Bayangkan sebuah kisah nyata tentang hidup yang sejak usia balita sudah dipenuhi luka. Dunia yang seharusnya aman justru berubah menjadi neraka. Mengalami berbagai bentuk kekerasan masa kecil, bahkan dari ayah kandung sendiri.
Ia tumbuh dengan keyakinan bahwa semua penderitaan itu adalah kesalahannya. Bahwa ia tidak layak hidup. Setiap hari bergumul dengan pikiran untuk mengakhiri segalanya.
Inilah awal kisah nyata inspiratif Tiga Setia Gara.
Masa kecil yang penuh trauma membawanya pada pelarian di jalan yang salah. Dunia gemerlap sebagai entertainer ternyata tak mampu mengisi kekosongan batin. Justru sebaliknya—mendorongnya ke titik terendah dalam hidup: depresi berat, kecanduan, hingga harus dirawat di rumah sakit jiwa.
Namun, di balik luka terdalam, selalu ada harapan.
Tahun 2019 menjadi titik balik yang tak terduga. Sebuah perjalanan ke Amerika mempertemukannya dengan pengalaman yang mengubah hidupnya selamanya, sebuah perjumpaan yang membawanya pada pemulihan, pengampunan, dan tujuan hidup yang baru.
Bagaimana seseorang bisa bangkit dari trauma masa kecil sedalam itu?
Bagaimana mungkin luka akibat kekerasan bisa dipulihkan?
Dan rahasia apa yang membuat Tiga mampu mengampuni orang yang paling menyakitinya?
Kisah Tiga Setia Gara menjadi bukti bahwa tidak ada hidup yang terlalu rusak untuk dipulihkan.
Dalam kesaksiannya, ia membagikan secara jujur proses menemukan harapan, perjumpaan dengan Tuhan yang hidup, bukan sekadar agama, serta kuasa pengampunan yang membebaskan dari beban puluhan tahun.
Jika Anda pernah terluka, merasa sendirian, atau berjuang melawan masa lalu yang kelam, kisah nyata ini layak Anda tonton.
Saksikan kisah nyata inspiratif Tiga Setia Gara selengkapnya dalam video di bawah ini. Buktikan bahwa selalu ada terang di balik badai kehidupan.
Sumber : Solusi TV