Ia seorang dokter gigi, ibu, dan istri. Hidupnya tampak sempurna hingga tahun 2014, ketika salah satu dari 16 benjolan di payudaranya mulai membesar. Hasil biopsi menghancurkan dunianya dengan kanker. Di usia muda, dengan pernikahan yang masih baru dan anak yang masih kecil, pikirannya langsung melayang ke satu kata, mati.
"Itu pikiran saya yang ada, saya didiagnosa kanker, ya mati."
Perjalanannya penuh badai. Setelah pengangkatan payudara dan kelenjar getah bening, ia harus menghadapi fase terberat, yaitu kemoterapi. Rambutnya rontok, alis dan bulu mata lenyap, kulitnya menghitam. Saat berdiri di depan cermin, ia tidak lagi mengenali dirinya sendiri.
"Saya lihat bayangan saya di kaca... saya takut! Saya enggak ada alis, saya enggak ada bulu mata, rambut saya enggak ada, payudara saya enggak ada. Di situlah saya drop... dan di situlah saya merasa bahwa itu saya cacat."
Rasa putus asa memuncak. Ia bahkan sampai berpikir, "Saya pengin mati aja, saya udah capek." Dalam titik nadir itu, ia mempertanyakan kebaikan Tuhan. Namun, dari sanalah awal sebuah perjalanan iman yang mengubah segalanya dimulai.
Ini hanyalah awal dari kisah drg. Narita Salu. Perjuangannya tidak berhenti di kanker payudara. Tahun-tahun berikutnya, ia harus menghadapi lagi berita mengejutkan, pre-kanker stadium 3 di rahimnya. Keputusan untuk mengangkat rahim membawa pertarungan batin baru tentang identitasnya sebagai seorang wanita.
Bagaimana ia melewati semua ini? Dari mana kekuatan untuk bangkit saat melihat diri yang tak dikenali di cermin? Bagaimana dukungan suami dan keluarga menguatkannya? Dan yang terpenting, bagaimana ia akhirnya menemukan arti penerimaan diri dan kedamaian sejati di tengah badai yang silih berganti?
Kisah lengkap perjuangan, keputusasaan, dan kemenangan drg. Narita dalam menemukan penyertaan Tuhan di saat paling kelam, ada di video berikut ini.
Saksikan perjalanan inspiratif selama 11 tahun yang mengajarkan bahwa di balik setiap kesakitan, ada kekuatan yang tidak terduga dan kasih yang tidak pernah meninggalkan kita.
Butuh Doa, Konseling, atau Pendampingan?
Jika Anda sedang dalam pergumulan berat seputar keluarga, iman, pernikahan, atau masa lalu, jangan hadapi sendirian. Silakan hubungi nomor Layanan Doa CBN di bawah ini.
Sumber : Solusi TV