Saat Luka Dipulihkan dan Kutuk Dipatahkan, Kisah Anak yang Memilih Mengampuni Ibunya
Sumber: Jawaban.com

Impact Story / 13 February 2026

Kalangan Sendiri

Saat Luka Dipulihkan dan Kutuk Dipatahkan, Kisah Anak yang Memilih Mengampuni Ibunya

Lori Official Writer
3494

Di tengah dunia yang bising oleh berbagai suara, Layanan Doa CBN hadir menjadi tempat berlabuh bagi mereka yang lelah dan terluka. Melalui tayangan media, video rohani, sosial media, hingga website, banyak jiwa menemukan jalan untuk mengenal kasih Tuhan secara pribadi. Tidak sedikit yang pertama kali hanya menonton atau membaca, lalu memberanikan diri menghubungi Layanan Doa—dan di sanalah perjalanan pemulihan dimulai. Salah satunya adalah Yordina.

 

Tumbuh dalam Luka dan Kepahitan

Sejak kecil, Yordina hidup dalam keluarga yang tidak biasa. Ibunya dikenal sebagai seorang dukun, mewarisi praktik okultisme dari kakeknya. Di mata masyarakat, itu dianggap kebanggaan. Namun bagi Yordina kecil, ibunya sedang melakukan sesuatu yang jahat dan berdosa setiap kali menyaksikan ritual-ritual yang dilakukan ibunya. 

Bukan hanya itu, luka demi luka terus tumbuh dalam hatinya atas setiap sikap dan perkataan ibunya. Hampir tak ada hari yang bisa ia dan adiknya lewati tanpa mendengar kata-kata penuh amarah dan negatif dari sang ibu. Kata-kata seperti “Kamu akan miskin seumur hidupmu!” dan “Kamu akan mati lebih dulu dari saya!” menjadi kalimat yang begitu melukai hatinya.  

Rumah yang seharusnya menjadi tempat aman justru dipenuhi konflik. Ia menyimpan marah, benci, bahkan pernah terlintas keinginan untuk balas dendam kepada ibunya.

“Tahun 2019 itu saya benar-benar ada di titik tidak mau terima keluarga saya lagi. Saya bilang, lebih baik saya sendiri daripada harus terus hidup dalam keadaan seperti ini.”

Kepahitan itu semakin dalam ketika ia merasa tidak pernah benar-benar dikasihi. Semua bermula sejak ia menolak mewarisi praktik ibunya, dan karena itu ia sering dianggap pembangkang.

 

Baca Juga: Dari Pernikahan yang Penuh Luka Menuju Pelukan Kasih Tuhan yang Memulihkan

 

Berani Menghubungi Layanan Doa

Perjalanan iman Yordina mulai terjadi Ketika ia pertama kali menghubungi Layanan Doa CBN saat ibunya mengalami peristiwa pembacokan yang hampir merenggut nyawanya. Saat itu, Yordina meminta dukungan doa.

“Saya hubungi pelayanan CBN itu pertama kali waktu saya minta dukungan doa dari CBN karena mama dibacok sama orang umur 23 tahun. Kalau bisa dibilang waktu itu mama sudah hampir meninggal. Dan CBN memperkenalkan mama dengan pak John dan dia langsung melayani mama dan mengirimi doa untuk mama," kenang Yordina.  

Melalui pendampingan doa dan bimbingan rohani, ia juga secara pribadi mendapat bimbingan rohani tentang hubungannya yang penuh luka dengan sang ibu. Ia diingatkan bahwa Tuhan sendirilah yang memilih keluarganya saat ini. “Kita tidak bisa memilih siapa ayah dan ibu kita. Tetapi kita bisa memilih kepada siapa kita menyerahkan keluarga kita," demikian Yordina mengingat betul kalimat disampaikan tim Layanan Doa CBN.

Saat itulah, imannya semakin diteguhkan untuk terus berjuang dan berdoa untuk pertobatan ibunya. Bahkan masa-masa sakit yang dialami ibunya menjadi peluang bagi Yordina dan adiknya membersihkan semua alat dan barang yang biasa ibunya gunakan untuk praktik okultisme 

 

Baca Halaman Berikutnya --->

dan memutuskan ikatan kegelapan yang diwarisi sang ibu.

Ia menyadari bahwa pengampunan tidak terjadi dalam waktu semalam. Ia belajar untuk mengasihi dan berdoa dengan tulus untuk ibunya.

 

Melepaskan Luka dan Mengalami Sukacita

Hari ini, Yordina tidak lagi hidup dalam bayang-bayang kutukan. Ia bertumbuh secara rohani, aktif beribadah, dan menjadikan Tuhan prioritas dalam setiap keputusan—termasuk soal pekerjaan dan pasangan hidup.

Ia mengaku bahwa hidupnya tidak akan bisa seperti saat ini jika tanpa Tuhan. “Segelap-gelapnya malam, masih ada bintang yang bersinar. Tapi kalau hidup tanpa Tuhan, itu benar-benar gelap tanpa arah," ungkapnya.

Saat ini, ia masih menikmati pekerjaannya sebagai babysitter di rumah sebuah keluarga di kota Surabaya. Ia bersyukur bisa bertemu majikan yang mendukung pertumbuhan imannya kepada Tuhan. Namun ia berharap hidupnya tidak hanya sampai di sini. Ia masih memiliki mimpi untuk kembali ke kampung halamannya di Soe, Nusa Tenggara Timur dan melayani sebagai seorang guru di gerejanya.

 

Baca Juga: Ketika Anak Menyaksikan Kekerasan, Tuhan Memulihkan Keluarga Kami

 

Namun di dalam perjalanan panjang ke depan, Yordina berharap bisa tetap mendapatkan dukungan doa dari Layanan Doa CBN. "CBN menjadi tempat saya bercerita. Selalu hadir di saat saya benar-benar putus asa," ungkapnya. "CBN sudah luar biasa melakukan semuanya dengan baik. Teruslah berkarya untuk Tuhan, karena pasti banyak jiwa-jiwa di luar sana yang membutuhkan dukungan CBN," demikian ia berterima kasih untuk semua dukungan yang sudah ia terima.  

Apakah hari ini Anda juga punya luka yang sama seperti Yordina? Mungkin hubungan Anda dengan orang tua sedang tidak baik, konflik yang seakan tak pernah mereda dengan suami atau istri, atau Anda sedang menanggung beban tanggung jawab yang begitu besar atas anak, keluarga maupun diri Anda sendiri? Kami hadir melalui Layanan Doa CBN 24 jam setiap hari untuk mendukung Anda dalam doa maupun setia mendengarkan Anda. Hubungi kami di nomor kontak atau 082215002424 klik tombol di bawah ini.

Layanan Doa CBN

 

Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami