Jatuh Ke Pergaulan Bebas Gara-gara Broken Home dan Bullying Rusak Gambar Diri Ibrahim
Sumber: YouTube Superyouth ID

Youth / 2 April 2026

Kalangan Sendiri

Jatuh Ke Pergaulan Bebas Gara-gara Broken Home dan Bullying Rusak Gambar Diri Ibrahim

Claudia Jessica Official Writer
730

Hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan, dan bagi sebagian orang, luka masa kecil bisa membentuk jalan hidup yang gelap. Itulah yang dialami Ibrahim Syahrin.

Sejak lahir, ia sudah dihadapkan pada kenyataan pahit. Ayah kandungnya meninggalkan keluarga saat usianya baru lima hari. Rasa kehilangan itu tumbuh menjadi kekecewaan dan luka yang dalam.

Ibrahim memiliki ayah sambung yang ia anggap sebagai ayah kandungnya sendiri. Sayangnya, masa kecil Ibrahim diwarnai dengan kekerasan fisik maupun mental.

“Saya penah dipukul, dicaci maki bahwa saya bukan anak kandungnya,” ujar Ibrahim.

Tidak hanya di rumah, luka itu berlanjut di lingkungan sosial. Ibrahim pun mengalami bullying yang menyakitkan dari lingkungannya.

“Ada satu peristiwa yang bilang saya ini anak haram... dibilang anak dari zina, dan membuat saya down banget.”

Kekerasan verbal maupun fisik yang diterima Ibrahim perlahan-lahan menghancurkan gambar dirinya.

“Di dalam diri saya sudah hancur. Saya mengalami ketakutan. Kadang nangis sendiri, ketawa sendiri,” ungkapnya dengan jujur.

Tertolak di keluarga, juga tertolak di lingkungan, Ibrahim mencari pengakuan dari pergaulan yang buruk. Akibatnya, ia mulai jatuh dalam dosa agar bisa terlihat keren dan diterima oleh lingkungannya.

“Akibatnya, saya jadi merugikan diri sendiri. Contohnya, saya terjerat narkoba waktu usia 16 tahun.”

Ibrahim tenggelam dalam pergaulan bebas. Tak hanya narkoba, ia juga merokok, mengonsumsi alkohol, seks bebas, dan terjebak dalam dalam kegelapan.

Semua pelarian yang ia lakukan untuk merasa diterima, justru meninggalkan kehampaan yang lebih dalam di hatinya.

“Yang saya lakukan tuh seperti hampa, tidak ada hasil.”

Lalu suatu hari, Ibrahim mendapatkan mimpi yang menuntunnya mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya.

“Di usia 22 tahun, saya akhirnya menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saya.”

Apa yang terjadi pada Ibrahim sampai ia memutuskan untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat serta meninggalkan keprcayaan lamanya?

Cerita lengkapnya bisa kamu tonton kisah penuh Ibrahim di podcast Superyouth.

Sumber : YouTube Superyouth
Halaman :
1

Ikuti Kami