Kisruh Penonaktifan BPJS PBI, Pemerintah dan DPR Sepakat Layanan Tetap Jalan 3 Bulan

News / 11 February 2026

Kisruh Penonaktifan BPJS PBI, Pemerintah dan DPR Sepakat Layanan Tetap Jalan 3 Bulan
Sumber: Shutterstock
Claudia Jessica Official Writer
7869

Polemik penonaktifan jutaan peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) akhirnya menemukan titik terang. Pemerintah dan DPR sepakat bahwa seluruh layanan kesehatan peserta BPJS PBI, termasuk yang sempat dinonaktifkan, tetap harus dilayani selama tiga bulan ke depan.

Kesepakatan ini muncul setelah muncul keluhan masyarakat, termasuk pasien cuci darah yang mendapati kepesertaan BPJS PBI mereka tiba-tiba tidak aktif. Akibatnya, beberapa pasien terpaksa menunda pengobatan yang seharusnya rutin dilakukan.

 

BACA JUGA: PGI Wujudkan Perlindungan Menyeluruh Bagi Pendeta dan Pelayan Gereja Lewat Langkah Ini

 

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa negara tidak boleh membiarkan pelayanan kesehatan terganggu.

“DPR dan pemerintah sepakat dalam jangka waktu tiga bulan ke depan, semua layanan kesehatan tetap dilayani dan PBI-nya dibayarkan pemerintah,” ujarnya di Gedung DPR, Senin (9/2/2026).

Dalam periode tiga bulan tersebut, pemerintah akan melakukan pemutakhiran data penerima BPJS PBI. Kementerian Sosial, pemerintah daerah, BPS, dan BPJS Kesehatan akan melakukan pengecekan ulang data desil agar subsidi benar-benar tepat sasaran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa pihaknya juga membuka opsi reaktivasi otomatis bagi sekitar 106.000 pasien dengan penyakit katastropik seperti kanker, gagal ginjal, jantung, dan stroke.

Reaktivasi otomatis dilakukan agar layanan kesehatan tidak terganggu, terutama bagi penderita penyakit serius yang membutuhkan perawatan jangka panjang.

 

BACA JUGA: BPJS Disebut Tidak Mampu Cover Semua Biaya Berobat, Begini Kata Menkes...

 

Gus Ipul mengungkapkan bahwa persoalan ini berakar pada ketidaktepatan data. Sepanjang 2025, tercatat sekitar 54 juta warga dari kelompok ekonomi terbawah (desil 1–5) belum menerima BPJS PBI. Sebaliknya, sekitar 15 juta warga dari kelompok ekonomi menengah atas justru masih terdaftar sebagai penerima bantuan.

Menurutnya, pemerintah tidak mengurangi kuota penerima BPJS PBI, melainkan melakukan relokasi subsidi agar diberikan kepada mereka yang benar-benar berhak.

“Tidak ada yang dikurangi, tetapi direalokasi kepada yang lebih memenuhi kriteria,” tegasnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyoroti pentingnya proses yang lebih tertib dan terkomunikasikan. Ia menilai penonaktifan mendadak tanpa sosialisasi membuat citra pemerintah terdampak negatif.

“Jangan sampai yang sudah sakit tiba-tiba begitu mau cek darah, apa cuci darah lagi, tiba-tiba tidak eligible, tidak berhak. Kan itu kayaknya kita konyol. Padahal uang yang saya keluarkan sama (untuk warga lain yang lebih berhak). Saya rugi di situ, uang keluar, image jelek jadinya. Pemerintah rugi dalam hal ini,” ujarnya.

 

BACA JUGA: Perlukah Anggaran untuk Asuransi Kesehatan Diluar BPJS Kesehatan?

 

Ia menyarankan agar setiap perubahan status BPJS PBI disertai pemberitahuan dan masa transisi dua hingga tiga bulan agar masyarakat dapat bersiap.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa validasi data harus dilakukan lebih ketat. Menurutnya, penerima BPJS PBI seharusnya benar-benar berasal dari kelompok tidak mampu.

“Ini bisa BPS, bisa dengan pemda dan Kemensos memvalidasi, benar tidak sih ini miskin atau tidak. Kalau saya sebagai pernah bankir dibilang, ya dilihat kalau, 'Pak, dia masuk PBI, tapi punya kartu kredit limit Rp 20 juta'. Ya sudah pasti kan tidak harusnya PBI, atau dia PBI tapi listriknya 2.200 ya harusnya tidak PBI,” ujarnya.

Budi menegaskan bahwa tujuan kebijakan ini bukan untuk membatasi layanan, melainkan memastikan subsidi kesehatan tepat sasaran.

Dengan kesepakatan ini, pemerintah berharap dalam tiga bulan ke depan data kepesertaan BPJS PBI menjadi lebih akurat dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan tetap mendapatkan perlindungan kesehatan tanpa hambatan.

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Peran Roh Kudus Kisah Nyata Mimpi Bertemu Yesus Devotional Jawaban Siapa Yesus

Related Articles

Artikel Populer

Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?