Melayani di tengah masyarakat dengan latar belakang iman dan budaya yang beragam selalu menghadirkan pengalaman yang berharga. Di sana, pelayanan bukan hanya tentang menyampaikan pesan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan, menghormati perbedaan, dan hadir dengan kasih yang dapat dirasakan oleh semua orang.
Hal inilah yang dijalani oleh Ibu Ni Nyoman Sriwedari, atau yang akrab disapa Ibu Ruth. Ia adalah salah satu guru sekolah minggu di GBI ROCK Tabanan, yang merupakan salah satu gereja Mitra Superbook dan memiliki kerinduan untuk hadir, menjangkau, dan memberkati warga sekitar.
“Tantangan terbesar kami adalah jarak, karena menuju lokasinya membutuhkan sekitar tiga jam dari Tabanan,” ungkap Ibu Ruth.
Baca Juga: Anak Ini Memilih Jujur daripada Mempertahankan Nilai Tinggi
Salah satu tempat pelayanan yang mereka kunjungi adalah TK Pelita Hati, sebuah sekolah yang berada di tengah komunitas dengan latar belakang keyakinan yang beragam. Meski masyarakat setempat menerima kehadiran mereka dengan baik, pelayanan ini tetap memiliki tantangan tersendiri, terutama dari sisi jarak, logistik, dan medan perjalanan yang cukup ekstrem.
Namun tantangan itu tidak mengurangi semangat Ibu Ruth dan tim. Saat pelayanan dimulai, anak-anak menunjukkan antusiasme yang besar. Awalnya, sekitar 47 anak bergabung dalam kegiatan tersebut. Seiring berjalannya waktu, jumlah anak yang ikut meningkat hingga mencapai 80 anak.
Dalam sesi pemuridan, anak-anak belajar melalui kartu bergambar yang berisi ayat dan cerita. Mereka juga diberi tugas sederhana untuk menceritakan kembali kisah yang mereka pelajari kepada orang-orang di sekitar mereka. Selama satu minggu, anak-anak membagikan cerita itu kepada orang tua, kakek, nenek, bahkan teman-teman mereka.
Rasa ingin tahu mereka juga terus bertumbuh. Mereka tidak hanya menerima materi yang diberikan, tetapi juga aktif bertanya dan ingin belajar lebih banyak.
“Setelah selesai pemuridan, kami mengadakan nonton bersama layar tancap. Delapan puluh anak menonton bersama, setelah itu banyak anak memberikan kesaksian yang luar biasa,” cerita Ibu Ruth.
Setelah seluruh materi selesai diajarkan, Ibu Ruth dan tim mengadakan kegiatan nonton bersama dengan anak-anak dan warga Desa Seraya. Kegiatan sederhana itu menjadi momen yang berkesan. Banyak anak merespons dengan hati yang terbuka, merasakan suasana doa yang penuh damai, dan mulai mengungkapkan pemahaman mereka tentang nilai-nilai iman yang telah mereka pelajari.
Baca Juga: Dengan Aplikasi CBN Disciple, Mengajar di Sekolah Minggu Menjadi Lebih Mudah dan Seru
Bagi Ibu Ruth, pengalaman ini menunjukkan bahwa anak-anak memiliki hati yang mudah dibentuk ketika mereka diperkenalkan pada kebenaran dengan cara yang kreatif, menyenangkan, dan penuh kasih. Bahkan di tengah keberagaman latar belakang keluarga, anak-anak tetap dapat menerima nilai-nilai yang baik, belajar tentang kasih, dan mengalami suasana yang membangun iman.
“Superbook dan Super5 sudah sangat bagus. Banyak anak-anak yang sangat antusias menontonnya. Di tengah persaingan konten digital saat ini, CBN dapat memberikan alternatif yang benar-benar menarik dan bermakna bagi anak-anak. Saya ingin rasa keingintahuan ini juga muncul pada anak-anak di kota yang setiap hari sudah terpapar konten online, karena rasa ingin tahu yang aktif selalu menjadi semangat kami,” ungkap Ibu Ruth kepada tim Superbook.
Sudah banyak sekolah minggu yang menggunakan kurikulum Superbook, jika Anda ingin menjadi bagian pelayanan Superbook di dalam menjangkau generasi anak klik link di bawah.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!