Lebih dari sepuluh tahun lamanya Anggrainy Santy Voulina Pasaribu atau yang biasa disapa Anggi, membangun karirnya di dunia jurnalistik. Mulai dari jadi reporter, produser, hingga executive producer dan news anchor. Anggi telah mencapai apa yang banyak orang impikan.
Tapi, ia harus merasakan karir yang telah dibangunnya runtuh sekaligus. Karir, rasa percaya diri, bahkan harga dirinya hancur. Bahkan Anggi kehilangan alasan untuk hidup.
“Tuhan, gua mau mati aja. Gua mau mati tapi gua enggak berani bunuh diri. Mendingan lu bunuh gua aja, Tuhan,” ucap Anggi dengan putus asa saat bercerita di Podcast Cahaya Bagi Negeri.
Bagi Anggi, menjadi jurnalis bukan sekedar bagaimana pernampilannya di layar, tetapi ada ketekunan, kejujuran, juga keberanian yang diperlukan untuk mencapai posisinya saat ini.
Sayangnya, semua pencapaian yang Anggi peroleh, tidak bisa melindunginya dari kehancuran batin. Anggi merasa sendiri, ditinggalkan, bahkan kehilangan arah hingga memandang dirinya dengan rendah.
Dalam pergumulannya itu, Anggi mulai mempertanyakan ulang arah hidupnya. Ia mengevaluasi dirinya, mengubah cara pandang terharap dirinya sendiri, hingga menggeser fokus hidupnya dari apa yang selama ini ia kejar.
Ketika banyak orang berlomba-lomba untuk naik dan berada di posisinya, Anggi justru memilih untuk meninggalkan semua yang sudah ia bangun selama lebih sepuluh tahun.
Pertanyaannya, apa yang sebenarnya terjadi dalam hidup Anggi sampai ia berani melepaskan semua yang sudah ia bangun selama bertahun-tahun?
Apa yang membuat seseorang yang sudah ada di titik nyaman justru memilih jalan yang lebih tidak pasti? Bagaimana ia bisa yakin bahwa itu adalah panggilan Tuhan, bukan sekadar keputusan sesaat?
Tonton kisah lengkap Anggi di YouTube Jawaban melalui Podcast Cahaya Bagi Negeri:
Sumber : YouTube Cahaya Bagi NegeriIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”