Ketika pertama kali menggembalakan gereja GMIT Motamaro, Ibu Pdt. Yumince Pincat atau yang akrab dipanggil Ibu Pendeta Yupin melihat sebuah tantangan yang cukup berat.
Anggota gereja yang ia layani masih cenderung pasif. Banyak jemaat belum memiliki kesadaran dan menjadikan ibadah sebagai prioritas. Jika datang beribadah, mereka datang. Jika tidak, rasanya seperti tidak ada beban.
Kondisi pelayanan anak pun tidak jauh berbeda. Anak-anak sekolah minggu hadir tidak menentu. Sebenarnya anak-anak punya kerinduan tentang Firman Tuhan, tetapi mereka hanya bisa menerima seadanya tergantung pada kesanggupan guru sekolah minggu.
Ibadah yang berjalan tanpa arah juga merupakan salah satu faktor yang menjadikan anak-anak tidak konsisten beribadah sekolah minggu.
BACA JUGA: Menuju Era Baru Pemuridan Anak, CBN Disciple Gelar Kick Off Pelayan Anak 2026
“Gerejanya pasif, banyak jemaat yang tidak memprioritaskan ibadah. Anak-anak sekolah minggu juga kadang hadir, kadang tidak,” ungkapnya.
Di tengah kondisi itu, Ibu Pendeta Yupi tidak tinggal diam. Sebelum bermitra dengan CBN Indonesia, ia sudah lebih dulu membangun kelompok pemuridan sederhana untuk anak-anak. Meksipun tidak memiliki materi lengkap, ia mengajak anak-anak membaca Alkitab dan membangun komitmen mengenal firman Tuhan.
Namun, tantangannya tidak mudah. Mereka mengalami keterbatasan tenaga dan sistem membuat pelayanan anak sehingga Ibu Pendeta Yupi memutuskan untuk ikut melayani di Pelayanan Anak.
“Jadi akhirnya saya sendiri ambil alih pelayanan anak untuk superbook,” tuturnya.
Pesan yang Menyalakan Semangat Memuridkan Anak
Semangat Ibu Pendeta Yupi semakin menyala ketika ia mendengar pesan dari pendiri CBN Indonesia, Mark McClendon.
“Kalau kita tidak bisa memuridkan generasi, dunia akan memuridkan mereka.”
Kalimat itu menancap kuat di hatinya. Bagi Ibu Pendeta Yupi, pelayanan anak bukan sekadar soal tontonan rohani atau kegiatan sekolah minggu yang positif, melainkan warisan kehidupan yang diturunkan kepada anak-anak, generasi penerus kita.
BACA JUGA: Solusi Digital Pemuridan Anak yang Efektif dan Relevan di Era Teknologi
“Saya sebenarnya ngeri. Ini bukan masalah tontonan lagi atau masalah pengajaran lagi, ini soal masalah warisan kehidupan,” katanya.
Ketika akhirnya GMIT Motamaro mulai menggunakan CBN Disciple dan Superbook, Ibu Pendeta Yupi mengaku merasa sangat tertolong. Materi yang tersedia melalui modul membuatnya tidak lagi harus menghabiskan banyak tenaga untuk menyiapkan semua dari awal. Ia bisa lebih fokus mempersiapkan diri, mengajar, dan memuridkan anak-anak.
“Waktu pakai materi dari tim Superbook, saya merasa sangat terbantu. Itu mengurangi persiapan saya, saya cuma mempersiapkan diri dengan modul yang ada,” jelasnya.
“Dulu guru sekolah minggu harus order buku dari luar, menyiapkan alat peraga, dan energi tersedot. Sekarang sudah ada sistem dan modul yang menolong,” tambahnya.
Ketertarikan Tersendiri Bagi Anak-anak
Superbook pun menjadi sesuatu yang baru dan menarik bagi anak-anak di GMIT Motamaro. Mereka datang, menonton, belajar firman, dan mulai membentuk kebiasaan baru. Program ini bahkan sempat dilakukan dua kali seminggu, diluar jadwal ibadah hari minggu.
Bahkan jika ada ajakan untuk melakukan kegiatan lain yang bentrok, Ibu Pendeta Yupi memilih untuk fokus pada pelayanannya untuk memuridkan anak-anak.
“Kalau ada kegiatan lain saya tolak. Saya bilang, saya harus mengajar firman Tuhan untuk anak-anak dengan Superbook,” ucapnya.
BACA JUGA: Dengan Aplikasi CBN Disciple, Mengajar di Sekolah Minggu Menjadi Lebih Mudah dan Seru
Pelayanan Membuahkan Hasil yang Manis
Hasil pelayanannya membuahkan hasil yang manis. Anak-anak yang dulu hadir tidak menentu kini lebih stabil mengikuti kegiatan. Dengan adanya animasi Alkitab Superbook, jumlah anak bisa mencapai sekitar 30 orang secara rutin. Dalam event tertentu, partisipasi meningkat jauh hingga puluhan bahkan ratusan orang.
Namun bagi Ibu Pendeta Yupi, perubahan yang paling berharga bukan hanya soal jumlah. Melainkan perubahan karakter anak-anak yang lebih berharga daripada jumlah anak yang hadir.
Anak-anak yang semula selalu berisik, tidak bisa diam dan tenang ketika sekolah minggu berlangsung, kini menjadi lebih tertib, menyimak, membaca Alkitab di sela-sela waktu sekolah, hingga mampu membedakan mana yang baik dan tidak baik.
“Perubahan yang paling nyata itu mereka bisa diam. Mereka sudah bisa membedakan ini enggak boleh, ini boleh,” katanya.
Yang lebih menakjubkan, ada anak yang menangis dalam ibadah karena merasa Tuhan menjamah hidupnya. Anak itu bercerita kepada Ibu Pendeta Yupi, “Saya rasa Tuhan itu pegang pundak saya.”
“Kamu mengalami Tuhan,” demikian respon Ibu Pendeta Yupi.
Dampak pelayanan ini juga meluas kepada gereja. Tuhan membangkitkan generasi baru. Remaja dan pemuda mulai memberi diri menjadi pengajar, mengatur pujian, dan melayani anak-anak.
“Puji Tuhan sudah ada empat orang yang bersedia membantu di pelayanan sekolah minggu dan superbook,” ungkap Ibu Pendeta Yupi.
Melalui CBN Disciple dan Superbook, GMIT Motamaro mengalami perkembangan yang luar biasa. Di tengah keterbatasan gereja desa, Tuhan memakai sistem pemuridan yang sederhana, kreatif, dan kuat untuk menolong anak-anak mengenal firman Tuhan.
BACA JUGA: Ingin Membawa Pemuridan Keluarga, Tuhan Mulai dari Hidup Saya
Bagi Ibu Pendeta Yupi, CBN Disciple dan Superbook bukan materi yang biasa. Kehadiran CBN Disciple dan Superbook sangat membantu pelayanannya di GMIT Motamaro mengalami perkembangan yang luar biasa.
“Saya bersyukur dengan program CBN. Buat kami yang di kampung pun bisa mengerti firman, khususnya anak-anak. Ini cara memuridkan yang paling sederhana, paling simple, tapi tidak murahan,” ungkapnya.
Ibu Pendeta Yupi mengungkapkan rasa terimakasih dengan kehadiran program CBN Disciple dan Superbook yang membantu pelayanannya, “Terima kasih karena sudah totalitas mempersiapkan pengajaran yang baik untuk gereja, khususnya kami yang di pedesaan dan SDM-nya terbatas.”
“CBN bisa menyiapkan satu sistem plus fasilitas, bagi saya itu luar biasa. Tidak semua orang bisa berkomitmen sampai ke sana. Tetap semangat untuk Kerajaan Sorga,” tambahnya.
Perkembangan luar biasa yang dialami gereja GMIT Motamaro tentunya tidak terlepas dari dukungan setia Mitra CBN. Setiap dukungan yang diberikan menjadi bagian dari pertumbuhan iman generasi anak di berbagai daerah, termasuk mereka yang melayani di tengah keterbatasan.
Mari terus ambil bagian dalam pelayanan CBN Disciple dan Superbook agar semakin banyak gereja, guru sekolah minggu, dan anak-anak di Indonesia diperlengkapi untuk bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan. Dukungan Anda dapat menjadi jalan bagi lahirnya generasi yang mencintai firman, hidup dalam nilai Kerajaan Allah, dan siap menjadi terang di tengah dunia.
Sumber : Jawaban.comIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!