Selama puluhan tahun, hidup mereka dikendalikan oleh ramalan dan ritual. Setiap awal tahun, mereka mendatangi “Eyang” untuk menanyakan peruntungan usaha dan keluarga. Setiap ada masalah anak rewel, sakit mata misterius, persaingan bisnis, solusinya selalu datang dari kuasa leluhur, jimat kertas kuning yang dibakar dan diminum, kepala anjing hitam yang dikubur di toko, atau mantra-mantra perlindungan.
Semua ritual itu seakan berhasil. Masalah teratasi. Usaha terasa aman. Mereka pun semakin yakin dan bergantung.
Namun, di balik semua “solusi” yang instan itu, hati mereka justru semakin tidak tenang. Ada kegelisahan yang tak bisa dijelaskan. Hingga satu titik, sebuah perintah dari Eyang memantik pemberontakan dalam batin. “Saya tidak merasakan damai sejahtera,” ujar sang suami. Perasaan itu menjadi pintu awal pencarian mereka akan kebenaran yang sesungguhnya.
Di tengah kebingungan itu, mereka justru dipertemukan dengan firman yang menghantam kesadaran, “Apa yang kamu anggap baik, apa yang kamu anggap lurus, ujungnya adalah maut.” Sebuah pernyataan keras yang membongkar semua keyakinan lama. Mereka mulai mempertanyakan, "Apakah kuasa yang selama ini mereka andalkan benar-benar menolong, atau justru secara perlahan membinasakan?"
Perjalanan pergumulan mereka mencapai klimaks ketika mereka dihadapkan pada pilihan untuk menerima pengampunan. Dengan berani, mereka membakar semua jimat dan perlengkapan ritual di pelataran gereja, menandai babak baru kehidupan.
Bagaimana titik balik yang mengubah segalanya itu terjadi? Apa yang sebenarnya mereka temukan sehingga berani meninggalkan segala kuasa yang selama ini mereka andalkan?
Kisah lengkap transformasi luar biasa dari belenggu okultisme menuju kemerdekaan sejati ini akan membuka mata dan hati Anda.
Tonton kesaksian lengkap perjalanan iman mereka di video berikut ini. Buktikan bagaimana kuasa yang lebih besar daripada semua ramalan leluhur membawa damai sejahtera yang sejati!
Butuh Doa, Konseling, atau Pendampingan?
Jika Anda sedang dalam pergumulan berat seputar keluarga, iman, pernikahan, atau masa lalu, jangan hadapi sendirian. Silakan hubungi nomor Layanan Doa CBN di bawah ini.
Sumber : Cahaya Bagi Negeri Youtube