seperti lantai batu safir dalam konteks hadirat Allah.

Ada detail penting yang sering terlewat. Dalam Keluaran 32 ayat 15 disebutkan bahwa tulisan itu ada di kedua sisi loh, depan dan belakang. Artinya, tidak hanya satu sisi seperti yang sering dibayangkan. Bahkan menurut tradisi, tulisan itu menembus batu tersebut, bukan sekadar ukiran di permukaan.

Banyak orang mengira sepuluh perintah dibagi dua, tetapi banyak sarjana menyimpulkan bahwa setiap loh berisi seluruh sepuluh perintah. Dua loh itu adalah salinan yang sama. Dalam budaya perjanjian kuno, setiap pihak memegang salinan sebagai tanda kesepakatan. Tuhan dan bangsa Israel sama-sama terikat dalam perjanjian itu.

Namun, semuanya berubah ketika Musa turun dari gunung. Ia menemukan bangsa Israel sedang menyembah patung anak lembu emas. Dalam kemarahannya, Musa menjatuhkan loh batu itu hingga pecah. Perjanjian yang baru saja dibuat hancur di tangannya.

Tetapi kisah ini tidak berhenti di sana. Tuhan menyuruh Musa kembali ke Gunung Sinai, dan loh batu itu ditulis kembali. Yang menarik, menurut tradisi Yahudi, pecahan loh pertama tidak dibuang. Pecahan itu disimpan bersama loh yang baru di dalam tabut perjanjian. Yang utuh dan yang hancur ditempatkan berdampingan.

Sampai hari ini, keberadaan loh batu dan tabut perjanjian masih menjadi misteri. Ada berbagai teori, tetapi belum ada yang bisa memastikan kebenarannya.

 

BACA JUGA: Yang Terlihat Hampir Habis, Ternyata Tidak Pernah Kurang

 

Namun mungkin yang paling penting bukanlah di mana loh batu itu berada. Yang lebih penting adalah apa yang kisah ini ajarkan. Bahwa sesuatu yang pernah hancur tidak selalu dibuang. Bahkan yang rusak pun tetap memiliki tempat. Tonton penjelasan selengkapnya dengan menonton video di bawah ini:

Sumber : Jawaban Channel
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?