Awal tahun seharusnya identik dengan semangat baru dan harapan yang segar. Namun bagi sebagian orang, tahun baru justru datang dengan perasaan kecewa. Resolusi yang sudah disusun rapi tidak tercapai, target hidup meleset, kemudian muncul pikiran, “Apakah aku masih punya masa depan?”
Perasaan seperti ini tidak jarang membuat seseorang berpikir bahwa masa depannya sudah tertutup. Dalam sebuah sharing, Ps. Revi Halim mengingatkan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan hidup seseorang.
“Kegagalan itu bukan akhir segalanya. Kegagalan adalah pembelajaran supaya kita bisa berjalan menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Ps. Revi Halim.
Kegagalan Adalah Bagian dari Proses Bertumbuh
Ps. Revi secara jujur mengakui bahwa ia pun pernah mengalami resolusi yang gagal. Namun kegagalan tersebut tidak membuatnya berhenti melangkah. Sebaliknya, kegagalan menjadi sarana evaluasi dan pembelajaran untuk menjalani langkah berikutnya dengan lebih bijak.
“Aku juga punya resolusi yang gagal. Tapi dari situ aku belajar, kalau sebelumnya gagal, apa yang perlu diperbaiki supaya resolusi berikutnya bisa berhasil,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa menyerah bukanlah pilihan. Selama seseorang masih mau belajar dan bangkit, masa depan tetap terbuka.
Orang Benar Bisa Jatuh Tapi Tidak Menyerah
Firman Tuhan dalam kitab Amsal menyatakan bahwa orang benar bisa jatuh tujuh kali, tetapi ia bangkit kembali. Ps. Revi menegaskan bahwa jatuh adalah bagian dari kehidupan manusia, namun Tuhan tidak pernah menghendaki umat-Nya tinggal dalam kejatuhan.
“Firman Tuhan bilang orang benar jatuh tujuh kali, tapi dia bangkit kembali. Artinya jatuh itu mungkin, tapi bangkit itu keputusan,” kata Ps. Revi.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa harapan tidak pernah hilang selama seseorang memilih untuk bangkit bersama Tuhan.
Belajar Bangkit dari Kisah Daud
Dalam Alkitab, Daud adalah contoh nyata seseorang yang pernah mengalami kegagalan besar. Namun kegagalannya tidak mengakhiri hidupnya. Ps. Revi menekankan bahwa kunci kebangkitan Daud adalah hubungannya dengan Tuhan.
“Daud juga pernah gagal, tapi karena dia punya Tuhan, dia bisa bangkit lagi,” jelas Ps. Revi.
Kisah ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak menutup masa depan seseorang hanya karena kegagalan di masa lalu.
Saat Teduh Menentukan Arah Masa Depan
Salah satu tantangan yang diberikan Ps. Revi kepada anak muda di awal tahun adalah meningkatkan saat teduh. Menurutnya, waktu pribadi bersama Tuhan sangat menentukan kekuatan batin, ketenangan hati, dan pertumbuhan rohani.
“Ayo tingkatkan saat teduhmu. Di situlah kekuatanmu, ketenanganmu, dan pertumbuhanmu menuju masa depan ditentukan,” katanya.
Ia percaya bahwa semakin seseorang dekat dan intim dengan Tuhan, semakin jelas arah hidup yang Tuhan sediakan. Bahkan di tengah kegagalan, Tuhan sanggup membentuk hidup seseorang menjadi berkat.
Kamu Tidak Sendirian Menghadapi Kegagalan
Ps. Revi juga menyampaikan pesan penguatan bagi siapa pun yang sedang merasa sakit hati, kecewa, atau terpuruk.
“Buat kamu yang lagi sakit hati dan kecewa, kamu itu tidak sendirian,” ujarnya.
Jika Anda membutuhkan dukungan doa atau ingin berbagi pergumulan, hubungi Layanan Doa CBN melalui WhatsApp di 0822-1500-2424. Tim pelayanan siap mendengarkan dan berdoa bersama dengan Anda.
Tonton juga video lengkapnya agar Anda bisa mendapatkan penguatan secara utuh dari sharing Ps. Revi Halim.
Resolusi boleh gagal, tetapi harapan di dalam Tuhan tidak pernah gagal.
Sumber : YouTube Superyouth